Tampilkan postingan dengan label Pengadaan Alutista. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengadaan Alutista. Tampilkan semua postingan

Pemerintah Akan Tambah Anggaran Alutsista


JAKARTA (MI) :Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan bahwa pemerintah akan menambah anggaran untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista). Penambahan anggaran akan dimasukkan dalam APBN 2016.

"Iya tentu, sesuai anggaran. Kan kalau kita tidak bisa langsung kasih, itu harus, nanti lagi kita tambah di anggaran 2016," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (2/7/2015).
Mengenai berapa tambahan anggaran alutsista yang akan diajukan nanti, Kalla menyampaikan bahwa hal itu tergantung dari kemampuan anggaran negara.

Saat berada di Kompleks Parlemen untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, Rabu (1/7/2015), calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa ia dan Komisi I DPR sepakat untuk membeli pesawat baru.

Gatot menegaskan bahwa ia bertekad untuk memperkuat alutsista milik TNI Angkatan Udara. Oleh karena itu, Gatot akan mengupayakan pesawat TNI ke depannya tidak lagi berasal dari hibah, melainkan unit yang baru dibeli.

Kendati demikian, ia juga mengatakan, proses transfer teknologi tetap menjadi fokus perhatian TNI dalam setiap pengadaan alutsista yang berasal dari luar negeri. Hal itu bertujuan untuk membesarkan industri pertahanan dalam negeri sehingga lambat laun dapat memproduksi sendiri alutsista yang dibutuhkan TNI.







Sumber : KOMPAS
readmore »»  

Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas

Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas

Jakarta (MI) : Setelah ekonomi pulih dari krisis yang mendera sejak 1997, Indonesia kembali gencar memperkuat pertahanan dalam negerinya. Pembelian besar-besaran segera dilakukan, tujuannya adalah untuk mengganti peralatan tempur maupun mesin perang yang sudah usang dengan yang baru.

Sayang, upaya ini sempat terhambat akibat kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) dan sekutunya yang mengembargo pembelian senjata terhadap Indonesia. Meski begitu, Indonesia tetap berupaya melakukan pembelian, salah satunya dengan Rusia demi mendatangkan Sukhoi Su-27.

Berakhirnya embargo senjata membuat Indonesia lebih gencar mencari alutsista baru dari berbagai negara. Mulai dari kapal perang, kendaraan angkut personel hingga tank masuk ke dalam daftar belanja Indonesia.

Rencana-rencana pembelian ini rupanya tak hanya jadi sorotan di Indonesia, tapi juga dunia. Banyak media maupun situs pertahanan internasional memberitakan upaya TNI untuk mengganti alutsista lama dengan yang baru.

Berikut beberapa pembelian alutsista TNI yang jadi perhatian dunia :


1.
Sukhoi Su-35
Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas 

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) akan memperbarui armada tempurnya dengan membeli pesawat Sukhoi Su-35 Flanker. Pembelian ini dilakukan untuk mengganti pesawat F-5 Tiger buatan Amerika Serikat yang sudah semakin uzur.

Rencana pembelian Su-35 oleh TNI AU ternyata menjadi sorotan dunia. Sejumlah situs persenjataan dunia ikut menyoroti soal pembelian jet tempur canggih ini. Terbukti pembangunan alutsista TNI cukup dipantau dunia.

Situs airforce-technology.com dan defenseworld.net, laman yang membahas khusus kekuatan tempur udara ini merilis niat Indonesia membeli peralatan canggih buatan Rusia itu.

Dengan mengutip pernyataan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Agus Supriatna, pesawat Su-35 masuk ke dalam daftar pembelian yang dilakukan mulai tahun ini. Selain Su-35, Indonesia juga mengincar F-16 Block 52+ Fighting Falcon, Eurofighter Typhoon, dan Swedish JAS 39 Gripen fighters.

Menurut Agus, Su-35 masuk dalam daftar incaran karena dapat memenuhi kebutuhan alutsista TNI Angkatan Udara, dan lebih mudah dioperasikan. "Semua bisa dipesan, tapi kami sebagai operator ingin empat pesawat baru," ujarnya.

Keinginan tersebut mendapat tanggapan positif dari Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin. Dia berharap agar pembelian pesawat ini bisa terealisasikan.

"Kerja sama militer antara kedua negara telah terbangun beberapa waktu lalu, dan kami ingin meningkatkannya lagi," kata Mikhail.

Meski begitu, Indonesia masih belum memutuskan jenis pesawat tempur untuk menggantikan F-5 E Tigers buatan Northrop Grumman. Saat ini, TNI AU masih mengoperasikan 11 F-5E/F yang bermarkas di Skadron 14 Lanud Iswahyudi.

Sukhoi Su-35 merupakan model terbaru dari Su-27M Flanker, di mana terdapat peningkatan terhadap kemampuan superioritas tempur udara, dan didesain agar bisa menembak berbagai target dengan menggunakan peluru kendali maupun non-kendali.


2.
Helikopter anti-kapal selam



Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) segera memperkuat pertahanan perairan dengan mendatangkan helikopter anti-kapal selam. Sebanyak 11 unit heli canggih ini akan dibeli dari perusahaan penerbangan Eropa, Airbus.

Rencana pembelian ini rupanya mulai menjadi perhatian internasional. Sejumlah media menganggap pembelian ini dapat meningkatkan kemampuan militer Indonesia dari ancaman bawah laut.

"Skuadron penerbangan, bernama Skuadron Udara 100, akan dibangun untuk memberi dukungan operasional terhadap armada baru 11 heli anti-kapal selam berupa AS-565 MBe Panther," demikian ditulis thediplomat, Minggu (21/6).

Tidak ada tanggal yang pasti skuadron ini akan mulai beroperasi. Namun, sesuai keterangan dari sejumlah pihak di TNI AL, media ini memperkirakan skuadron akan dimulai saat Panther pertama diterima. Sehingga, unit ini akan terbentuk awal tahun depan.

"Panther ini telah menjadi satu dari platform anti-kapal selam ringan/menengah terbaik di dunia, di mana terdapat sistem ASW terkini serta kemampuannya untuk dioperasikan dari kapal korvet maupun frigat kecil," sahut Kepala Regional Asia Tenggara dan Pasifik, Philippe Monteux di Airbus.

Diperkirakan, heli canggih ini akan diterima secara keseluruhan pada akhir 2017 mendatang. Skadron yang ditugasi untuk mengoperasikannya akan ditempatkan di Lanud Juanda, Surabaya.

Helikopter ini akan dioperasikan untuk kapal korvet SIGMA 10514 dan korver kelas Bung Tomo. Sebagai perlengkapannya, heli AS-565 Panther akan dipasangi torpedo ASW Raytheon Mk 46 atau Whitehead A.244/S lightweight, dan termasuk sonar DS-100 helicopter long-range active sonar (HELRAS).

DS-100 merupakan jenis sonar versi 1.38 kHz dari AQS-18A yang lebih populer. Alat ini mampu mendeteksi benda hingga kedalaman 500 menter untuk pemantauan dan pencarian bawah laut. Dengan resolusi proses dopler dan denyut yang panjang, bisa mendeteksi kapal selam meski melaju dengan kecepatan sangat rendah.

Bersama L-3, DS-100 bisa dipakai untuk mendeteksi, menetapkan target dan meluncurkan senjata terhadap target kapal selam di kedalaman atau perairan dangkal.


3.
Tank Leopard



Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas 

Bila alutsista baru bagi TNI AU dan TNI AL masih dalam proses pemesanan dan pembuatan, TNI Angkatan Darat sudah lebih mendapatkan mesin perang baru. Mesin perang yang dimaksud adalah Tank Leopard 2 buatan Rheimentall, Jerman.

Leopard 2 merupakan tank jenis Main Battle Tank (MBT) dengan kemampuan tembak yang cukup mumpuni, beratnya pun mencapai 62 ton dengan jarak tembak 4 km. Tank ini dioperasikan oleh Batalyon Kavaleri 8/2 Narasinga Wiratama di Pasuruan.

Sebelum tiba di Indonesia, rencana pembelian Tank Leopard ini sempat menjadi pusat perhatian dunia, maupun negara tetangga. Beberapa media, khususnya situs militer, memuat berita soal Leopard yang bakal memperkuat pertahanan RI.

Malaysiandefence.com misalnya, memuatnya dengan berjudul 'Indonesia getting Hercules planes and Leopard MBTs too'. Tulisannya menyadur situs berita Asiaone, di mana Indonesia mendapatkan menerima Leopard, ditambah Tank Marder.

Sementara, defenseindustrydaily.com dalam tulisannya berjudul 'Indonesia Becomes the Latest Buyer of German Tanks' lebih menitikberatkan pembelian tank tersebut. Situs ini juga menyebut Indonesia merupakan pengguna tank terbesar, di atas Singapura.

4.
SPR-2 Kopassus
 Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas

 PTPindad mampu membuat senapan sniper SPR 2 yang membuat dunia militer internasional kaget. Pasalnya, senapan ini mampu menjangkau target dengan jitu dalam jarak lebih dari 2 km.

"Kita sedang bikin 150 pucuk (senapan SPR 2) buat Kopassus, dunia sniper internasional sudah gempar. Senapan SPR 2 ini jangkauannya sampai 2 km," kata kadep komunikasi Pindad Sena Maulana di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (5/11).

Menurutnya jenis peluru senjata sniper SPR 2 ditakuti banyak negara. Peluru ini mampu menembus kendaraan lapis baja sekalipun.

"Pelurunya 12,7 mm anti material, jenis pelurunya paling ditakuti karena bisa menembus tank dan kendaraan lapis baja. Peluru ini dapat menembus baja lalu terbakar dan meledak di dalam," terang dia.

Masih menurutnya, senapan sniper SPR 2 ini berawal dari sniper SPR 2 milik TNI yang tak berani diuji coba. Kemudian Pindad berusaha menguji dan akhirnya membuat sendiri.

"Tahun 2003, TNI punya 3 pucuk dari negara lain tapi enggak berani uji karena berat dan besar. Akhirnya kita uji bareng-bareng lalu kita buat sendiri tahun 2006, itu awalnya," pungkas dia.








Sumber : Merdeka

readmore »»  

Panglima TNI: 2016, Angkatan Darat Miliki Helikopter Chinook


SOLO (MI) : Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, rencana pembelian helikopter CH-48 atau lebih dikenal dengan nama Chinook baru terlaksana pada 2016.
"Anggarannya bukan tahun ini, tahun 2016," ujar Moeldoko di Solo, Kamis (11/6/2015) malam.
Moeldoko mengatakan, rencananya Chinook akan diserahkan untuk TNI Angkatan Darat sebagai bagian alat utama sistem persenjataan (alutsista). Selain itu, juga dapat difungsikan sebagai alat angkut.
"Untuk alat angkut berat, karena itu mobilitas sangat tinggi dan daya angkut personelnya baik. Satu peleton bisa itu," kata dia.

Moeldoko mengaku telah melihat kehebatan helikopter buatan Amerika Serikat itu seperti ketika beberapa bencana alam di Indonesia. Saat itu, sejumlah negara membawa bantuan menggunakan Chinook.
"Waktu tsunami Aceh, kita dapat bantuan dari Singapura dan Tiongkok memakai Chinook. Itu sangat luar biasa, cepat, dan mengangkut banyak orang," ujar dia.

Rencana pembelian helikopter dengan mesin ganda tersebut pertama kali diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Dia mengatakan, Chinook bakal melengkapi alutsista TNI. Harga helikopter Chinook ini ditaksir mencapai 30 juta dollar AS.
"Beli Chinook memang mahal, tetapi nyawa orang lebih mahal," ucap Moeldoko di kantornya, Rabu (3/6/2015) lalu.









Sumber :  KOMPAS
readmore »»  

TNI AU Terima Empat Pesawat F-16 Hibah


JAKARTA (MI) : Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) kembali menerima empat pesawat tempur hibah F- 16 C/D Blok 52 ID dari Amerika Serikat.

Keempat pesawat tersebut nantinya akan menambah alat utama sistem senjata (alutsista) pertahanan udara. Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi Mayor Sus Wahyudi mengatakan, empat pesawat tersebut diterbangkan langsung dari Amerika Serikat menuju Indonesia.

Masing-masing pesawat dengan nomor seri TS 1631 yang diterbangkan oleh Mayor Thomas Arthur Juntunen, TS 1633 dipiloti oleh Mayor Brian Dauglas Perkins, sedangkan TS 1636 diterbangkan oleh Mayor Cabell David Francis, dan TS 1642 oleh Letkol Chad William Jennings.

”Rute penerbangan pesawat dari Hill AFB-Eilsen Alaska- Guam lanjut ke Lanud Iswahjudi dan parkir di Shelter Skuadron Udara 3,” ungkap Wahyudi melalui surat elektronik yang diterima KORAN SINDO kemarin.

Menurut Wahyudi, keempat pesawat tersebut mendarat di Lanud Iswahjudi, Jawa Timur, tepat pukul 12.12 WIB dan disambut langsung oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T dan Komandan Wing 3 Kolonel PNB Irwan Pramuda bersama pejabat lanud Iswahjudi lainnya.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama Dwi Badarmanto membenarkan kedatangan empat pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat. Keempat pesawat tersebut merupakan bagian dari pengadaan 24 pesawat tempur sejenis. ”Ya benar sudah datang di Lanud Iswahyudi, sebelumnya sudah datang lima, sekarang empat jadi sembilan pesawat total yang sudah diterima,” katanya.

Bila telah dinyatakan siap, keempat pesawat tersebut akan ditempatkan di Lanud Iswahyudi yang merupakan home base F-16 dan Lanud Pekanbaru.







Sumber  : TRIBUNNEWS
readmore »»  

IMDEX 2015: Indonesia confirms deployment of C-705 missiles on KCR-60M class


Changi (MI) : Seorang pejabat senior dari Indonesia Angkatan Laut (Tentera Nasional Indonesia - Angkatan Laut, atau TNI-AL) telah mengkonfirmasi penyebaran buatan Cina C-705 permukaan-ke-permukaan rudal di KCR-60M serangan rudal layanan ini kerajinan.
Pejabat itu berbicara kepada IHS Jane pada 19 Mei selama kunjungan ke kedua di kelas KCR-60M kapal KRI Tombak di Changi Naval Base selama IMDEX 2015 pameran di Singapura. TNI-AL mengirim dua kapal untuk expo - yang lainnya adalah Bung Tomo kelas korvet KRI John Lie (358).      
Tombak  , dibangun oleh BUMN pembuat kapal PT PAL Indonesia dan ditugaskan pada bulan Agustus 2014, adalah yang kedua dari tiga kapal KCR-60M saat ini dalam pelayanan. Kapal ini dilengkapi dengan empat (dua kembar) peluncur rudal. The KCR-60M kelas awalnya diyakini menyebarkan baik C-705 atau C-802 rudal, tapi ada laporan yang saling bertentangan dari Jakarta mengenai pilihan dikonfirmasi rudal.
"Ini adalah C-705 untuk saat ini. Tidak ada rencana untuk menyebarkan C-802 yang belum," kata pejabat TNI-AL. The KCR-60M kelas juga dipersenjatai dengan satu 57 mm meriam utama di geladak muka dan dua senjata 20 mm memanjang.
Dalam sebuah wawancara di Jakarta pada 13 Agustus 2014, maka TNI-AL Kepala Staf Laksamana Marsetio mengatakan IHS Jane bahwa angkatan laut sedang mencari untuk mendapatkan setidaknya 16 kapal KCR-60M pada 2018, tunduk pada pendanaan. Platform ini dipandang sebagai komponen inti dari strategi 'Angkatan Minimum Essential' negara bahwa pihaknya berencana untuk memberikan pada tahun 2024.  





Sumber: Janes
readmore »»  

Menhan Ingin Beli Helikopter Chinook? Ini Penjelasan Kemenhan


JAKARTA (MI) : Dalam kunjungan kerja Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, ke Amerika Serikat, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sepakat bakal mendatangkan empat helikopter tempur jenis Chinook dari perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat, Boeing. Pemesanan itu tidak terlepas dari kebutuhan Indonesia dalam mengantisipasi ancaman-ancaman yang bersifat nyata.


Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik (Kapuskom) Kemenhan, Brigjen Jundan Eko Bintoro, salah satu alasan pemesanan helikopter tempur jenis Chinook itu adalah besarnya daya angkut yang dimiliki oleh helikopter kebanggan Amerika Serikat tersebut. Kondisi ini pun bersesuaian dengan ancaman nyata selain perang yang dihadapi Indonesia, terutama masalah penanganan bencana alam.



"Sebagaimana Pak Menhan katakan, ancaman nyata yang akan selalu kita alami adalah bencana alam. Kemampuan helikopter Chinook dapat membawa pasukan yang lebih besar. Selain itu, helikopter jenis ini dapat mengangkut alat-alat bantuan apabila terjadi bencana alam," ujar Jundan lewat pesan singkat kepada Republika, Senin (18/5).



Namun, Jundan menegaskan, pihaknya belum melakukan pemesanan secara khusus terhadap Boeing atas empat Helikopter Chinook itu. Selain itu, pihaknya juga masih akan melakukan kajian terkait penempatan helikopter-helikopter tersebut di matra-matra TNI, apakah akan ditempatkan di Angkatan Darat, Angkatan Udara, ataupun Angkatan Laut.



Jundan menyebutkan, Kemenhan baru sekedar mengutarakan keinginnannya untuk bisa membeli helikopter tempur sekelas jenis Chinook tersebut. "Kami belum sampai pada tahap pemesanan. Keinginan untuk memiliki helikopter sekelas Chinook direncanakan pada Renstra (Rencana Strategis) II, yaitu pada 2015 hingga 2019," lanjut perwira tinggi bintang satu TNI AD tersebut.



Helikopter Chinook merupakan salah satu jenis helikopter yang memiliki keunggulan multifungsi. Selain dapat mengangkut personil militer dalam jumlah banyak, helikopter ini juga mampu mengangkut logistik dalam jumlah banyak.

Selain itu, helikopter ini didesain untuk bisa mengangkut (sling) pesawat tempur, kapal tempur, kendaraan tempur (Ranpur), hingga tank tempur kelas ringan. Tidak hanya itu, dengan kemampuan daya angkut yang besar, helikopter ini banyak diturunkan untuk mendukung kebutuhan nasional, seperti evakuasi bencana alam dan kegiatan Search and Rescue (SAR).


Sebelumnya, dalam salah satu rangkaian kunjungan kerjanya di Amerika Serikat, Ryamizard sempat mengungkapkan keinginan Indonesia kepada pemerintah Amerika Serikat terkait peningkatan kerjasama militer. Salah satunya adalah percepatan pengiriman pesawat F-16 dan Helikopter Apache, yang telah disepakati dalam kontrak pengadaan.



Selain itu, saat mengunjungi Pabrik Boeing di Philadelphia, Amerika Serikat, Ryamizard juga mengungkapkan keinginan Kemenhan RI untuk bisa mendatangkan empat unit helikopter tempur jenis Chinook.






Sumber : REPUBLIKA
readmore »»  

Helikopter Chinook tak Cocok untuk Kondisi Geografis Indonesia


JAKARTA (MI) : Menhan Ryzamizar Ryzacudu mengungkapkan keinginan untuk melakukan pembelian helikopter jenis angkut Chinook buatan Amerika Serikat. Namun, keinginan itu agaknya harus dikaji ulang. Pasalnya, meski dinilai bagus, namun helikopter buatan Boeing itu dianggap tidak cocok untuk kontur geografis di wilayah tropis seperti di Indonesia.


Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran, Muradi menilai, belum ada alasan yang cukup kuat dari Kemenhan kenapa harus memilih helikopter Chinook sebagai salah satu upaya memodernisasi dan menambah alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI.



"Helikopter Chinook memang bagus, tapi belum tentu sesuai sesuai dengan kondisi, kontur geografis, dan cuaca di Indonesia," ujar Muradi kepada Republika, Senin (18/5).



Lebih lanjut, Muradi menilai, dalam upaya memodernisasi dan menambah alutsista, selama ini agaknya pemerintah belum melihat aspek-aspek yang berpengaruh, seperti aspek kegunaan (utilityI) maupun aspek kesesuaian dengan kondisi di Indonesia. Hal itu dinilai cukup penting agar alutsista yang ada bisa bernilai tepat guna. 



Selain itu, pemerintah diharapkan memiliki tahapan-tahapan yang jelas dan ada road mapatau grand design dalam melakukan upaya modernisasi Alutsista. Belum lagi dengan pertimbanga-pertimbangan yang menyertainya, apakah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di Indonesia dan kemudian melihat harga yang ditawarkan oleh pihak produsen.



Muradi pun menilai, pemilihan helikopter Chinook ini hanya didasarkan kepada selera pribadi Menhan Ryamizard. Selain itu, Muradi juga menyoroti, apakah helikopter Chinook yang bakal dibeli ini baru atau bekas. Hal itu pun berdampak pada masa pemakaian dan biaya perawatan pada masa mendatang.

Sebelumnya, Indonesia memang telah melakukan pengadaan helikopter angkut Mi-17 ini, tepatnya pada 2011 silam. Pada saat itu, pemerintah Indonesia mendatangkan enam unit helikopter buatan Rusia itu dan ditempatkan di matra Angkatan Darat (AD). Penyerahan helikopter Mi-17 itu pun secara resmi disaksikan Menhan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.




Sumber : REPUBLIKA
readmore »»  

Bagaimana Perkembangan PKR Sigma 10514?


JKGR (MI) : Sejauh apa perkembangan Frigate PKR Sigma 10514 Indonesia ?. @erichsaumeth, lewat twitternya sempat memposting gambar pembangunan frigare buatan Damen Belanda tersebut. Gambar ini diposting tanggal 15/04/2015 dan 6/04/2015.
Erich mengatakan, PKR Sigma 10514 Indonesia sedang dalam konstruksi.

image

image


image








Sumber : JKGR
readmore »»  

Kunjungi Pentagon, Menhan Ryamizard Minta Pengiriman F-16 dan Apache Dipercepat


Washington Dc (MI)Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Indonesia menginginkan peningkatan kerjasama di bidang pertahanan. Kerjasama ini direncanakan karena adanya beberapa isu yang terkait dengan radikalisme yang berkembang baik di berbagai belahan dunia.
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu pun mengadakan pertemuan Menhan Amerika Serikat Ashton Carter di Pentagon, Washington, DC, pada Selasa (12/5) lalu.
Peningkatan kerja sama yang diinginkan AS tersebut terfokus dalam dua hal, yakni pertukaran informasi dan intelejen termasuk bidang cyber dalam hal penanganan terorisme maupun pejuang teroris asing (foreign terrorist fighters) serta Teknologi Pertahanan.
Dalam kesempayan itu Ryamizard menyampaikan kebijakan pertahanan Indonesia saat ini dimana ancaman nyata yang dihadapi meliputi terorisme, bencana alam, bencana akibat kelengahan manusia seperti longsor, kebakaran hutan dan pemanasan global, keamanan maritim khususnya perompakan, kemudian separatisme, pelanggaran perbatasan, kejahatan trans-nasional serta wabah penyakit seperti flu burung, SARS, MARS maupun ebola.
Kedua belah pihak sepakat bahwa kerjasama antar negara menjadi tak terhindarkan dalam menghadapi ancaman-ancaman nyata tersebut.  Oleh karena itu kerjasama pertahanan RI dan AS harus terus ditingkatkan guna menghadapi terjadinya eskalasi ancaman tersebut.
Ryamizard juga menyampaikan keinginan Indonesia untuk menjadi perhatian khusus AS yaitu Pertama, percepatan pengiriman pesawat F-16 dan Helikopter Apache yang telah disepakati dalam kontrak pengadaan. 
"Hal ini akan menjadi salah satu indikator untuk meningkatkan hubungan pengadaan alutsista dan kerjasama industri pertahanan kedua negara.  Kedua, sudah saatnya Indonesia dan AS dapat melakukan latihan operasi khusus untuk menghadapi ancaman terorisme antara Kopassus Indonesia dan pasukan khusus AS," kata Ryamizard dalam siaran pers yang diterima Harian Terbit, Minggu (17/5/2015).
Menhan RI menyampaikan agar rencana latihan tersebut dapat dimasukan dalam agenda bilateral kerjasama kedua negara.
Usai melakukan pertemuan dengan Menhan AS, Menhan Ryamizard Ryacudu juga berkesempatan bertemu dengan Admiral Michele Howard, Kasal AS (Chief of US Naval Operations) untuk membahas kerjasama keamanan Maritim termasuk pertukaran pengalaman maupun pertukaran instruktur/pelatih.
Selain itu, Menhan RI juga berkesempatan mengunjungi Pabrik Boeing di Philadelphia yang memproduksi berbagai jenis Helikopter Tempur (Apache dan Chinook) dan menyampaikan keinginan Indonesia untuk membeli 4 buah Helikopter Chinook.
Sebelum melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, rangkaian kunjungan kerja Menhan RI diawali pertemuan dengan United States Pacific Command (US PACOM) Commander, Admiral Samuel J. Locklear dan United States Army Pacific (US ARPAC) Commander, General Vincent K. Brooks, di Hawaii.
"Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat dilakukannya peningkatan kerja sama pertahanan dan militer, meliputi pelatihan maupun latihan bersama, pertukaran instruktur dan latihan untuk Kopassus serta Marinir," ujarnya.
Hal lainnya yang menjadi topik pembicaraan antara lain, pertukaran pandangan tentang  perkembangan situasi keamanan  di Laut China  Selatan, yang berisi ajakan kepada semua pihak untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan itu dengan menghormati code of conduct di Laut China Selatan. 

Selama di Hawaii, Menhan RI juga berkesempatan mengunjungi Squadron US Navy P-3C Orion sebagai satuan penerbang pengintai Keamanan Maritim Angkatan Laut AS.







Sumber : Harian Terbit
readmore »»  

Indonesia Minati 4 Helikopter Apache Chinook



Washington Dc (MI) : Indonesia berkeinginan untuk membeli empat buah helikopter tempur Chinook dari Amerika Serikat. 


Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riyacudu dalam rangkaian kunjungan kerja ke Pabrik Boeing di Philadelphia. Di pabrik tersebut diproduksi berbagai jenis helikopter tempur termasuk Apache Chinook. 



Dalam siaran pers Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan yang diterima redaksi (Minggu, 17/5) disebutkan bahwa sebelum melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, rangkaian kunjungan kerja Menhan RI diawali pertemuan dengan United States Pacific Command (US PACOM) Commander Admiral Samuel J. Locklear dan United States Army Pacific (US ARPAC) Commander, General Vincent K. Brooks, di Hawaii.



Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat dilakukannya peningkatan kerja sama pertahanan dan militer, meliputi pelatihan maupun latihan bersama, pertukaran instruktur dan latihan untuk Kopassus serta Marinir.



Hal lainnya yang menjadi topik pembicaraan antara lain, pertukaran pandangan tentang perkembangan  situasi  keamanan  di  Laut China Selatan yang berisi ajakan kepada semua pihak untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan itu dengan menghormati code of conduct di Laut China Selatan.  



Selama di Hawaii, Menhan RI juga berkesempatan mengunjungi Squadron US Navy P-3C Orion sebagai satuan penerbang pengintai Keamanan Maritim Angkatan Laut AS. 








Sumber : RMOL
readmore »»  

Ini Canggihnya KRI Rigel 933, Kapal Buatan Prancis yang Perkuat TNI AL



Jakarta (MI) : Dinas Hidro Oseanografi TNI AL (Dishidros) bertugas menyediakan data dan informasi Hidro-oseanografi berupa peta laut untuk navigasi pelayaran. Guna memperkuat pencarian hasil survei, TNI AL meluncurkan kapal baru yakni KRI Rigel 933.


Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade supandi mengklaim KRI Rigel 933 merupakan kapal perang jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) yang tercanggih se-Asia. 

Kapal perang tersebut dibangun di Prancis dan untuk berlabuh ke Indonesia, KRI Rigel 933 bertolak dari dermaga Les Sables d'Olonne, Perancis pada 26 Maret dan tiba hari ini di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

"Ini (KRI Rigel 933) dari negara Perancis untuk memperkuat jajaran TNI AL, tentunya kapal ini memiliki berbagai kemampuan dalam melakukan survei dan pemetaan, dan mampu melakukan pengumpulan data," ujar Ade di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (15/5/2015).

Untuk menempuh perjalanan selama 50 hari dari Perancis ke Indonesia, kapal ini dipimpin oleh komandan Letkol Laut M. Wirda Prayogo dan diawaki 30 orang prajurit TNI AL. KRI Rigel 933 dibangun atas kerja sama Kemenhan dengan pihak galangan kapal OCEA Perancis.

"Paling tidak kapal ini bisa memenuhi kebutuhan kapal-kapal survei dalam rangka pemuktahiran data-data perairan kita, baik untuk kepentingan laut maupun kepentingan navigasi. Beberapa produk peta laut membutuhkan keberadaan kapal-kapal survei," jelasnya.

Adapun, kapal tersebut terbuat dari alumunium dengan bobot 560 ton dengan panjang 60,1 meter dan lebar 11,5 meter. 



Dilengkapi dengan peralatan AUV (Autonomous Underwater Vehicle) yang berfungsi melaksanakan pencitraan bawah laut sampai dengan kedalaman 1.000 meter dan mengirimkan kembali data secara periodik ke kapal utama dalam hal ini kapal BHO.


Selain itu, kapal ini juga dilengkapi dengan ROV (Remotely Operated Vehicle), SSS (Side Scan Sonar), Laser Scaner untuk mendapatkan gambaran daratan, AWS (Automatic Weather Station), Echosounder Multibeam laut dalam dan Singlebeam, Peralatan CTD (Conductivity Temperatureand Depth), Gravity Cores, kelengkapan Laboratorium serta kemampuan survei perikanan.

Kapal ini juga dilengkapi dengan persenjataan mitraliur kaliber 20 mm dan kaliber 12,7 mm. KRI Rigel 933 akan masuk dalam jajaran satuan survei Dishidros TNI Angkatan Laut yang bermarkas di Jakarta. 



KRI Rigel merupakan jenis MPRV (Multi Purpose Research Vessel), yang merupakan sejarah baru di jajaran kapal-kapal TNI AL dalam memodernisasi armada kapal, khususnya kapal survei hidro-oseanograf.










Sumber : Detik

readmore »»  

KSAL: Kapal Canggih KRI Rigel 933 Perkuat TNI AL Lakukan Survei Pemetaan Laut



Jakarta (MI)TNI AL kehadiran amunisi baru untuk memperkuat penyediaan data dan informasi Hidro-oseanografi berupa peta laut dengan datangnya KRI Rigel 933 di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakut, Jumat (15/5/2015) pagi ini. Kapal tersebut diklaim sebagai kapal survei tercanggil se-Asia.


"Ini (KRI Rigel 933) dari negara Perancis untuk memperkuat jajaran TNI AL, tentunya kapal ini memiliki berbagai kemampuan dalam melakukan survei dan pemetaan, dan mampu melakukan pengumpulan data," ujar KSAL Laksamana Madya TNI Ade Supandi di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok.



KRI Rigel 933 berada di bawah kendali Dinas Hidro Oseanografi TNI AL (Dishidros). Dishidrof sendiri dalam hal ini bertanggung jawab untuk menyediakan data dan informasi Hidro-oseanografi yang akurat sebagai data dasar yang digunakan sebagai bahan analisa strategi pertahanan nasional.



"Paling tidak kapal ini (KRI Rigel 933) bisa memenuhi kebutuhan kapal-kapal survei dalam rangka pemuktahiran data-data perairan kita, baik untuk kepentingan laut maupun kepentingan navigasi. Beberapa produk peta laut membutuhkan keberadaan kapal-kapal survei," jelasnya.



Ade menjelaskan, misi utama KRI Rigal 933 dalam waktu dekat ini akan melakukan updeting peta-peta laut. "Bahwa dengan perkembangan nasional khususnya di daerah perairan pantai ada reklamasi, ada pembangunan dermaga, ada pelabuhan itu harus kita update semua," terang Ade.



Menurutnya, sekarang TNI AL telah dituntut untuk membuat peta secara elektronik. Dalam waktu 5 tahun ke depan, TNI AL akan melakukan pengamanan untuk perairan-perairan yang memiliki potensi perkembangan ekonomi.



"Apalagi sekarang ada tuntutan peta laut ini harus secara elektronik, itulah tugas-tugas kami (TNI AL) dalam waktu dekat ini. Paling tidak dalam waktu 5 tahun ke depan beberapa alur-alur perairan yang berpotensi untuk perkembangan ekonomi harus betul-betul aman. Kami akan memberikan rekomendasi perubahan laut dimana saja," tutupnya.








Sumber : Detik
readmore »»  

Insinyur Indonesia jajaki bantu kemandirian pengadaaan Alutsista TNI


Jakarta (MI) : Panglima TNI Jenderal TNI Dr Moeldoko didampingi Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, Asrenum Panglima TNI Mayjen TNI Sumedy, SE, MM, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha Garjitha, SH, dan Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, menerima kunjungan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ir Bobby Gafar Umar, di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (13/5/2015).
Ketua Umum PII menyampaikan bahwa Persatuan Insinyur Indonesia adalah organisasi tertua setelah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), mempunyai anggota lebih kurang 20.000 orang dari sekitar 700.000 Insinyur, dengan 116 cabang organisasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ada pun tugas utama PII diantaranya, sebagai teknokrat diminta untuk memberikan masukan kepada pemerintah guna mempercepat terhadap pembangunan infrastruktur. Selanjutnya, PII melaksanakan penjajakan kerjasama dengan TNI, sehingga dapat membantu mendukung kemandirian pengadaan Alutsista TNI.
Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa rencana kerjasama di bidang teknologi perlu ditindaklanjuti dalam bentuk MoU, dalam penciptaan teknologi yang dapat digunakan untuk mendukung kepentingan TNI atau masyarakat umum. Demikian perlu dipertimbangkan terhadap kemampuan atau keahlian yang dimiliki anggota TNI yang diperoleh melalui pendidikan dinas seperti kursus, pelatihan atau pengalaman kerja sehari-hari untuk mendapatkan sertifikasi dari PII sebagai bentuk penghargaan kompetensi yang diakui sampai dengan tingkatan yang lebih luas atau di tingkat internasional.
Turut hadir mendampingi Ketua Umum PII adalah Dewan Insinyur Dr Ir A Qoyum, Ketua Badan Kejuruan Industri Ir Indracahya, Sekjen PII Prof Dr Ir Danang Parikesit, Dir Eksekutif Ir Faizal Safa, Wakil Sekjen Ir Nur Saadah dan Pengurus Pusat Ir Rudianto. 






readmore »»  

TNI AL Sambut Rigel 933, Kapal Tercanggih se-Asia


JAKARTA (MI) : Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) hari ini menyambut kedatangan KRI Rigel 933 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapal perang jenis bantu hidro-oseanografi (BHO) yang dibuat digalangan kapal OCEA Perancis ini memiliki ukuran panjang 60,1 meter, lebar 11,5 meter dan bobot 560 ton. Kapal yang dilengkapi dengan berbagai teknologi modern ini dianggap sebagai kapal tercanggih se-Asia.

"Kapal ini akan memperkuat alutsista (alat utama sistem persenjataan) TNI AL karena mampu melakukan pemetaan dan pendataan bawah laut. Teknologi terus berkembang, memang sekarang Indonesia lebih dulu memiliki, negara lain belum," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi di Tanjung Priok, Jumat (15/5/2015).

Menurut KSAL, kelebihan lain kapal ini adalah kemampuan manuver yang sangat baik dan dilengkapi dengan robot bawah air yang bisa mengambil sampel bawah laut dan mampu menyelam sampai kedalaman 1.000 meter.

"Kapal inilah yang diperlukan hidro oseanografi khususnya dan TNI AL pada umumnya demi kepentingan pertahanan negara sekaligus memenuhi kebutuhan kapal-kapal survei dalam pemutakhiran data-data perairan baik untuk navigasi maupun survei kedalaman," jelasnya.

Ade berharap, keberadaan kapal Rigel yang diambil dari nama bintang paling terang ini mampu menambah eksistensi peran TNI AL. Sekaligus menjadi konektivitas maritim dan tol laut. 

"Dalam program MEF kita ajukan dua kapal, satu sudah sampai di sini (Indonesia) dan satunya lagi pada Juli-Agustus akan selesai," ucapnya. 






Sumber : Sindonews

readmore »»  

Indonesia Beli Alutsista dari AS Rp 611 Miliar


Washington DC (MI) : Indonesia, Irak, dan Malaysia telah mengajukan pembelian amunisi dan dua jenis rudal dari Amerika Serikat. Total dari pembelian alat perang oleh tiga negara itu sekitar US$ 431 juta atau setara Rp 5,6 triliun.
Seperti yang dilansir UPI.com pada 7 Mei 2015, ketiga negara itu memesan amunisi mortir daya ledak tinggi, AIM-9X-2 rudal Sidewinder, dan rudal AIM-120C7 AMRAAM melalui program Foreign Military Sales.


Badan Kerja Sama Pertahanan Keamanan AS yang mengelola program Foreign Military Sales (FMS) menyatakan kepada Kongres bahwa penjualan itu untuk melayani kepentingan keamanan nasional AS. Pemesanan oleh tiga negara tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Departemen Luar Negeri AS.


Irak, lembaga itu menyatakan, secara khusus memesan satu paket berisi 5.000 amunisi mortir peledak 81 milimeter, 684 ribu amunisi M203 40 milimeter peledak tinggi, 532 ribu amunisi MK19 40 milimeter, dan 40 ribu bahan peledak 155 milimeter. Total semua amunisi senilai US$ 363 juta (Rp 4,7 triliun). Juga termasuk permintaan amunisi kecil untuk senjata, suku cadang dan perbaikan, dukungan peralatan, publikasi dan dokumentasi teknis, pelatihan personel, serta peralatan pelatihan.


"Penjualan ini juga mengusulkan amunisi tambahan yang sangat penting dalam memberikan kemampuan daya tempur lanjutan bagi Irak dalam memerangi pemberontakan ekstremis terorganisasi di Irak," demikian pernyataan lembaga tersebut.

Terakhir, Irak pada Desember 2014 memesan 175 tank Abrams dan Humve, serta senapan mesin dan peluncur granat.


Indonesia telah memesan 30 AIM-9X-2 rudal Sidewinder dan sistem terkait agar mampu mengalahkan ancaman terhadap stabilitas regional dan dalam negeri. Sidewinder adalah rudal dari Raytheon lintas udara yang menggunakan homing inframerah sebagai kontrolnya.


Selain 30 rudal operasional, permintaan Indonesia terhadap FMS juga termasuk AIM-9X-2 rudal captive pelatihan udara, Blok II unit bimbingan rudal taktis, dan rudal udara pelatihan dummy. Kontainer, set tes dan dukungan peralatan, suku cadang dan perbaikan, pelatihan personel dan pelatihan peralatan, serta logistik senilai US$ 47 juta atau sekitar Rp 611 miliar.


Malaysia memesan peralatan militer senilai US$ 21 juta atau setara Rp 273 miliar. Permintaan Malaysia adalah untuk sepuluh unit AIM-120C7 Air-to-Air Missiles, atau AMRAAM, ditambah suku cadang dan aksesori yang akan memastikan kemampuan berkelanjutan pesawat F/A-18D.








Sumber : TEMPO
readmore »»  

Dubes RI Untuk Jepang Bertemu Menhan Sampaikan Rencana Pengadaan Pesawat ShinMaywa

http://dmc.kemhan.go.id/images/uploads/975992dmc-2.jpg

Jakarta (MI) : Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra bertemu Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, Selasa (5/05) di Kantor Kemhan, Jakarta.

Dalam kunjungannya ke Menhan tersebut untuk menyampaikan Implementasi MoU kerjasama dibidang pertahanan antara RI dan Jepang, khususnya perkembangan rencana pengadaan Pesawat Amphibi ShinMaywa Industries US-2 dari Jepang. Menurut Yusron Ihza Mahendra, Pemerintah Jepang kini tengah menunggu penawaran sistem dan skema pembelian pesawat ini dari Pemerintah Indonesia.

Pesawat ini bisa digunakan Operasi Militer Selain Perang seperti misi penyelamatan di laut dan sebagai alat transportasi angkut udara untuk membantu penanganan bencana alam. Menhan tertarik dengan salah satu keunggulan dari Pesawat Amphibi ShinMaywa Industries US-2 ini, yaitu pesawat ini bisa menahan gelombang ombak setinggi 3 meter saat berada di laut.
Sumber :  DMC Kemhan
readmore »»  

Kemhan Sebut Bisnis Alutsista dengan Prancis Tetap Berjalan


Jakarta (MI) : Sekjen Kementerian Pertahanan Letjen TNI Ediwan Prabowo menegaskan bisnis antara Indonesia dengan Prancis terkait alat utama sistem senjata (alutsista) tetap berjalan. Hubungan pertahanan dua negara diklaim tidak terpengar dengan eksekusi mati gembong narkoba yang juga diprotes Prancis.

"Sejauh ini Kementerian Pertahanan RI dengan Kementerian Pertahanan Prancis hubungannya baik," ujar Ediwan di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (28/4/2015).

Hubungan bisnis ini menurut Ediwan tetap berlangsung baik. Namun Kemhan akan tetap mengantisipasi adanya dampak bisnis senjata akibat eksekusi mati gembong narkoba. Seorang warga negara Prancis yakni Serge Areski Atlaoui juga masuk daftar eksekusi mati.

"Kita government to business. Bukan hanya government to government tapi juga government to business, di situ berlaku hukum bisnis juga," jelasnya.

Tapi bila kerjasama pembelian alutsista mendadak dihentikan, pemerintah akan menggugat dengan hukum kontrak bisnis yang sudah diteken dua negara.

"Antisipasi artinya kita mengambil langkah-langkah kalau kemungkinan sampai terburuk ada. Tapi harapan kita juga tidak ada, selama ini hubungan kita juga baik kok dengan Prancis, banyak kita kerjasama dengan Prancis," jelasnya.









Sumber : Detik
readmore »»