Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

Pemerintah Akan Tambah Anggaran Alutsista


JAKARTA (MI) :Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan bahwa pemerintah akan menambah anggaran untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista). Penambahan anggaran akan dimasukkan dalam APBN 2016.

"Iya tentu, sesuai anggaran. Kan kalau kita tidak bisa langsung kasih, itu harus, nanti lagi kita tambah di anggaran 2016," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (2/7/2015).
Mengenai berapa tambahan anggaran alutsista yang akan diajukan nanti, Kalla menyampaikan bahwa hal itu tergantung dari kemampuan anggaran negara.

Saat berada di Kompleks Parlemen untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, Rabu (1/7/2015), calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa ia dan Komisi I DPR sepakat untuk membeli pesawat baru.

Gatot menegaskan bahwa ia bertekad untuk memperkuat alutsista milik TNI Angkatan Udara. Oleh karena itu, Gatot akan mengupayakan pesawat TNI ke depannya tidak lagi berasal dari hibah, melainkan unit yang baru dibeli.

Kendati demikian, ia juga mengatakan, proses transfer teknologi tetap menjadi fokus perhatian TNI dalam setiap pengadaan alutsista yang berasal dari luar negeri. Hal itu bertujuan untuk membesarkan industri pertahanan dalam negeri sehingga lambat laun dapat memproduksi sendiri alutsista yang dibutuhkan TNI.







Sumber : KOMPAS
readmore »»  

Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas

Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas

Jakarta (MI) : Setelah ekonomi pulih dari krisis yang mendera sejak 1997, Indonesia kembali gencar memperkuat pertahanan dalam negerinya. Pembelian besar-besaran segera dilakukan, tujuannya adalah untuk mengganti peralatan tempur maupun mesin perang yang sudah usang dengan yang baru.

Sayang, upaya ini sempat terhambat akibat kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) dan sekutunya yang mengembargo pembelian senjata terhadap Indonesia. Meski begitu, Indonesia tetap berupaya melakukan pembelian, salah satunya dengan Rusia demi mendatangkan Sukhoi Su-27.

Berakhirnya embargo senjata membuat Indonesia lebih gencar mencari alutsista baru dari berbagai negara. Mulai dari kapal perang, kendaraan angkut personel hingga tank masuk ke dalam daftar belanja Indonesia.

Rencana-rencana pembelian ini rupanya tak hanya jadi sorotan di Indonesia, tapi juga dunia. Banyak media maupun situs pertahanan internasional memberitakan upaya TNI untuk mengganti alutsista lama dengan yang baru.

Berikut beberapa pembelian alutsista TNI yang jadi perhatian dunia :


1.
Sukhoi Su-35
Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas 

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) akan memperbarui armada tempurnya dengan membeli pesawat Sukhoi Su-35 Flanker. Pembelian ini dilakukan untuk mengganti pesawat F-5 Tiger buatan Amerika Serikat yang sudah semakin uzur.

Rencana pembelian Su-35 oleh TNI AU ternyata menjadi sorotan dunia. Sejumlah situs persenjataan dunia ikut menyoroti soal pembelian jet tempur canggih ini. Terbukti pembangunan alutsista TNI cukup dipantau dunia.

Situs airforce-technology.com dan defenseworld.net, laman yang membahas khusus kekuatan tempur udara ini merilis niat Indonesia membeli peralatan canggih buatan Rusia itu.

Dengan mengutip pernyataan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Agus Supriatna, pesawat Su-35 masuk ke dalam daftar pembelian yang dilakukan mulai tahun ini. Selain Su-35, Indonesia juga mengincar F-16 Block 52+ Fighting Falcon, Eurofighter Typhoon, dan Swedish JAS 39 Gripen fighters.

Menurut Agus, Su-35 masuk dalam daftar incaran karena dapat memenuhi kebutuhan alutsista TNI Angkatan Udara, dan lebih mudah dioperasikan. "Semua bisa dipesan, tapi kami sebagai operator ingin empat pesawat baru," ujarnya.

Keinginan tersebut mendapat tanggapan positif dari Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin. Dia berharap agar pembelian pesawat ini bisa terealisasikan.

"Kerja sama militer antara kedua negara telah terbangun beberapa waktu lalu, dan kami ingin meningkatkannya lagi," kata Mikhail.

Meski begitu, Indonesia masih belum memutuskan jenis pesawat tempur untuk menggantikan F-5 E Tigers buatan Northrop Grumman. Saat ini, TNI AU masih mengoperasikan 11 F-5E/F yang bermarkas di Skadron 14 Lanud Iswahyudi.

Sukhoi Su-35 merupakan model terbaru dari Su-27M Flanker, di mana terdapat peningkatan terhadap kemampuan superioritas tempur udara, dan didesain agar bisa menembak berbagai target dengan menggunakan peluru kendali maupun non-kendali.


2.
Helikopter anti-kapal selam



Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) segera memperkuat pertahanan perairan dengan mendatangkan helikopter anti-kapal selam. Sebanyak 11 unit heli canggih ini akan dibeli dari perusahaan penerbangan Eropa, Airbus.

Rencana pembelian ini rupanya mulai menjadi perhatian internasional. Sejumlah media menganggap pembelian ini dapat meningkatkan kemampuan militer Indonesia dari ancaman bawah laut.

"Skuadron penerbangan, bernama Skuadron Udara 100, akan dibangun untuk memberi dukungan operasional terhadap armada baru 11 heli anti-kapal selam berupa AS-565 MBe Panther," demikian ditulis thediplomat, Minggu (21/6).

Tidak ada tanggal yang pasti skuadron ini akan mulai beroperasi. Namun, sesuai keterangan dari sejumlah pihak di TNI AL, media ini memperkirakan skuadron akan dimulai saat Panther pertama diterima. Sehingga, unit ini akan terbentuk awal tahun depan.

"Panther ini telah menjadi satu dari platform anti-kapal selam ringan/menengah terbaik di dunia, di mana terdapat sistem ASW terkini serta kemampuannya untuk dioperasikan dari kapal korvet maupun frigat kecil," sahut Kepala Regional Asia Tenggara dan Pasifik, Philippe Monteux di Airbus.

Diperkirakan, heli canggih ini akan diterima secara keseluruhan pada akhir 2017 mendatang. Skadron yang ditugasi untuk mengoperasikannya akan ditempatkan di Lanud Juanda, Surabaya.

Helikopter ini akan dioperasikan untuk kapal korvet SIGMA 10514 dan korver kelas Bung Tomo. Sebagai perlengkapannya, heli AS-565 Panther akan dipasangi torpedo ASW Raytheon Mk 46 atau Whitehead A.244/S lightweight, dan termasuk sonar DS-100 helicopter long-range active sonar (HELRAS).

DS-100 merupakan jenis sonar versi 1.38 kHz dari AQS-18A yang lebih populer. Alat ini mampu mendeteksi benda hingga kedalaman 500 menter untuk pemantauan dan pencarian bawah laut. Dengan resolusi proses dopler dan denyut yang panjang, bisa mendeteksi kapal selam meski melaju dengan kecepatan sangat rendah.

Bersama L-3, DS-100 bisa dipakai untuk mendeteksi, menetapkan target dan meluncurkan senjata terhadap target kapal selam di kedalaman atau perairan dangkal.


3.
Tank Leopard



Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas 

Bila alutsista baru bagi TNI AU dan TNI AL masih dalam proses pemesanan dan pembuatan, TNI Angkatan Darat sudah lebih mendapatkan mesin perang baru. Mesin perang yang dimaksud adalah Tank Leopard 2 buatan Rheimentall, Jerman.

Leopard 2 merupakan tank jenis Main Battle Tank (MBT) dengan kemampuan tembak yang cukup mumpuni, beratnya pun mencapai 62 ton dengan jarak tembak 4 km. Tank ini dioperasikan oleh Batalyon Kavaleri 8/2 Narasinga Wiratama di Pasuruan.

Sebelum tiba di Indonesia, rencana pembelian Tank Leopard ini sempat menjadi pusat perhatian dunia, maupun negara tetangga. Beberapa media, khususnya situs militer, memuat berita soal Leopard yang bakal memperkuat pertahanan RI.

Malaysiandefence.com misalnya, memuatnya dengan berjudul 'Indonesia getting Hercules planes and Leopard MBTs too'. Tulisannya menyadur situs berita Asiaone, di mana Indonesia mendapatkan menerima Leopard, ditambah Tank Marder.

Sementara, defenseindustrydaily.com dalam tulisannya berjudul 'Indonesia Becomes the Latest Buyer of German Tanks' lebih menitikberatkan pembelian tank tersebut. Situs ini juga menyebut Indonesia merupakan pengguna tank terbesar, di atas Singapura.

4.
SPR-2 Kopassus
 Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas

 PTPindad mampu membuat senapan sniper SPR 2 yang membuat dunia militer internasional kaget. Pasalnya, senapan ini mampu menjangkau target dengan jitu dalam jarak lebih dari 2 km.

"Kita sedang bikin 150 pucuk (senapan SPR 2) buat Kopassus, dunia sniper internasional sudah gempar. Senapan SPR 2 ini jangkauannya sampai 2 km," kata kadep komunikasi Pindad Sena Maulana di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (5/11).

Menurutnya jenis peluru senjata sniper SPR 2 ditakuti banyak negara. Peluru ini mampu menembus kendaraan lapis baja sekalipun.

"Pelurunya 12,7 mm anti material, jenis pelurunya paling ditakuti karena bisa menembus tank dan kendaraan lapis baja. Peluru ini dapat menembus baja lalu terbakar dan meledak di dalam," terang dia.

Masih menurutnya, senapan sniper SPR 2 ini berawal dari sniper SPR 2 milik TNI yang tak berani diuji coba. Kemudian Pindad berusaha menguji dan akhirnya membuat sendiri.

"Tahun 2003, TNI punya 3 pucuk dari negara lain tapi enggak berani uji karena berat dan besar. Akhirnya kita uji bareng-bareng lalu kita buat sendiri tahun 2006, itu awalnya," pungkas dia.








Sumber : Merdeka

readmore »»  

DPR: Alutsista TNI di Wilayah Perbatasan Masih Minim


Nunukan (MI) : Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengakui kondisi alutsista bagi prajurit TNI dan kepolisian di wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, masih sangat minim.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum dan Keamanan, Desmond J Mahesa di Nunukan, Senin (15/6), mengutarakan kunjungannya di daerah itu dalam rangka melihat langsung kondisi keamanan dan pertahanan negara di perbatasan RI-Malaysia termasuk kemampuan alutsista yang dimiliki.
Berkaitan dengan itu, untuk membuktikan kekurangan peralatan tersebut, dia mengatakan, persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masih minimnya peralatan perang dan pengamanan perbatasan.
"Saya sengaja datang disini (Nunukan) untuk melihat langsung kondisi peralatan yang dimiliki aparat pengamanan TNI dan kepolisian di perbatasan," ujar legislator Partai Gerindra ini seraya menambahkan Polda Kaltim telah melaporkan soal kekurangan pesawat dan persenjataan bagi penjaga wilayah perbatasan sehingga perlu direspon.
Persoalan pengamanan perbatasan, lanjut Desmond J Mahesa, tentunya dibutuhkan alutsista yang memadai termasuk jumlah personil semua jajaran TNI dan kepolisian di Kabupaten Nunukan yang luas wilayahnya berbatasan dengan Negeri Sabah hingga Negeri Sarawak, Malaysia.
Desmond J Mahesa juga menanggapi soal pesawat dan kapal perang Malaysia sering ditemukan memasuki wilayah Indonesia di daerah itu karena kemungkinan ingin menguji kemampuan aparat keamanan.
Oleh karena itu, apabila kondisi alutsista kita masih sangat minim di wilayah perbatasan maka tidak tertutup kemungkinan akan melakukan langkah yang sama pada masa yang akan datang yang berdampak pada kewibawaan NKRI.
Berkaitan dengan persoalan yang dialami di wilayah perbatasan ini, Komisi III DPR RI tentu akan membicarakannya dengan pemerintah untuk menemukan solusi agar negara tetangga tidak serta merta melakukan tindakan-tindakan yang provokatif.
Sumber :  Harianterbit
readmore »»  

Pesan Menhan pada Prajurit TNI: Baik-baik dengan Rakyat!

Pesan Menhan pada Prajurit TNI: Baik-baik dengan Rakyat!

Jakarta (MI) : Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ingin TNI terus menjadi bagian dari rakyat Indonesia. Pada para calon perwira TNI, Ryamizard meminta mereka untuk 'baik-baik dengan rakyat'.

"'Baik-baik dengan rakyat' bukan hanya slogan atau bunyi-bunyian saja tapi harus dipahami makna dan nilai-nilainya dan dilaksanakan. Dengan begitu rakyat akan tergugah bersama TNI membangun bangsa ke arah yang lebih baik," kata Menhan Ryamizard Ryacudu dalam keterangan persnya, Jumat (12/6/2015).

Ia berharap kebersamaan dan pengabdian pada negara terus dikokohkan para prajurit TNI. Ryamizard juga menekankan pentingnya displin saat bertugas dan sehari-hari sehingga bisa menempa diri menjadi prajurit yang tangguh.

"Prajurit TNI harus tetap memegang netralitas. Politik bagi TNI adalah politik negara," sambungnya.

Saat bertugas, kata Ryamizard, sangat penting bagi para prajurit untuk menggunakan fasilitas dan mengoperasikan alutsista dengan baik. Hal ini menjadi penting agar fasilitas negara itu bisa digunakan secara optimal dan mencapai usia pakai yang diharapkan.

"Itu bentuk pertanggungjawaban kita pada negara," tegasnya.

"Dengan berbekal loyalitas, dedikasi, profesionalisme dan pembentukan selama ini, prajurit TNI akan berasil menghadapi dinamika perkembangan di daerah, nasional dan internasional. Ini juga tentu akan akan mengantarkan kejayaan dan kebesaran Indonesia pada masa yang akan datang," pungkasnya.









Sumber : Detik
readmore »»  

Panglima TNI : Alutsista Harus Satu Merk Agar Efisien


http://www.gatra.com/images/gatracom/2014/default_foto/tokoh/J-N/Moeldoko_PanglimaTNI_ANTARA_JessicaHelenaWuysang.jpeg

Jakarta (MI) : Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menerima paparan dan menyaksikan demonstrasi pengecekan Uji Fungsi Alat Komunikasi Tank Leopard, di Pusdikkav Padalarang Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/6).

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI selain menerima paparan alat komunikasi Tank Leopard dari Mr. Sendy Olejniczatk juga menyaksikan demonstrasi komunikasi dari Tank Leopard ke Pusdik Infanteri, demonstrasi komunikasi antar Tank Leopard, komunikasi Tank Leopard dengan satuan Infanteri dan demonstrasi komunikasi internal awak Tank Leopard.

Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan, kebijakan TNI untuk membangun interoperability dalam konteks hardware dan software, harus memperhatikan hal-hal yaitu mempersempit merk radio.

"Karena banyak sekali merk radio sehingga kita tertarik untuk membelinya, kita terlalu banyak merk radio sehingga sulit untuk merawatnya. PPRC sudah menggunakan radio Harris, Marinir, dan harapan saya Kavaleri juga menggunakan radio Harris agar pada saat latihan gabungan mudah, tidak perlu membeli satu alat lagi untuk mengintegrasikan karena satu populasi dan ini perlu dipikirkan bersama," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI terinspirasi dari upaya Tentara Amerika untuk menyederhanakan berbagai Alutsista yang menuju ke satu jenis agar pemeliharaannya menjadi efisien.

"Dan kita menuju kesana, saat ini mulai bagus, TNI AL menggunakan Bell, TNI AD menggunakan Bell sehingga pemeliharaannya jauh lebih murah  dan mudah karena satu jenis," tegas Panglima.

Panglima TNI menekankan kepada Komandan Pusat Kavaleri supaya radio yang canggih ini penuh dengan aksesoris dan fungsi, diharapkan para personel pengawak dapat menggunakan alat tersebut dengan baik. 

"Data sudah tersedia supaya dipahami dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya serta dioptimalkan penggunaanya. Saat ini mulai dipikirkan bagaimana menggunakan software ini untuk dimainkan dari posko satu  dan ditingkatkan di posko dua bagaimana, dan bisa ditambah lagi dalam penciptaan situasi yang tiba-tiba sehingga unsur Komando di dalam Tank itu selalu berfikir bagaimana cara untuk mengatasinya," ucap Moeldoko.








 Sumber : GATRAnews
readmore »»  

TNI Harus Lebih Disegani di Kawasan Regional


JAKARTA (MI) : Pengamat militer, Mufti Makarim, mengatakan bahwa salah satu amanat yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Panglima TNI adalah menjadikan lembaga pertahanan negara tersebut semakin disegani di kawasan regional. Salah satu caranya dengan mempertahankan konsolidasi di antara ketiga matra TNI.

"Dalam dua kali pertemuan Jokowi dengan Panglima TNI dan Kepala Polri, Jokowi berpesan agar TNI menjadi kekuatan yang lebih disegani di kawasan regional," ujar Mufti kepada Kompas.com, Kamis (11/6/2015).

Mufti mengatakan, konsolidasi yang dilakukan Panglima TNI diharapkan dapat memperkuat fungsi TNI sebagai alat pertahanan negara. Dengan begitu, TNI dapat menjalankan tugasnya dengan sikap profesionalitas dan lebih bertanggung jawab.

Selain itu, menurut Mufti, tantangan yang lebih besar bagi TNI adalah mengawal agenda Nawacita yang digagas pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hal itu termasuk mengawal pengelolaan pemerintah di bidang ekonomi, politik, dan pertahanan.

"Dukungan telah diberikan dengan meningkatkan kapasitas alutsista (alat utama sistem persenjataan) dan kesejahteraan bagi prajurit TNI. Panglima TNI harus memberi jaminan efektivitas pengelolaan alutsista serta menjamin profesionalitas prajurit," kata Mufti.

Masa tugas Panglima TNI Jenderal Moeldoko akan berakhir sebelum ia masuk masa pensiun pada 1 Agustus 2015. Presiden Jokowi telah mengusulkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon panglima TNI kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat.

Anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, mengatakan bahwa keputusan tersebut telah dipertimbangkan secara matang oleh Presiden. Menurut dia, Presiden memperhatikan kepentingan penguatan organisasi TNI untuk menghadapi perubahan geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi kawasan.







Sumber : KOMPAS
readmore »»  

Menhan Ingin Kekuatan Pertahanan Indonesia Masuk Urutan 10 Besar Dunia

http://dmc.kemhan.go.id/images/uploads/769232menhan-pengarahan-taruna-aau-ok.JPG

Yogyakarta (MI) : Sebagai bangsa yang besar sudah sewajarnya Indonesia memiliki kekuatan pertahanan yang setara dengan negara-negara besar lainnya. Karena kekuatan pertahanan sangat diperlukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan konflik bersenjata atau deterrent effect.
Kekuatan pertahanan Indonesia saat ini yang berada pada urutan 19 dunia dan urutan 9 di Asia Pasifik harus diperkuat. Dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun mendatang, Indonesia diharapkan mampu masuk urutan 10 besar atau setidak-tidaknya urutan 15 dunia.

Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat memberikan pengarahan kepada Taruna/Taruni Akademi Angkatan Udara (AAU), Selasa (9/6) di AAU, Yogyakarta. Dalam pengarahan ini, Menhan didampingi Gubernur AAU. Hadir pula beberapa pejabat di lingkungan Kemhan antara lain Dirjen Strahan Kemhan, Dirjen Renhan Kemhan, Dirjen Kuathan Kemhan, Karo TU Setjen Kemhan dan Kapuskom Publik Kemhan.

Untuk mencapai harapan diatas, maka lebih lanjut menurut Menhan seluruh pemangku kepentingan khususnya Prajurit TNI termasuk para Taruna/Taruni harus mempunyai kemauan keras dan upaya serta obsesi kuat untuk meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme.

Selain peningkatan kekuatan pertahanan negara, disisi lain tidak kalah penting Menhan juga menekankan akan pentingnya meningkatkan wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara serta persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia yang saat ini dinilai mengalami adanya penurunan.
Oleh karena itu, pemerintah melalui Kemhan turus bekerja keras meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan kepada seluruh masyarakat. Karena kekuatan pertahanan bangsa Indonesia adalah perang semesta, dimana syaratnya adalah harus memiliki wawasan kebangsaannya tinggi.

Pembinaan wawasan kebangsaan dan juga bela negara sangat penting untuk menumbuhkembangkan rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan sebagai pemersatu bangsa di dalam kehidupan sehari-hari. “Persatuan dan kesatuan itu sangat penting, dimana merupakan kekuatan suatu bangsa. Persatuan dan kesatuan diperoleh dengan pemahaman wawasan kebangsaan”, tambah Menhan.

Untuk itu lebih lanjut Menhan berharap kepada segenap Prajurit TNI sebagai Duta Kementerian Pertahanan dimanapun berada untuk ikut bertanggungjawab dalam menggerakan dan meningkatkan wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara setiap warga di lingkungannya masing-masing. Karena dengan tingginya wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara, bangsa Indonesia akan siap dalam menghadapi setiap hambatan, gangguan, ancaman dan tantangan.
Sumber : DMC Kemhan
readmore »»  

Bentuk Pasukan Elite Gabungan, TNI Bentengi RI dari Teror

Bentuk Pasukan Elite Gabungan, TNI Bentengi RI dari Teror

Jakarta (MI) : Tentara Nasional Indonesia membentuk pasukan elite untuk menangkal kejahatan terorisme di tanah air. Pasukan itu gabungan dari tiga matra –Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan diberi nama Komando Operasi Khusus Gabungan TNI.

Komando Operasi Khusus Gabungan ini diresmikan oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Selasa (9/6). “Pasukan ini berjumlah 90 prajurit dan berasal dari tiga pasukan khusus, yakni Sat-81 Kopassus TNI AD, Denjaka Marinir TNI AL, dan DenBravo Kopaskhas TNI AU,” kata Moeldoko.
Satuan 81/Penanggulangan Teror Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD memiliki kemampuan khusus bergerak cepat di tiap medan, menembak tepat, mengintai, dan tentu saja antiteror. Kekuatan satuan ini, baik jumlah personel maupun persenjataannya, dirahasiakan sesuai visi misi mereka, yakni untuk tidak diketahui, tidak terdengar, dan tidak terlihat.

Sementara Denjaka (Detasemen Jala Mengkara) TNI AL ialah gabungan antara personel Kopaska yakni satuan khusus untuk peperangan laut –setingkat US Navy SEALs, dan personel Batalyon Intai Amfibi yang juga satuan elite Korps Marinir. Denjaka sendiri merupakan satuan antiteror AL. Mereka bisa beroperasi di wilayah RI mana saja, namun dengan kekhususan pada antiteror di laut.

Terakhir, DenBravo Kopaskhas (Korps Pasukan Khas) TNI AU ialah satuan pasukan elite AU setara Kopassus yang bahkan disebut memiliki kemampuan di atas US Special Tactics Squadron.

Moeldoko menyatakan gabungan ketiga pasukan elite tersebut akan menghadang dan menangani ancaman terorisme di Indonesia. Ia menegaskan Komando Operasi Khusus Gabungan bukan dibentuk untuk menyaingi Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, namun lebih sebagai upaya preventif TNI jika diminta Presiden membantu polisi menangani aksi terorisme.

“Intinya jangan sampai kalau TNI ditunjuk atau ditetapkan sebagai pelaku penyelesaian terorisme, kami tidak mampu atau tidak siap," ujar Moeldoko.

Untuk bergabung ke pasukan khusus tersebut, prajurit dari tiga satuan khusus pada tiga matra harus mengikuti seleksi ketat. “Orang-orang yang masuk 90 prajurit di sini adalah yang betul-betul dipersiapkan dengan baik. Yang enggak terpilih akan masuk dalam pembinaan Kopassus atau Denjaka lagi,” kata Moeldoko.

Kepemimpinan di tubuh pasukan khusus gabungan antiteror TNI ini akan dijabat secara bergiliran. Untuk enam bulan pertama, ujar Moeldoko, jabatan itu akan dipegang Komandan Jenderal Kopassus. Enam bulan berikutnya giliran Komandan Marinir, dan dilanjutkan oleh Komandan Paskhas.

Moeldoko berharap pembentukan pasukan khusus ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat. "Jangan macam-macam. Pasukan saya siap. Ini pesan saya kepada yang pernah mengancam saya," kata dia.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Edhy Tedjo Purdijatno menyatakan perang modern membutuhkan kemampuan seluruh matra di tubuh militer. Mantan KSAU itu yakin satuan khusus gabungan antiteror TNI ini dapat menjalankan operasi yang bersifat asimetrik.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksma Manahan Simorangkir menyebut Komando Operasi Khusus Gabungan antara lain akan diturunkan untuk menghadapi teror besar (intensifying counter-terrorism efforts).








Sumber :  CNN
readmore »»  

Ini Alasan Jokowi Pilih Gatot Nurmantyo sebagai Calon Panglima TNI


JAKARTA (MI) : Anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, menyatakan, keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai calon panglima TNI telah diperhitungkan dengan matang.
Teten mengatakan, ada pertimbangan penguatan organisasi di tubuh TNI untuk menghadapi perubahan geopolitik dalam keputusan Presiden tersebut.

"Presiden memperhatikan kepentingan penguatan organisasi TNI untuk menghadapi perubahan geopolitik, geo-ekonomi, dan geostrategi kawasan," kata Teten melalui pernyataan tertulis, Rabu (10/6/2015).

Teten mengatakan, surat dari Presiden Joko Widodo terkait penunjukan Gatot sebagai calon panglima TNI telah disampaikan kepada pimpinan DPR RI pada Selasa (9/6/2015). DPR akan segera merespons surat tersebut dengan menggelar rapat pimpinan dan menyerahkannya kepada Badan Musyawarah DPR.

Ia melanjutkan, Presiden Jokowi memiliki hak prerogatif untuk mengangkat atau memberhentikan panglima TNI dengan persetujuan DPR. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 10 yang menyebut presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, serta sesuai amanat Pasal 13 UU Nomor 34/2004 tentang TNI.
"Presiden berharap DPR bisa memberikan persetujuan dalam waktu yang tidak terlalu lama mengingat Panglima TNI Jenderal Moeldoko akan memasuki masa pensiun pada 1 Agustus mendatang," kata Teten.








Sumber : KOMPAS
readmore »»  

Pecundangi AS dan Inggris, TNI AD Juara Menembak Delapan Kali Beruntun



JAKARTA (MI) : Tim penembak TNI AD kembali mengharumkan nama Indonesia dalam ajang lomba nembak tahunan tingkat internasional dengan menyabet juara umum, Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015.

Kejuaraan yang berlangsung sejak 20-23 Mei di Puckapunyal, Victoria, Australia ini diikuti 17 tim dari 15 negara memperebutkan 50 medali emas.

"Lomba tembak ini merupakan event tahunan yang diadakan oleh Angkatan Darat Australia, dalam rangka memperebutkan piala KSAD sana (Australia)," ujar Pangkostrad Letjen Mulyono di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (25/5/2015).

Hasilnya, kontingen Indonesia berhasil menyabet 30 medali emas; 16 perak dan 10 perunggu, mengalahkan kontingen lainnya dari negara-negara maju yang selama ini dikenal memiliki persenjataan canggih seperti, Amerika Serikat (AS) yang hanya mendapatkan, empat medali emas, Inggris dengan tiga medali emas, kemudian Australia hanya memperoleh lima medali emas.

Sedangkan, Jepang, Brunei Darussalam, Filipina dan New Zealand, serta Singapura masing-masing mendapatkan satu medali emas. Sementara, Kanada, Malaysia, Timor Leste, Tonga dan Papua New Guinea (PNG) tidak berhasil membawa pulang medali emas.

"Tim penembak kita berhasil meraih hasil yang sangat-sangat spektakuler. Rasa bangga juga bahwa prestasi yang diperoleh tim kita pada 2015, merupakan prestasi ke delapan secara berturut-turut," katanya.

TNI AD sudah 12 kali mengikuti event kejuaraan nembak AASAM sejak 1991 silam. Namun, sejak 2008 hingga kini tim penembak TNI AD berhasil mengukir prestasi sebagai juara umum. "Inilah prestasi yang sangat membanggakan bahkan bisa mengalahkan negara-negara maju. Artinya, dari Sumber Daya Manusia (SDM) kita tidak kalah," ucapnya.

Mulyono juga mengucapkan terimakasih kepada PT Pindad yang telah mampu memproduksi dua senjata SS2 varian 4 dan pistol G2 Elit yang digunakan penembak untuk kategori, menembak pistol, senapan, senapan otomatis, sniper dan gabungan.







Sumber : Okezone
readmore »»  

Pembangunan Kodam Papua Barat Kasuari Selasa Ini Dimulai‏


Jayapura (MI) : Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmatyo dijadwalkan akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kodam Papua Barat yang berlokasi di Arfai, Manokwari, pada Selasa (26/5). Dandim 1703/Manokwari, Letkol Inf Stevanus Satrio Ariwibowo menuturkan pembangunan Kodam Papua Barat akan dibangun diatas lahan 24,7 hektar.


Dalam pembangunan tahap awal ini, akan dilakukan pembangunan markas komando dan markas satuan pendukung. "Pembangunan tahapan awal ini juga akan dibangun perumahan panglima dan asisten pendukung," katanya, Senin (25/5) saat dihubungi lewat telepon selularnya.

Sore ini KSAD dijadwalkan tiba di Manokwari dan langsung menuju ke Pulau Mansinam untuk bersepeda. "Selasa pagi, KSAD melakukan peletakan batu pertama dan siang harinya langsung menuju ke Kodam Udayana," jelasnya.

Sebelumnya, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen Siahaan menuturkan pembangunan Kodam Papua Barat direncanakan akan dirampungkan pada akhir 2015. Nantinya Kodam ini akan diberi nama Kodam XVIII/Kasuari.

"Panglima pertamanya yang akan memimpin Kodam Kasuari diharapkan adalah putra asli Papua. Saat ini sudah ada dua putra asli Papua yang menjadi Jenderal dan satu orang yang berpangkat Kolonel," kata Pangdam beberapa waktu lalu di Jayapura.

Kodam Kasuari nantinya akan membawahi Korem 171 dan Korem 173 dan denagn sendirinya kelengkapan lain seperti kodim dan koramil akan mengikuti pembentukan Kodam baru ini.








Sumber : GATRAnews
readmore »»  

TNI Menang Mutlak di Kejuaraan Menembak Australia


Darwin (MI) : Di tengah peringatan ke-107 Hari Kebangkitan Nasional Indonesia tahun 2015, para prajurit TNI hampir dipastikan meraih kemenangan mutlak dalam Lomba Menembak Tahunan di Australia.

Tim TNI telah mengumpulkan 28 medali emas, sedangkan tim Amerika Serikat bahkan belum meraih medali apa pun.
Kejuaraan tahunan yang diselenggarakan oleh Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) ini berlangsung pada 20-23 Mei 2015 di Puckapunyal, negara bagian Victoria.

Ada 17 tim dari 14 negara berlaga dalam kejuaraan yang mempertandingkan keterampilan menembak ini.
Selain 28 medali emas, tim TNI juga merebut 16 medali perak dan 10 medali perunggu, mengalahkan tuan rumah Australia di posisi kedua dengan 4 medali emas, 7 medali perak, dan 5 medali perunggu.
Ketangguhan para penembak TNI bahkan tidak dapat disaingi oleh tim penembak asal Inggris yang baru meraih 3 medali emas, 5 medali perak dan 3 medali perunggu, apalagi tim penembak Amerika Serikat yang belum meraih medali apa pun.

Diperkirakan perolehan medali akan tim penembak TNI terus bertambah hingga pertandingan berakhir pada 23 Mei 2015.
Dalam rilis yang dikirim oleh KBRI, Duta Besar Nadjib Riphat Kesoema memuji prestasi yang diraih regu tembak Indonesia.
"Prestasi yang membanggakan ini menunjukkan betapa tangguhnya anggota TNI dan persenjataan buatan Indonesia di medan laga," ujar Dubes Nadjib.

Atase Militer KBRI Canberra, Taufan Gestoro, yang mendampingi tim Indonesia selama perlombaan menambahkan, "Di bawah tekanan dan kompetisi internasional yang ketat, para peserta dari TNI bertanding dengan semangat luar biasa dan menyelesaikan tiap kompetisi dengan profesionalisme dan skill yang tinggi."
Total 21 orang penembak dari Indonesia terdiri dari pejabat dan petembak profesional dari lingkungan TNI AD serta teknisi dari PT Pindad.

Selama perlombaan, tim Indonesia menggunakan empat jenis senjata, yaitu senapan buatan dalam negeri SS-2 V-4 Heavy Barrel dan pistol G-2 (Elite & Combat) dari PT Pindad, senapan SO-Minimi buatan Belgia, senapan GPMG (General Purpose Machine Gun) buatan Belgia, dan senjata sniper AW buatan Inggris.

Selain perlombaan kategori beregu, juga diadakan perlombaan kategori perorangan. Untuk kategori perorangan, diraih oleh :

1. Letda Inf Safrin Sihombing (Kopassus)
2. Serda Misran (Kostrad)
3. Serda Suwandi (Kostrad)
4. Serda Woli Hamsan (Kostrad)








Sumber : KOMPAS
readmore »»  

Menhan Ingin Beli Helikopter Chinook? Ini Penjelasan Kemenhan


JAKARTA (MI) : Dalam kunjungan kerja Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, ke Amerika Serikat, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sepakat bakal mendatangkan empat helikopter tempur jenis Chinook dari perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat, Boeing. Pemesanan itu tidak terlepas dari kebutuhan Indonesia dalam mengantisipasi ancaman-ancaman yang bersifat nyata.


Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik (Kapuskom) Kemenhan, Brigjen Jundan Eko Bintoro, salah satu alasan pemesanan helikopter tempur jenis Chinook itu adalah besarnya daya angkut yang dimiliki oleh helikopter kebanggan Amerika Serikat tersebut. Kondisi ini pun bersesuaian dengan ancaman nyata selain perang yang dihadapi Indonesia, terutama masalah penanganan bencana alam.



"Sebagaimana Pak Menhan katakan, ancaman nyata yang akan selalu kita alami adalah bencana alam. Kemampuan helikopter Chinook dapat membawa pasukan yang lebih besar. Selain itu, helikopter jenis ini dapat mengangkut alat-alat bantuan apabila terjadi bencana alam," ujar Jundan lewat pesan singkat kepada Republika, Senin (18/5).



Namun, Jundan menegaskan, pihaknya belum melakukan pemesanan secara khusus terhadap Boeing atas empat Helikopter Chinook itu. Selain itu, pihaknya juga masih akan melakukan kajian terkait penempatan helikopter-helikopter tersebut di matra-matra TNI, apakah akan ditempatkan di Angkatan Darat, Angkatan Udara, ataupun Angkatan Laut.



Jundan menyebutkan, Kemenhan baru sekedar mengutarakan keinginnannya untuk bisa membeli helikopter tempur sekelas jenis Chinook tersebut. "Kami belum sampai pada tahap pemesanan. Keinginan untuk memiliki helikopter sekelas Chinook direncanakan pada Renstra (Rencana Strategis) II, yaitu pada 2015 hingga 2019," lanjut perwira tinggi bintang satu TNI AD tersebut.



Helikopter Chinook merupakan salah satu jenis helikopter yang memiliki keunggulan multifungsi. Selain dapat mengangkut personil militer dalam jumlah banyak, helikopter ini juga mampu mengangkut logistik dalam jumlah banyak.

Selain itu, helikopter ini didesain untuk bisa mengangkut (sling) pesawat tempur, kapal tempur, kendaraan tempur (Ranpur), hingga tank tempur kelas ringan. Tidak hanya itu, dengan kemampuan daya angkut yang besar, helikopter ini banyak diturunkan untuk mendukung kebutuhan nasional, seperti evakuasi bencana alam dan kegiatan Search and Rescue (SAR).


Sebelumnya, dalam salah satu rangkaian kunjungan kerjanya di Amerika Serikat, Ryamizard sempat mengungkapkan keinginan Indonesia kepada pemerintah Amerika Serikat terkait peningkatan kerjasama militer. Salah satunya adalah percepatan pengiriman pesawat F-16 dan Helikopter Apache, yang telah disepakati dalam kontrak pengadaan.



Selain itu, saat mengunjungi Pabrik Boeing di Philadelphia, Amerika Serikat, Ryamizard juga mengungkapkan keinginan Kemenhan RI untuk bisa mendatangkan empat unit helikopter tempur jenis Chinook.






Sumber : REPUBLIKA
readmore »»  

Setelah Prahara Mei 1998


Jakarta (MI) : Menjelang akhir 1997, krisis keuangan hampir serempak melanda Thailand, Indonesia, dan Korea Selatan. Nilai rupiah terjun bebas 15 persen hanya dalam kurun waktu lima bulan.
Pada awal Januari 1998, Presiden Soeharto menandatangani kesepakatan dengan Michel Camdessus dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan menyetujui dana talangan 40 miliar dollar AS guna menyelamatkan ekonomi Indonesia.
Keabsahan Presiden Soeharto-yang berkuasa sejak 1968- mulai dipertanyakan. Situasi perekonomian memburuk. Beberapa menteri dalam Kabinet Pembangunan VII mulai berbisik, mempertanyakan perlunya Presiden mempertimbangkan untuk mundur.

Tonggak penting

Situasi mulai memanas di beberapa kota di Pulau Jawa sehingga Panglima ABRI (Angkatan Bersenjata RI yang terdiri dari Angkatan Darat, Laut, Udara, Kepolisian) pada 14 April 1998 mengirim telegram radio kepada semua panglima daerah militer di Indonesia untuk "mengambil alih komando dan kendali" apabila huru-hara tidak bisa diatasi oleh polisi. Telegram radio yang bernomor buku TR14/TANAS/ IV PANG ABRI itu menjadi tonggak penting bagi perkembangan politik dan keamanan Indonesia hingga sekarang ini: 2015. Sebab, prahara Mei 1998 terkait erat dengan reformasi politik, rekonstruksi ekonomi, dan rekonsiliasi sosial budaya yang masih sama- sama kita perjuangkan, termasuk pembenahan Polri melalui Kompolnas.
Salah satu pemicu penting terjadinya "Prahara Mei 1998" adalah peristiwa di dekat kampus Universitas Trisakti di Jakarta Barat. Setelah tertembaknya empat mahasiswa Trisakti di halaman depan kampus oleh anggota Brimob/Polri dari jalan layang yang melintas di seberang kampus, amarah mahasiswa Trisakti Jakarta meluas ke penjuru kota, menyusul gelombang keresahan dan kemarahan kaum miskin kota akibat menurunnya ekonomi dan harapan hidup. Tindakan aparat kepolisian semakin memicu amarah dengan ditutupnya kedai dan bengkel sepeda motor.
Berikutnya, perkelahian antarwarga miskin semakin meruncing. Penjarahan, pembakaran, dan pembegalan yang semula hanya terjadi di sekitar Jakarta Barat mulai merambah ke Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Di sekitar Kompleks Perumahan Dosen UI di Ciputat terjadi penjarahan dan pembakaran, di sepanjang Jalan Ciputat Raya menuju IAIN (sekarang Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah.
Situasi yang merebak dengan cepat ke hampir seluruh penjuru Jakarta itulah yang mengubah keadaan menjadi "situasi di mana Panglima Komando Daerah Militer dapat mengambil alih tanggung jawab keamanan dan ketertiban dari pihak kepolisian yang tidak sanggup menguasai keadaan". Kepala Polri Jenderal (Pol) Dibyo Widodo akhirnya memutuskan untuk menyerahkan kewenangan dan tanggung jawab keamanan dan ketertiban dari seluruh jajaran Polda Metro Jaya kepada Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin selaku Panglima Komando Pelaksana Operasi Jakarta merangkap Pangdam Jaya, sesuai TR14/TANAS/IV PANG ABRI.
Situasi "lempar handuk" ini, 14 tahun kemudian, diakui Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, yang pada saat itu menjadi Kepala Polres Jakarta Barat berpangkat ajun komisaris besar. Kepada saya pada Desember 2012, di Istana Negara, Jakarta, Jenderal Timur Pradopo menjelaskan, situasi tak terkendali itu di luar kemampuan Polri untuk mengatasinya. Ia yakin akan kemampuan Mayjen Sjafrie untuk mengendalikannya.
Dengan tenang dan sigap, Sjafrie menugaskan anak buahnya di Kodam Jaya untuk segera mengamankan semua obyek dan sarana publik, seperti listrik, perusahaan air minum, transportasi umum (bus kota dan kereta api/rel listrik), karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Yang terpenting adalah hak asasi manusia (HAM) untuk hidup damai secara lahiriah dan batiniah, bukan sekadar kebebasan mengeluarkan pendapat atau kebebasan berserikat yang lazim ada di dalam buku-buku akademis.
Dari sisi kemanusiaan, Sjafrie juga menunjukkan keberanian dengan memerintahkan anak buahnya untuk mengantar empat jenazah mahasiswa Universitas Trisakti-yang menjadi korban kerusuhan 12-14 Mei 1998-ke rumah orangtua dan sanak saudara mereka. Jenazah kemudian dimakamkan secara khusyuk dan terhormat.
Saya teringat pernyataan ahli hukum tata negara, (almarhum) Profesor Djokosoetono, saat perkuliahan mengenai Niccolo Machiavelli yang saya ikuti ketika menjadi mahasiswa Universitas Indonesia di kampus Jalan Salemba 4, Jakarta. Il Principe harus memadukan keberanian dengan kebajikan. Virtu bukanlah keberanian, bukan sekadar jagoan perang, atau berani mati. Virtu adalah juga keberanian untuk kalau perlu mengorbankan satu atau dua orang demi keselamatan dan kemaslahatan orang banyak.
Sjafrie menanggung risiko itu dengan lapang dada, termasuk stigma bahwa ia adalah penculik mahasiswa dan melakukan pelanggaran HAM berat. Komnas HAM pada November 1998 mengukuhkan temuan berdasar laporan Tim Gabungan Pencari Fakta bahwa Sjafrie tidak terbukti secara jelas dan nyata melaksanakan penculikan, apalagi melakukan pembunuhan dalam kerusuhan Mei 1998.

Korban iri hati
Ia adalah korban iri hati sejumlah kalangan militer dan sipil karena ia adalah anak emas Soeharto. Selama beberapa tahun Sjafrie pernah menjadi pengawal pribadi Presiden Soeharto, termasuk saat kunjungan Soeharto ke Sarajevo, Bosnia, pada Juli 1995, ketika Utusan Khusus PBB untuk Bosnia Yashui Akashi menerima kunjungan Presiden. Jenderal Wiranto sebagai Panglima ABRI pada awal Juli 1998 kemudian menggantikan Sjafrie dengan Mayjen Djaja Suparman.
Pada tahun 2012, di kediaman Duta Besar Amerika Serikat di kawasan Taman Suropati, Jakarta, saya berjumpa Samantha Power, anggota Dewan Keamanan Nasional AS yang sekarang menjadi Duta Besar AS di PBB, New York. Saya jelaskan kisah Sjafrie di Jakarta pada Mei 1998 dan fitnah yang dilekatkan kepadanya. Samantha hanya menjawab, Sjafrie Sjamsoeddin tidak bisa dipisahkan dari persepsi umum di Kementerian Luar Negeri AS bahwa Kopassus sebagai kesatuan adalah lambang pelanggaran hak asasi manusia. Padahal, hanya Kementerian Luar Negeri AS, bukan Kementerian Pertahanan AS, yang menetapkan boleh tidaknya prajurit TNI Angkatan Darat mendapat visa masuk ke AS.
Pada akhir April 2015, dalam upacara HUT Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, Danjen Kopassus Mayjen Doni Monardo mencanangkan Kopassus yang lebih humanis dan mengajak hadirin untuk mendoakan TNI AD agar menjadi "tentara rakyat, tentara kejuangan, dan tentara nasional". Sjafrie adalah contoh dari perwira tinggi yang tidak sekadar duduk manis, apalagi maju-mundur melihat situasi.
Semoga doa ini diamini oleh semua pihak, termasuk semua perwira menengah dan perwira tinggi Polri yang nyawa dan kariernya diselamatkan oleh tindakan berani Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta pada Mei 1998.

JUWONO SUDARSONO
GURU BESAR (EMERITUS) UNIVERSITAS INDONESIA; MENDIKBUD MEI 1998-OKTOBER 1999







Sumber : KOMPAS
readmore »»  

RoIP, 'Senjata' Teknologi Komunikasi TNI di Perbatasan



Sebatik (MI)Komandan Rayon Militer (Danramil) Sebatik Kapten CHB A.M. Sudirman mencoba mengontak anggota TNI lain melalui ponselnya. Yang menarik, dia melakukan panggilan di smartphone, sementara si penerima panggilan menggunakan Handy Talk (HT).


"Ini pakai RoIP, yang menerima via HT, menggunakan network khusus militer," ujarnya di sela obrolan bersama rombongan Telkomsel yang mengecek jaringan di Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) pekan ini.



Radio over Internet Protocol (RoIP) yang membantu Sudirman beserta jajarannya bertugas menjaga wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, adalah teknologi untuk sistem komunikasi yang menggandengkan radio ke internet.



"Perlu sinyal bagus karena sangat membutuhkan sekali untuk komunikasi kami bertugas," sebut Sudirman. 



Dijelaskan Kasikom Hubdam VI Mulawarman, Balikpapan Mayor CHB. Achmad Farid, secara sederhana, teknologi ini mengubah informasi audio analog menjadi data dalam bentuk digital yang kemudian disisipkan ke jaringan internet.



Selanjutnya, penyampaian informasi yang berasal dari radio komunikasi, disebarluaskan melalui jaringan internet. Pada sisi penerima, radio penerima mengubah sinyal yang diterimanya dikembalikan ke bentuk sinyal audio analog.


"Kenapa disuntikkan ke radio, karena tidak semua pejabat pakai ponsel, dangak semua ada jaringan 3G di situ. Kami dihadapkan dengan urgensi, komunikasi di wilayah perbatasan harus lancar dan semua pelaporan harus segera. Dan sejak 2010 itu kami sudah di-support dengan adanya jaringan e-Militer. Nah, bagaimana kami bisa memanfaatkannya," kata Farid.

e-Militer sendiri punya fungsi untuk mengirim data atau informasi dan dokumen secara elektronik dengan cepat dan aman yaitu dengan memanfaatkan jaringan internet yang dikendalikan oleh Direktorat Perhubungan TNI dan bersifat terbatas atau tertutup bagi umum sehingga keamanannya lebih terjamin.

"Menggunakan HT membutuhkan banyak pemancar, di setiap Kodim harus ada repeater. Karena medan yang berbeda-beda kadang kan sulit. Costjuga mahal karena perangkat lebih banyak. Ada hal-hal yang harusnya cepat jadi lambat. Maka kami memikirkan terobosan untuk ini," jelas Farid. 

Farid dan timnya di Kodam VI Mulawarman, Balikpapan kemudian mulai mencari cara komunikasi lebih mudah, lancar dan murah untuk kelancaran tugas awaknya, dengan berbasis internet di jaringan e-Militer.

"Sejak 2010 itu kan e-Militer kita di-support jaringan VPN untuk komunikasi data. Kalau pakai jaringan internet biasa kan gak secure, jadi bikin VPN sendiri dengan pakai jaringan itu. Server pun kita buat sendiri yang ditaruh di Balikpapan," terangnya. 

Disebutkannya, teknologi ini belum digunakan seluruh anggota TNI. Apa yang diupayakan Farid dan timnya adalah percontohan yang akan dia teruskan agar bisa dipakai lebih luas oleh jajaran TNI tingkat nasional, terutama yang bertugas di wilayah perbatasan.

"Saat ini yang pakai baru wilayah Kodam VI Mulawarman, di Kabupaten Nunukan, Kabupaten Kotabaru, sampai seluruh satuan setingkat Kodim wilayah itu sudah dikembangkan. Saya ingin sampaikan soal ini, bahwa di seluruh garis batas harus memakai teknologi ini," harapnya. 

Misi menegakkan kedaulatan telekomunikasi di daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia pun menjadi alasan Telkomsel untuk menambah Base Transceiver Station (BTS) di wilayah Kaltara. BTS ini akan ditempatkan di sekitar Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan.

"Kami akan tambah 10 BTS, 5 BTS 2G dan 5 BTS 3G. Ditargetkan 17 Agustus sudah on, posisi sinyal kita maksimum di Sebatik," kata Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid saat mengunjungi perbatasan Sebatik.


Penambahan BTS ini adalah tindak lanjut Telkomsel menanggapi laporan masyarakat sekitar soal hambatan sinyal komunikasi. Danramil Sebatik Kapten CHB A.M. Sudirman yang ikut dalam pengecekan sinyal di perbatasan mengatakan masih ada daerah yang belum tercover jaringan.



"Sejumlah daerah masih ada blank spot, salah satunya di sekitar Sungai Limau. Di situ banyak penduduknya, bahkan ada kantor kecamatan. Jadi sangat membutuhkan. Harapan kita, memang semua komponen harus menang, termasuk dalam sinyal telekomunikasi di perbatasan," ujarnya.



Mas'ud membenarkan apa yang dikatakan Sudirman sehingga berupaya mengebut penambahan 10 BTS. Dikatakannya, saat ini Telkomsel punya 54 BTS di wilayah tersebut. Sebanyak 20 BTS di Sebatik, sementara di Nunukan 34 BTS.



"Perbatasan kita kan panjang. Yang di daerah lebih terpencil itu blankspot atau sinyal lemah kita harus perkuat. Kita ingin memastikan para tentara yang bertugas serta warga sekitar terlayani dengan baik," terang Mas'ud.









Sumber : Detik

readmore »»  

Jokowi Janji Naikkan Anggaran TNI Jadi Rp210 T


JAKARTA (MI) : Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan anggaran yang dialokasikan untuk TNI sebesar Rp98 triliun masih bisa ditingkatkan lagi nominalnya.
Dirinya pun berjanji akan menaikkan anggaran TNI hingga 200 persen, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas tujuh persen.

Hal itu terungkap saat mantan Gubernur DKI Jakarta itu berkunjung ke Rumah Sakit Moh. Ridwan Meuraksa Kodam Jaya, di Jalan Raya Taman Mini 1, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).
"Saya pernah katakan, kalau pertumbuhan ekonomi di atas tujuh persen, anggaran untuk TNI bisa mencapai hampir Rp210 triliun," ungkap Jokowi.

Warga Kehormatan TNI 

Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, Indonesia harus tetap mempertahankan stabilitas keamanan dan politik.
"Sehingga kita tinggal konsentrasi urus hal-hal berkaitan dengan ekonomi karena ekonomi sekarang ini memang kita mendapatkan tekanan keuangan global, tekanan karena ekonomi dunia menurun," tegas Jokowi.

Suami Iriana itu meyakini, target tersebut tidak sulit untuk diraih dengan faktor-faktor stabilitas yang disebutkannya. "Karena tahapan-tahapannya sudah kita rancang dengan baik," kata Jokowi.
Jika nantinya terealisasi, TNI diharapkan bisa meningkatkan kinerjanya sebagai bentuk terima kasih kepada masyarakat atas gelontoran dana fantastis tersebut.
 
"Sehingga jadi keharusan bagi kita semua untuk kembalikan itu semua dengan pelaksanaan tugas yang terbaik, dan hanya yang terbaik. Tidak ada yang lain," simpul Jokowi.








Sumber : Okezone


readmore »»  

Komandan Sektor Timur UNIFIL tinjau area Indobatt

Komandan Sektor Timur UNIFIL tinjau area Indobatt

Lebanon (MI) : Komandan Sektor Timur UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) Brigjen Antonio Ruiz Olmos dari Spanyol meninjau Area Operasi Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-I/Unifil atau Indobatt (Indonesian Battalion) di sekitar Lebanon Selatan.

Perwira Penerangan Konga XXIII-I/Unifil, Kapten Laut (KH) Ahmad Suberlian, dalam surat elektronik yang diterima Antara di Surabaya, Minggu, melaporkan Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigjen Antonio Ruiz Olmos dalam kunjungan pada Jumat (8/5) itu didampingi oleh Wakil Komandan (Wadan) Sektor Timur Kolonel Kav Yotanabey.

Brigjen Antonio Ruiz Olmos meninjau Area Operasi Kompi Alfa di UN Pos 9-63 untuk melihat secara langsung kegiatan Prajurit Indobatt serta meninjau Pos B-78 dan TP-36 yang berada di sekitar pagar perbatasan negara (blue line) Lebanon dengan Israel.

Selanjutnya, Brigjen Antonio Ruiz Olmos didampingi Kolonel Kav Yotanabey mengunjungi Markas Indobatt Konga XXIII-I/Unifil, kedatangannya disambut oleh Wakil Komandan Satgas (Wadansatgas) Indobatt Mayor Inf Eko Handono, para Perwira Staf serta seluruh prajurit Indobatt, di Markas Indobatt UN Posn 7-1 Adshit Al-Qusayr, Lebanon Selatan.

Dalam sambutannya, Komandan Sektor Timur yang didampingi oleh Wadan Sektor Timur dan Wadansatgas Indobatt mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan tugas yang telah ditunjukkan personel Indobatt di lapangan selama ini dan menekankan faktor keamanan dalam melaksanakan tugas.

"Saya selaku Komandan Sektor Timur mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-I/Unifil di bawah pimpinan Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P yang telah menjalankan tugas di Lebanon Selatan dengan sangat baik dan penuh prestasi selama saya ditugaskan oleh PBB sebagai Komandan Sektor Timur UNIFIL di Lebanon Selatan," kata Brigjen Antonio.

Selanjutnya, Komandan Sektor Timur Unifil beserta rombongan menyaksikan Kesenian Reog asli Indonesia yang ditampilkan oleh para prajurit Cimic (Civilian Military Cordination) Indobatt dibawah pimpinan Kapten Inf Seto Purnomo.

Sebelum meninggalkan Markas Indobatt UN Posn 7-1 Adshit Al-Qusayr, Lebanon Selatan, Wadansatgas Indobatt Mayor Inf Eko Handono memberikan kenang-kenangan berupa cinderamata khas Indonesia kepada Komandan Sektor Timur Brigjen Antonio Ruiz Olmos, dan begitu juga sebaliknya, lalu dilanjutkan foto bersama dengan seluruh prajurit Indobatt. 









Sumber :  ANTARA
readmore »»  

Indonesia Beli Alutsista dari AS Rp 611 Miliar


Washington DC (MI) : Indonesia, Irak, dan Malaysia telah mengajukan pembelian amunisi dan dua jenis rudal dari Amerika Serikat. Total dari pembelian alat perang oleh tiga negara itu sekitar US$ 431 juta atau setara Rp 5,6 triliun.
Seperti yang dilansir UPI.com pada 7 Mei 2015, ketiga negara itu memesan amunisi mortir daya ledak tinggi, AIM-9X-2 rudal Sidewinder, dan rudal AIM-120C7 AMRAAM melalui program Foreign Military Sales.


Badan Kerja Sama Pertahanan Keamanan AS yang mengelola program Foreign Military Sales (FMS) menyatakan kepada Kongres bahwa penjualan itu untuk melayani kepentingan keamanan nasional AS. Pemesanan oleh tiga negara tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Departemen Luar Negeri AS.


Irak, lembaga itu menyatakan, secara khusus memesan satu paket berisi 5.000 amunisi mortir peledak 81 milimeter, 684 ribu amunisi M203 40 milimeter peledak tinggi, 532 ribu amunisi MK19 40 milimeter, dan 40 ribu bahan peledak 155 milimeter. Total semua amunisi senilai US$ 363 juta (Rp 4,7 triliun). Juga termasuk permintaan amunisi kecil untuk senjata, suku cadang dan perbaikan, dukungan peralatan, publikasi dan dokumentasi teknis, pelatihan personel, serta peralatan pelatihan.


"Penjualan ini juga mengusulkan amunisi tambahan yang sangat penting dalam memberikan kemampuan daya tempur lanjutan bagi Irak dalam memerangi pemberontakan ekstremis terorganisasi di Irak," demikian pernyataan lembaga tersebut.

Terakhir, Irak pada Desember 2014 memesan 175 tank Abrams dan Humve, serta senapan mesin dan peluncur granat.


Indonesia telah memesan 30 AIM-9X-2 rudal Sidewinder dan sistem terkait agar mampu mengalahkan ancaman terhadap stabilitas regional dan dalam negeri. Sidewinder adalah rudal dari Raytheon lintas udara yang menggunakan homing inframerah sebagai kontrolnya.


Selain 30 rudal operasional, permintaan Indonesia terhadap FMS juga termasuk AIM-9X-2 rudal captive pelatihan udara, Blok II unit bimbingan rudal taktis, dan rudal udara pelatihan dummy. Kontainer, set tes dan dukungan peralatan, suku cadang dan perbaikan, pelatihan personel dan pelatihan peralatan, serta logistik senilai US$ 47 juta atau sekitar Rp 611 miliar.


Malaysia memesan peralatan militer senilai US$ 21 juta atau setara Rp 273 miliar. Permintaan Malaysia adalah untuk sepuluh unit AIM-120C7 Air-to-Air Missiles, atau AMRAAM, ditambah suku cadang dan aksesori yang akan memastikan kemampuan berkelanjutan pesawat F/A-18D.








Sumber : TEMPO
readmore »»