Tampilkan postingan dengan label Alustista. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alustista. Tampilkan semua postingan

Pemerintah Akan Tambah Anggaran Alutsista


JAKARTA (MI) :Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan bahwa pemerintah akan menambah anggaran untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista). Penambahan anggaran akan dimasukkan dalam APBN 2016.

"Iya tentu, sesuai anggaran. Kan kalau kita tidak bisa langsung kasih, itu harus, nanti lagi kita tambah di anggaran 2016," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (2/7/2015).
Mengenai berapa tambahan anggaran alutsista yang akan diajukan nanti, Kalla menyampaikan bahwa hal itu tergantung dari kemampuan anggaran negara.

Saat berada di Kompleks Parlemen untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, Rabu (1/7/2015), calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa ia dan Komisi I DPR sepakat untuk membeli pesawat baru.

Gatot menegaskan bahwa ia bertekad untuk memperkuat alutsista milik TNI Angkatan Udara. Oleh karena itu, Gatot akan mengupayakan pesawat TNI ke depannya tidak lagi berasal dari hibah, melainkan unit yang baru dibeli.

Kendati demikian, ia juga mengatakan, proses transfer teknologi tetap menjadi fokus perhatian TNI dalam setiap pengadaan alutsista yang berasal dari luar negeri. Hal itu bertujuan untuk membesarkan industri pertahanan dalam negeri sehingga lambat laun dapat memproduksi sendiri alutsista yang dibutuhkan TNI.







Sumber : KOMPAS
readmore »»  

Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas

Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas

Jakarta (MI) : Setelah ekonomi pulih dari krisis yang mendera sejak 1997, Indonesia kembali gencar memperkuat pertahanan dalam negerinya. Pembelian besar-besaran segera dilakukan, tujuannya adalah untuk mengganti peralatan tempur maupun mesin perang yang sudah usang dengan yang baru.

Sayang, upaya ini sempat terhambat akibat kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) dan sekutunya yang mengembargo pembelian senjata terhadap Indonesia. Meski begitu, Indonesia tetap berupaya melakukan pembelian, salah satunya dengan Rusia demi mendatangkan Sukhoi Su-27.

Berakhirnya embargo senjata membuat Indonesia lebih gencar mencari alutsista baru dari berbagai negara. Mulai dari kapal perang, kendaraan angkut personel hingga tank masuk ke dalam daftar belanja Indonesia.

Rencana-rencana pembelian ini rupanya tak hanya jadi sorotan di Indonesia, tapi juga dunia. Banyak media maupun situs pertahanan internasional memberitakan upaya TNI untuk mengganti alutsista lama dengan yang baru.

Berikut beberapa pembelian alutsista TNI yang jadi perhatian dunia :


1.
Sukhoi Su-35
Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas 

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) akan memperbarui armada tempurnya dengan membeli pesawat Sukhoi Su-35 Flanker. Pembelian ini dilakukan untuk mengganti pesawat F-5 Tiger buatan Amerika Serikat yang sudah semakin uzur.

Rencana pembelian Su-35 oleh TNI AU ternyata menjadi sorotan dunia. Sejumlah situs persenjataan dunia ikut menyoroti soal pembelian jet tempur canggih ini. Terbukti pembangunan alutsista TNI cukup dipantau dunia.

Situs airforce-technology.com dan defenseworld.net, laman yang membahas khusus kekuatan tempur udara ini merilis niat Indonesia membeli peralatan canggih buatan Rusia itu.

Dengan mengutip pernyataan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Agus Supriatna, pesawat Su-35 masuk ke dalam daftar pembelian yang dilakukan mulai tahun ini. Selain Su-35, Indonesia juga mengincar F-16 Block 52+ Fighting Falcon, Eurofighter Typhoon, dan Swedish JAS 39 Gripen fighters.

Menurut Agus, Su-35 masuk dalam daftar incaran karena dapat memenuhi kebutuhan alutsista TNI Angkatan Udara, dan lebih mudah dioperasikan. "Semua bisa dipesan, tapi kami sebagai operator ingin empat pesawat baru," ujarnya.

Keinginan tersebut mendapat tanggapan positif dari Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin. Dia berharap agar pembelian pesawat ini bisa terealisasikan.

"Kerja sama militer antara kedua negara telah terbangun beberapa waktu lalu, dan kami ingin meningkatkannya lagi," kata Mikhail.

Meski begitu, Indonesia masih belum memutuskan jenis pesawat tempur untuk menggantikan F-5 E Tigers buatan Northrop Grumman. Saat ini, TNI AU masih mengoperasikan 11 F-5E/F yang bermarkas di Skadron 14 Lanud Iswahyudi.

Sukhoi Su-35 merupakan model terbaru dari Su-27M Flanker, di mana terdapat peningkatan terhadap kemampuan superioritas tempur udara, dan didesain agar bisa menembak berbagai target dengan menggunakan peluru kendali maupun non-kendali.


2.
Helikopter anti-kapal selam



Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) segera memperkuat pertahanan perairan dengan mendatangkan helikopter anti-kapal selam. Sebanyak 11 unit heli canggih ini akan dibeli dari perusahaan penerbangan Eropa, Airbus.

Rencana pembelian ini rupanya mulai menjadi perhatian internasional. Sejumlah media menganggap pembelian ini dapat meningkatkan kemampuan militer Indonesia dari ancaman bawah laut.

"Skuadron penerbangan, bernama Skuadron Udara 100, akan dibangun untuk memberi dukungan operasional terhadap armada baru 11 heli anti-kapal selam berupa AS-565 MBe Panther," demikian ditulis thediplomat, Minggu (21/6).

Tidak ada tanggal yang pasti skuadron ini akan mulai beroperasi. Namun, sesuai keterangan dari sejumlah pihak di TNI AL, media ini memperkirakan skuadron akan dimulai saat Panther pertama diterima. Sehingga, unit ini akan terbentuk awal tahun depan.

"Panther ini telah menjadi satu dari platform anti-kapal selam ringan/menengah terbaik di dunia, di mana terdapat sistem ASW terkini serta kemampuannya untuk dioperasikan dari kapal korvet maupun frigat kecil," sahut Kepala Regional Asia Tenggara dan Pasifik, Philippe Monteux di Airbus.

Diperkirakan, heli canggih ini akan diterima secara keseluruhan pada akhir 2017 mendatang. Skadron yang ditugasi untuk mengoperasikannya akan ditempatkan di Lanud Juanda, Surabaya.

Helikopter ini akan dioperasikan untuk kapal korvet SIGMA 10514 dan korver kelas Bung Tomo. Sebagai perlengkapannya, heli AS-565 Panther akan dipasangi torpedo ASW Raytheon Mk 46 atau Whitehead A.244/S lightweight, dan termasuk sonar DS-100 helicopter long-range active sonar (HELRAS).

DS-100 merupakan jenis sonar versi 1.38 kHz dari AQS-18A yang lebih populer. Alat ini mampu mendeteksi benda hingga kedalaman 500 menter untuk pemantauan dan pencarian bawah laut. Dengan resolusi proses dopler dan denyut yang panjang, bisa mendeteksi kapal selam meski melaju dengan kecepatan sangat rendah.

Bersama L-3, DS-100 bisa dipakai untuk mendeteksi, menetapkan target dan meluncurkan senjata terhadap target kapal selam di kedalaman atau perairan dangkal.


3.
Tank Leopard



Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas 

Bila alutsista baru bagi TNI AU dan TNI AL masih dalam proses pemesanan dan pembuatan, TNI Angkatan Darat sudah lebih mendapatkan mesin perang baru. Mesin perang yang dimaksud adalah Tank Leopard 2 buatan Rheimentall, Jerman.

Leopard 2 merupakan tank jenis Main Battle Tank (MBT) dengan kemampuan tembak yang cukup mumpuni, beratnya pun mencapai 62 ton dengan jarak tembak 4 km. Tank ini dioperasikan oleh Batalyon Kavaleri 8/2 Narasinga Wiratama di Pasuruan.

Sebelum tiba di Indonesia, rencana pembelian Tank Leopard ini sempat menjadi pusat perhatian dunia, maupun negara tetangga. Beberapa media, khususnya situs militer, memuat berita soal Leopard yang bakal memperkuat pertahanan RI.

Malaysiandefence.com misalnya, memuatnya dengan berjudul 'Indonesia getting Hercules planes and Leopard MBTs too'. Tulisannya menyadur situs berita Asiaone, di mana Indonesia mendapatkan menerima Leopard, ditambah Tank Marder.

Sementara, defenseindustrydaily.com dalam tulisannya berjudul 'Indonesia Becomes the Latest Buyer of German Tanks' lebih menitikberatkan pembelian tank tersebut. Situs ini juga menyebut Indonesia merupakan pengguna tank terbesar, di atas Singapura.

4.
SPR-2 Kopassus
 Deretan pembelian Alutsista TNI yang bikin dunia cemas

 PTPindad mampu membuat senapan sniper SPR 2 yang membuat dunia militer internasional kaget. Pasalnya, senapan ini mampu menjangkau target dengan jitu dalam jarak lebih dari 2 km.

"Kita sedang bikin 150 pucuk (senapan SPR 2) buat Kopassus, dunia sniper internasional sudah gempar. Senapan SPR 2 ini jangkauannya sampai 2 km," kata kadep komunikasi Pindad Sena Maulana di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (5/11).

Menurutnya jenis peluru senjata sniper SPR 2 ditakuti banyak negara. Peluru ini mampu menembus kendaraan lapis baja sekalipun.

"Pelurunya 12,7 mm anti material, jenis pelurunya paling ditakuti karena bisa menembus tank dan kendaraan lapis baja. Peluru ini dapat menembus baja lalu terbakar dan meledak di dalam," terang dia.

Masih menurutnya, senapan sniper SPR 2 ini berawal dari sniper SPR 2 milik TNI yang tak berani diuji coba. Kemudian Pindad berusaha menguji dan akhirnya membuat sendiri.

"Tahun 2003, TNI punya 3 pucuk dari negara lain tapi enggak berani uji karena berat dan besar. Akhirnya kita uji bareng-bareng lalu kita buat sendiri tahun 2006, itu awalnya," pungkas dia.








Sumber : Merdeka

readmore »»  

DPR: Alutsista TNI di Wilayah Perbatasan Masih Minim


Nunukan (MI) : Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengakui kondisi alutsista bagi prajurit TNI dan kepolisian di wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, masih sangat minim.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum dan Keamanan, Desmond J Mahesa di Nunukan, Senin (15/6), mengutarakan kunjungannya di daerah itu dalam rangka melihat langsung kondisi keamanan dan pertahanan negara di perbatasan RI-Malaysia termasuk kemampuan alutsista yang dimiliki.
Berkaitan dengan itu, untuk membuktikan kekurangan peralatan tersebut, dia mengatakan, persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masih minimnya peralatan perang dan pengamanan perbatasan.
"Saya sengaja datang disini (Nunukan) untuk melihat langsung kondisi peralatan yang dimiliki aparat pengamanan TNI dan kepolisian di perbatasan," ujar legislator Partai Gerindra ini seraya menambahkan Polda Kaltim telah melaporkan soal kekurangan pesawat dan persenjataan bagi penjaga wilayah perbatasan sehingga perlu direspon.
Persoalan pengamanan perbatasan, lanjut Desmond J Mahesa, tentunya dibutuhkan alutsista yang memadai termasuk jumlah personil semua jajaran TNI dan kepolisian di Kabupaten Nunukan yang luas wilayahnya berbatasan dengan Negeri Sabah hingga Negeri Sarawak, Malaysia.
Desmond J Mahesa juga menanggapi soal pesawat dan kapal perang Malaysia sering ditemukan memasuki wilayah Indonesia di daerah itu karena kemungkinan ingin menguji kemampuan aparat keamanan.
Oleh karena itu, apabila kondisi alutsista kita masih sangat minim di wilayah perbatasan maka tidak tertutup kemungkinan akan melakukan langkah yang sama pada masa yang akan datang yang berdampak pada kewibawaan NKRI.
Berkaitan dengan persoalan yang dialami di wilayah perbatasan ini, Komisi III DPR RI tentu akan membicarakannya dengan pemerintah untuk menemukan solusi agar negara tetangga tidak serta merta melakukan tindakan-tindakan yang provokatif.
Sumber :  Harianterbit
readmore »»  

Menteri Ryamizard: Kunci Kemenangan Perang Adalah Semangat, Bukan Alutsista!

http://www.rmol.co/images/berita/thumb/thumb_717906_03472013062015_ryamizard.jpg

Jakarta (MI) : Alat utama sistem pertahanan (Alutsista) hanya faktor tambahan dalam memenangkan perang. Faktor utama kemenangan perang adalah semangat pantang menyerah.

Hal itu sebagaimana disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di depan prajurit Brigade Infanteri 13 Galuh di Nyantong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (12/02) malam.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini mencontohkan kemenangan Vietnam dalam melawan Amerika. Lanjut Ryamizard, prajurit Vietnam hanya memiliki semangat pantang menyerah dan hanya memiliki senapan laras pendek, dibandingkan Amerika Serikat yang dipersenjatai dengan peralatan canggih

"Dia (tentara Vietnam) pake senjata pendek, itu semangat. Jadi semangat itu yang memenangkan perang," ujarnya.

Lebih jauh, Ryamizard menambahkan, semangat yang ditunjukkan prajurit Vietnam patut menjadi contoh bagi para prajurit Batalion infanteri 303/SSM. Sebab saat ini TNI belum membutuhkan alutsista yang canggih

"Jadi saya agak kecewa, dengan penambahan alutsista besar-besaran. Ini percuma saja kalau tidak ada semangatnya. Kalau alutsista lengkap, canggih tapi semangat bertempurnya nggak ada, nggak ada gunanya. Orang yang ada semangat nggak ada duanya. Senjata kalian cukup semangat, dan berkelahi tangan kosong," tegasnya.

Tak hanya memberikan wejangan, mantan Pangdam Jaya itu juga berpesan agar prajurit Raider tidak boleh menggunakan kekuatan untuk melawan rakyat. Sebab TNI dan rakyat harus bersatu untuk mengamankan Indonesia

"Tidak boleh berkelahi dengan rakyat, itu malu-maluin. Sama aja kamu melawan anak kecil. Apalagi anak kecilnya kamu keroyok. Saya minta Raider, tidak boleh main keroyokan dan berkelahi. Jangan pernah kalian tempeleng rakyat. Mengalah lah dengan rakyat," tegas Ryamizard.









Sumber :  RMOL
readmore »»  

Dengan Rudal QW-3, 99,99% Sasaran Pasti Hancur

http://img2.bisnis.com/jogja/posts/2015/06/12/213/rudal.jpg

SLEMAN (MI) : Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU kini didukung oleh rudal QW-3 berikut radar Smart Hunter. Bagaimana keampuhan alutista tersebut menurut para penggunanya?

Dilihat sekilas, bentuk rudal QW-3 terlihat sangat sederhana. Bahkan saking sederhananya, bentuk senjata ini lebih menyerupai batang bambu petung. Senjata sepanjang dua meter ini juga dilengkapi dengan tali seperti layaknya tas gendong.

Tapi kesederhanaan itu ternyata menyimpan daya menghancur yang luar biasa. Rudal QW-3 buatan Tiongkok ini mampu menghancurkan pesawat apapun dalam jarak delapan kilometer. Paskhas TNI AU kini memiliki 100 unit rudal yang disebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 474 Paskhas yang bermarkas di Berbah, Sleman.

Salah satu prajurit yang piawai mengoperasikan rudal antipesawat itu adalah Kopral Dua (Kopda) Eko Supriyanto. Pria asal Kulonprogo itu telah menjadi penembak rudal dalam lima kali latihan gabungan TNI, seperti di Garut, Jawa Barat, di Palembang, Kupang dan Pacitan, Jawa Timur.

Ia mengakui, akurasi tembakan rudal QW-3 nyaris 99,99%. Itu dibuktikan dari pengalamannya menembak drone dengan ketinggian 3.000 meter berjarak sekitar empat kilometer. Objek flare yang dilepas dari helikopter saat latihan juga berhasil dihancurkan dengan jarak tiga kilometer. "Dari lima kali saya memakai, 99,99 persen semua tepat sasaran," ujar Kopda Eko saat ditemui Harian Jogja saat latihan, beberapa waktu lalu.

Sebagai penembak, Eko hanya langsung menggunakan. Soal pengisian misil telah dilakukan prajurit lain yang bertanggungjawab di arsenal (gudang). Daya luncur misil dituntun oleh infrared dengan mencari sasaran panas ground to air atau dari permukaan ke udara, namun tidak bisa dikecoh oleh flare pesawat musuh. Rudal dengan kecepatan 600 meter/detik menggunakan baterai sebagai daya peluncur. Baterai itu terletak di sisi depan tubuh rudal.

Eko biasa memanggul rudal itu di pundak kanan. Secara manual ia mencari sasaran dengan indera mata mengacu pada dua rangkaian sejenis indikator pembidik yang berada di bagian atas rudal. Bagian rudal berbentuk bundar berukuran kecil itu sekaligus menjadi penentu bahwa pesawat musuh sudah terkunci dengan baik atau siap tembak. "Jika lampu menyala, maka pesawat musuh sudah ter-lock 100 persen," ujarnya.

Dalam hal pertahanan udara, rudal satu unit seharga Rp1 miliar itu tidak sepenuhnya bisa bekerja sendiri. Rudal ini harus didukung oleh radar Smart Hunter. Perangkat itu terdiri atas pemancar radar, genset sebagai pembangkit listrik dan dua layar komputer pendeteksi. Layar satu berfungsi mendeteksi pesawat dan layar kedua sebagai fungsi transfer informasi kepada pembawa rudal. Prajurit Paskhas lainnya, Kopda Agus Riyanto, yang piawai mengoperasikan radar itu mengakui mampu mendeteksi pergerakan pesawat musuh pada ketinggian empat kilometer dan jarak 30 kilometer dari lokasi. Setelah mengetahui kecepatan pesawat, Agus merekomendasikan kepada penembak rudal atau dalam layar radar disebut dengan shooter.

"Saat pesawat musuh terdeteksi di ketinggian dan kecepatannya. Nanti saya langsung rekomendasi ke shooter yang terdekat melalui radio untuk menembak," ujar Agus sembari menunjukkan peralatannya.









Sumber : Bisnis
readmore »»  

Panglima TNI: 2016, Angkatan Darat Miliki Helikopter Chinook


SOLO (MI) : Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, rencana pembelian helikopter CH-48 atau lebih dikenal dengan nama Chinook baru terlaksana pada 2016.
"Anggarannya bukan tahun ini, tahun 2016," ujar Moeldoko di Solo, Kamis (11/6/2015) malam.
Moeldoko mengatakan, rencananya Chinook akan diserahkan untuk TNI Angkatan Darat sebagai bagian alat utama sistem persenjataan (alutsista). Selain itu, juga dapat difungsikan sebagai alat angkut.
"Untuk alat angkut berat, karena itu mobilitas sangat tinggi dan daya angkut personelnya baik. Satu peleton bisa itu," kata dia.

Moeldoko mengaku telah melihat kehebatan helikopter buatan Amerika Serikat itu seperti ketika beberapa bencana alam di Indonesia. Saat itu, sejumlah negara membawa bantuan menggunakan Chinook.
"Waktu tsunami Aceh, kita dapat bantuan dari Singapura dan Tiongkok memakai Chinook. Itu sangat luar biasa, cepat, dan mengangkut banyak orang," ujar dia.

Rencana pembelian helikopter dengan mesin ganda tersebut pertama kali diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Dia mengatakan, Chinook bakal melengkapi alutsista TNI. Harga helikopter Chinook ini ditaksir mencapai 30 juta dollar AS.
"Beli Chinook memang mahal, tetapi nyawa orang lebih mahal," ucap Moeldoko di kantornya, Rabu (3/6/2015) lalu.









Sumber :  KOMPAS
readmore »»  

Panglima TNI : Alutsista Harus Satu Merk Agar Efisien


http://www.gatra.com/images/gatracom/2014/default_foto/tokoh/J-N/Moeldoko_PanglimaTNI_ANTARA_JessicaHelenaWuysang.jpeg

Jakarta (MI) : Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menerima paparan dan menyaksikan demonstrasi pengecekan Uji Fungsi Alat Komunikasi Tank Leopard, di Pusdikkav Padalarang Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/6).

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI selain menerima paparan alat komunikasi Tank Leopard dari Mr. Sendy Olejniczatk juga menyaksikan demonstrasi komunikasi dari Tank Leopard ke Pusdik Infanteri, demonstrasi komunikasi antar Tank Leopard, komunikasi Tank Leopard dengan satuan Infanteri dan demonstrasi komunikasi internal awak Tank Leopard.

Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan, kebijakan TNI untuk membangun interoperability dalam konteks hardware dan software, harus memperhatikan hal-hal yaitu mempersempit merk radio.

"Karena banyak sekali merk radio sehingga kita tertarik untuk membelinya, kita terlalu banyak merk radio sehingga sulit untuk merawatnya. PPRC sudah menggunakan radio Harris, Marinir, dan harapan saya Kavaleri juga menggunakan radio Harris agar pada saat latihan gabungan mudah, tidak perlu membeli satu alat lagi untuk mengintegrasikan karena satu populasi dan ini perlu dipikirkan bersama," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI terinspirasi dari upaya Tentara Amerika untuk menyederhanakan berbagai Alutsista yang menuju ke satu jenis agar pemeliharaannya menjadi efisien.

"Dan kita menuju kesana, saat ini mulai bagus, TNI AL menggunakan Bell, TNI AD menggunakan Bell sehingga pemeliharaannya jauh lebih murah  dan mudah karena satu jenis," tegas Panglima.

Panglima TNI menekankan kepada Komandan Pusat Kavaleri supaya radio yang canggih ini penuh dengan aksesoris dan fungsi, diharapkan para personel pengawak dapat menggunakan alat tersebut dengan baik. 

"Data sudah tersedia supaya dipahami dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya serta dioptimalkan penggunaanya. Saat ini mulai dipikirkan bagaimana menggunakan software ini untuk dimainkan dari posko satu  dan ditingkatkan di posko dua bagaimana, dan bisa ditambah lagi dalam penciptaan situasi yang tiba-tiba sehingga unsur Komando di dalam Tank itu selalu berfikir bagaimana cara untuk mengatasinya," ucap Moeldoko.








 Sumber : GATRAnews
readmore »»  

Puluhan Alutsista TNI AD Memasuki Martapura


MARTAPURA (MI) : Puluhan Alutsista Milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) sudah tiba di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Martapura Kabupaten OKU Timur.
Dari pengamatan Sripoku.com, Kamis (11/6/2015), dalam satu minggu terakhir, terlihat Alutsista mulai dari Helikopter yang melintas dan memasuki puslatpur Martapura.

Demikian juga dengan puluhan tank Leopard yang sudah memasuki lokasi puslatpur, Tank Scorpion, Marder (tank pengangkut personil, red) Anoa, Meriam kaliber 106, roket, meriam kaliber 173, serta ribuan personil terlihat sudah berada di OKU Timur untuk mengikuti latihan tempur antar kecabangan yang akan dihadiri oleh presiden RI Ir Joko Widodo serta petinggi TNI AD.

“Kedatangan Presiden RI ke Puslatpur dalam rangka melihat demo pertempuran antar kecabangan TNI AD, sekaligus melihat kemampuan Alutsista terbaru yang dimiliki oleh TNI AD,” ungkap Pangdam II Sriwijaya melalui Kapendam Kolonel Syaepul Mukti dikonfirmasi melalui SMS beberapa waktu lalu.









Sumber :  TRIBUNNEWS
readmore »»  

DPR Sebut Perlunya Penguatan Pertahanan Udara dan Laut

DPR Sebut Perlunya Penguatan Pertahanan Udara dan Laut

Jakarta (MI) : Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq‎ mengatakan perlunya penguatan Tentara Nasional Indonesia di bidang Angkatan Udara dan Angkatan Udara. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan rapat kerja bersama dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

"Dilihat dari sisi prioritas, ada di laut dan udara. Yang masih banyak titik loophole itu di laut dan udara," ujar Mahfudz di Gedung DPR‎, Jakarta.
"Terkait kemampuan surveillance dan terkait dengan pasukan reaksi cepat untuk laut dan udara," ucapnya.

Lebih lanjut, Mahfudz pun mengaitkan prioritas tersebut dengan proses jelang pergantian Panglima TNI yang akan dilakukan setelah Jenderal Moeldoko pensiun pada 1 Agustus mendatang. Menurutnya, prioritas itu tidak akan berpengaruh banyak akan siapa yang nantinya akan menjadi TNI

"Seorang kepala staf di kepalanya bukan hanya berpikir sektoral angkatan yang dia urus. Tapi dia sudah berfikir trimatra terpadu," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.

Oleh karena itu menurut Mahfudz, seorang Kepala Staf Angkatan Udara harus menguasai konsep pertahanan laut dan darat. Begitu juga kepala Staf Angkatan Laut yang juga harus menguasai konsep pertahanan darat dan udara.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriyatna mengatakan dirinya siap apabila dipercayakan untuk menjabat sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo. Memang, melihat urutannya, sudah giliran angkatan udara mengisi posisi panglima TNI.

Dalam Pasal 13 ayat 4 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, disebutkan panglima dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Panglima TNI saat ini Jenderal Moeldoko berasal dari Angkatan Darat dipilih untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang berasal dari Angkatan Laut. Sebelum Agus Suhartono ada nama Marsekal Djoko Suyanto, perwira ‎Angkatan Udara yang menjabat jadi Panglima TNI. 








Sumber : CNN 
readmore »»  

TNI AU Terima Empat Pesawat F-16 Hibah


JAKARTA (MI) : Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) kembali menerima empat pesawat tempur hibah F- 16 C/D Blok 52 ID dari Amerika Serikat.

Keempat pesawat tersebut nantinya akan menambah alat utama sistem senjata (alutsista) pertahanan udara. Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi Mayor Sus Wahyudi mengatakan, empat pesawat tersebut diterbangkan langsung dari Amerika Serikat menuju Indonesia.

Masing-masing pesawat dengan nomor seri TS 1631 yang diterbangkan oleh Mayor Thomas Arthur Juntunen, TS 1633 dipiloti oleh Mayor Brian Dauglas Perkins, sedangkan TS 1636 diterbangkan oleh Mayor Cabell David Francis, dan TS 1642 oleh Letkol Chad William Jennings.

”Rute penerbangan pesawat dari Hill AFB-Eilsen Alaska- Guam lanjut ke Lanud Iswahjudi dan parkir di Shelter Skuadron Udara 3,” ungkap Wahyudi melalui surat elektronik yang diterima KORAN SINDO kemarin.

Menurut Wahyudi, keempat pesawat tersebut mendarat di Lanud Iswahjudi, Jawa Timur, tepat pukul 12.12 WIB dan disambut langsung oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T dan Komandan Wing 3 Kolonel PNB Irwan Pramuda bersama pejabat lanud Iswahjudi lainnya.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama Dwi Badarmanto membenarkan kedatangan empat pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat. Keempat pesawat tersebut merupakan bagian dari pengadaan 24 pesawat tempur sejenis. ”Ya benar sudah datang di Lanud Iswahyudi, sebelumnya sudah datang lima, sekarang empat jadi sembilan pesawat total yang sudah diterima,” katanya.

Bila telah dinyatakan siap, keempat pesawat tersebut akan ditempatkan di Lanud Iswahyudi yang merupakan home base F-16 dan Lanud Pekanbaru.







Sumber  : TRIBUNNEWS
readmore »»  

Moeldoko Rancang Mobil Berperisai untuk TNI

Moeldoko Rancang Mobil Berperisai untuk TNI
Banda Aceh (MI) :  Saat berkunjung ke Kodam Is‎kandar Muda, Nangroe Aceh Darussalam, Panglima TNI Jenderal Moeldoko membagikan dua mobil militer rancangannya sendiri. Mobil ini dirancang khusus untuk beroperasi di daerah rawan.

"Mobil ini yang mendesain saya sendiri. Tenanan (serius) ini," ka‎ta Moeldoko di Markas Kodam Iskandar Muda‎, Jl Sri Ratu Safiatuddin No 1, Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam, Kamis (21/5/2015).‎

Moeldoko hadir di lokasi dalam rangka ‎pengarahan ke prajurit dan PNS segarnisun Banda Aceh. Mobil ini diperuntukkan bagi Batalyon Raider di bawah komando Kodam Iskandar Muda, juga dia mengatakan pihak TNI Angkatan Udara‎, Angkatan Laut, Marinir, hingga Paskhas diberi mobil ini.


Ada dua mobil yang sudah terparkir di halaman Markas Kodam Iskandar Muda. Rencananya jumlahnya akan ditambah. Tampak mobil ini berperisai depan dan samping.

"Kalau digunakan di daerah berbahaya, (perisai pelindung) yang di depan bisa dipindah ke samping agar prajurit bisa terlindung dari tembakan kanan-kiri‎," tutur Moeldoko.

Mobil ini berwarna hijau khas militer, mempunyai perisai bemper di depan dan di sebelah samping, tepatnya di bagian pintu depan. Perisai terbuat dari besi solid.

Mobil ini adalah Toyota Hilux yang dimodifikasi sedemikian rupa. Selain membagikan mobil ini, Moeldoko juga membagikan jam tangan, secara simbolis dibagikan ke sejumlah prajurit lewat acara ini.


Sumber : Detik
readmore »»  

IMDEX 2015: Indonesia confirms deployment of C-705 missiles on KCR-60M class


Changi (MI) : Seorang pejabat senior dari Indonesia Angkatan Laut (Tentera Nasional Indonesia - Angkatan Laut, atau TNI-AL) telah mengkonfirmasi penyebaran buatan Cina C-705 permukaan-ke-permukaan rudal di KCR-60M serangan rudal layanan ini kerajinan.
Pejabat itu berbicara kepada IHS Jane pada 19 Mei selama kunjungan ke kedua di kelas KCR-60M kapal KRI Tombak di Changi Naval Base selama IMDEX 2015 pameran di Singapura. TNI-AL mengirim dua kapal untuk expo - yang lainnya adalah Bung Tomo kelas korvet KRI John Lie (358).      
Tombak  , dibangun oleh BUMN pembuat kapal PT PAL Indonesia dan ditugaskan pada bulan Agustus 2014, adalah yang kedua dari tiga kapal KCR-60M saat ini dalam pelayanan. Kapal ini dilengkapi dengan empat (dua kembar) peluncur rudal. The KCR-60M kelas awalnya diyakini menyebarkan baik C-705 atau C-802 rudal, tapi ada laporan yang saling bertentangan dari Jakarta mengenai pilihan dikonfirmasi rudal.
"Ini adalah C-705 untuk saat ini. Tidak ada rencana untuk menyebarkan C-802 yang belum," kata pejabat TNI-AL. The KCR-60M kelas juga dipersenjatai dengan satu 57 mm meriam utama di geladak muka dan dua senjata 20 mm memanjang.
Dalam sebuah wawancara di Jakarta pada 13 Agustus 2014, maka TNI-AL Kepala Staf Laksamana Marsetio mengatakan IHS Jane bahwa angkatan laut sedang mencari untuk mendapatkan setidaknya 16 kapal KCR-60M pada 2018, tunduk pada pendanaan. Platform ini dipandang sebagai komponen inti dari strategi 'Angkatan Minimum Essential' negara bahwa pihaknya berencana untuk memberikan pada tahun 2024.  





Sumber: Janes
readmore »»  

Menhan Ingin Beli Helikopter Chinook? Ini Penjelasan Kemenhan


JAKARTA (MI) : Dalam kunjungan kerja Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, ke Amerika Serikat, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sepakat bakal mendatangkan empat helikopter tempur jenis Chinook dari perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat, Boeing. Pemesanan itu tidak terlepas dari kebutuhan Indonesia dalam mengantisipasi ancaman-ancaman yang bersifat nyata.


Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik (Kapuskom) Kemenhan, Brigjen Jundan Eko Bintoro, salah satu alasan pemesanan helikopter tempur jenis Chinook itu adalah besarnya daya angkut yang dimiliki oleh helikopter kebanggan Amerika Serikat tersebut. Kondisi ini pun bersesuaian dengan ancaman nyata selain perang yang dihadapi Indonesia, terutama masalah penanganan bencana alam.



"Sebagaimana Pak Menhan katakan, ancaman nyata yang akan selalu kita alami adalah bencana alam. Kemampuan helikopter Chinook dapat membawa pasukan yang lebih besar. Selain itu, helikopter jenis ini dapat mengangkut alat-alat bantuan apabila terjadi bencana alam," ujar Jundan lewat pesan singkat kepada Republika, Senin (18/5).



Namun, Jundan menegaskan, pihaknya belum melakukan pemesanan secara khusus terhadap Boeing atas empat Helikopter Chinook itu. Selain itu, pihaknya juga masih akan melakukan kajian terkait penempatan helikopter-helikopter tersebut di matra-matra TNI, apakah akan ditempatkan di Angkatan Darat, Angkatan Udara, ataupun Angkatan Laut.



Jundan menyebutkan, Kemenhan baru sekedar mengutarakan keinginnannya untuk bisa membeli helikopter tempur sekelas jenis Chinook tersebut. "Kami belum sampai pada tahap pemesanan. Keinginan untuk memiliki helikopter sekelas Chinook direncanakan pada Renstra (Rencana Strategis) II, yaitu pada 2015 hingga 2019," lanjut perwira tinggi bintang satu TNI AD tersebut.



Helikopter Chinook merupakan salah satu jenis helikopter yang memiliki keunggulan multifungsi. Selain dapat mengangkut personil militer dalam jumlah banyak, helikopter ini juga mampu mengangkut logistik dalam jumlah banyak.

Selain itu, helikopter ini didesain untuk bisa mengangkut (sling) pesawat tempur, kapal tempur, kendaraan tempur (Ranpur), hingga tank tempur kelas ringan. Tidak hanya itu, dengan kemampuan daya angkut yang besar, helikopter ini banyak diturunkan untuk mendukung kebutuhan nasional, seperti evakuasi bencana alam dan kegiatan Search and Rescue (SAR).


Sebelumnya, dalam salah satu rangkaian kunjungan kerjanya di Amerika Serikat, Ryamizard sempat mengungkapkan keinginan Indonesia kepada pemerintah Amerika Serikat terkait peningkatan kerjasama militer. Salah satunya adalah percepatan pengiriman pesawat F-16 dan Helikopter Apache, yang telah disepakati dalam kontrak pengadaan.



Selain itu, saat mengunjungi Pabrik Boeing di Philadelphia, Amerika Serikat, Ryamizard juga mengungkapkan keinginan Kemenhan RI untuk bisa mendatangkan empat unit helikopter tempur jenis Chinook.






Sumber : REPUBLIKA
readmore »»  

Helikopter Chinook tak Cocok untuk Kondisi Geografis Indonesia


JAKARTA (MI) : Menhan Ryzamizar Ryzacudu mengungkapkan keinginan untuk melakukan pembelian helikopter jenis angkut Chinook buatan Amerika Serikat. Namun, keinginan itu agaknya harus dikaji ulang. Pasalnya, meski dinilai bagus, namun helikopter buatan Boeing itu dianggap tidak cocok untuk kontur geografis di wilayah tropis seperti di Indonesia.


Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran, Muradi menilai, belum ada alasan yang cukup kuat dari Kemenhan kenapa harus memilih helikopter Chinook sebagai salah satu upaya memodernisasi dan menambah alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI.



"Helikopter Chinook memang bagus, tapi belum tentu sesuai sesuai dengan kondisi, kontur geografis, dan cuaca di Indonesia," ujar Muradi kepada Republika, Senin (18/5).



Lebih lanjut, Muradi menilai, dalam upaya memodernisasi dan menambah alutsista, selama ini agaknya pemerintah belum melihat aspek-aspek yang berpengaruh, seperti aspek kegunaan (utilityI) maupun aspek kesesuaian dengan kondisi di Indonesia. Hal itu dinilai cukup penting agar alutsista yang ada bisa bernilai tepat guna. 



Selain itu, pemerintah diharapkan memiliki tahapan-tahapan yang jelas dan ada road mapatau grand design dalam melakukan upaya modernisasi Alutsista. Belum lagi dengan pertimbanga-pertimbangan yang menyertainya, apakah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di Indonesia dan kemudian melihat harga yang ditawarkan oleh pihak produsen.



Muradi pun menilai, pemilihan helikopter Chinook ini hanya didasarkan kepada selera pribadi Menhan Ryamizard. Selain itu, Muradi juga menyoroti, apakah helikopter Chinook yang bakal dibeli ini baru atau bekas. Hal itu pun berdampak pada masa pemakaian dan biaya perawatan pada masa mendatang.

Sebelumnya, Indonesia memang telah melakukan pengadaan helikopter angkut Mi-17 ini, tepatnya pada 2011 silam. Pada saat itu, pemerintah Indonesia mendatangkan enam unit helikopter buatan Rusia itu dan ditempatkan di matra Angkatan Darat (AD). Penyerahan helikopter Mi-17 itu pun secara resmi disaksikan Menhan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.




Sumber : REPUBLIKA
readmore »»  

Bagaimana Perkembangan PKR Sigma 10514?


JKGR (MI) : Sejauh apa perkembangan Frigate PKR Sigma 10514 Indonesia ?. @erichsaumeth, lewat twitternya sempat memposting gambar pembangunan frigare buatan Damen Belanda tersebut. Gambar ini diposting tanggal 15/04/2015 dan 6/04/2015.
Erich mengatakan, PKR Sigma 10514 Indonesia sedang dalam konstruksi.

image

image


image








Sumber : JKGR
readmore »»  

Kunjungi Pentagon, Menhan Ryamizard Minta Pengiriman F-16 dan Apache Dipercepat


Washington Dc (MI)Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Indonesia menginginkan peningkatan kerjasama di bidang pertahanan. Kerjasama ini direncanakan karena adanya beberapa isu yang terkait dengan radikalisme yang berkembang baik di berbagai belahan dunia.
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu pun mengadakan pertemuan Menhan Amerika Serikat Ashton Carter di Pentagon, Washington, DC, pada Selasa (12/5) lalu.
Peningkatan kerja sama yang diinginkan AS tersebut terfokus dalam dua hal, yakni pertukaran informasi dan intelejen termasuk bidang cyber dalam hal penanganan terorisme maupun pejuang teroris asing (foreign terrorist fighters) serta Teknologi Pertahanan.
Dalam kesempayan itu Ryamizard menyampaikan kebijakan pertahanan Indonesia saat ini dimana ancaman nyata yang dihadapi meliputi terorisme, bencana alam, bencana akibat kelengahan manusia seperti longsor, kebakaran hutan dan pemanasan global, keamanan maritim khususnya perompakan, kemudian separatisme, pelanggaran perbatasan, kejahatan trans-nasional serta wabah penyakit seperti flu burung, SARS, MARS maupun ebola.
Kedua belah pihak sepakat bahwa kerjasama antar negara menjadi tak terhindarkan dalam menghadapi ancaman-ancaman nyata tersebut.  Oleh karena itu kerjasama pertahanan RI dan AS harus terus ditingkatkan guna menghadapi terjadinya eskalasi ancaman tersebut.
Ryamizard juga menyampaikan keinginan Indonesia untuk menjadi perhatian khusus AS yaitu Pertama, percepatan pengiriman pesawat F-16 dan Helikopter Apache yang telah disepakati dalam kontrak pengadaan. 
"Hal ini akan menjadi salah satu indikator untuk meningkatkan hubungan pengadaan alutsista dan kerjasama industri pertahanan kedua negara.  Kedua, sudah saatnya Indonesia dan AS dapat melakukan latihan operasi khusus untuk menghadapi ancaman terorisme antara Kopassus Indonesia dan pasukan khusus AS," kata Ryamizard dalam siaran pers yang diterima Harian Terbit, Minggu (17/5/2015).
Menhan RI menyampaikan agar rencana latihan tersebut dapat dimasukan dalam agenda bilateral kerjasama kedua negara.
Usai melakukan pertemuan dengan Menhan AS, Menhan Ryamizard Ryacudu juga berkesempatan bertemu dengan Admiral Michele Howard, Kasal AS (Chief of US Naval Operations) untuk membahas kerjasama keamanan Maritim termasuk pertukaran pengalaman maupun pertukaran instruktur/pelatih.
Selain itu, Menhan RI juga berkesempatan mengunjungi Pabrik Boeing di Philadelphia yang memproduksi berbagai jenis Helikopter Tempur (Apache dan Chinook) dan menyampaikan keinginan Indonesia untuk membeli 4 buah Helikopter Chinook.
Sebelum melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, rangkaian kunjungan kerja Menhan RI diawali pertemuan dengan United States Pacific Command (US PACOM) Commander, Admiral Samuel J. Locklear dan United States Army Pacific (US ARPAC) Commander, General Vincent K. Brooks, di Hawaii.
"Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat dilakukannya peningkatan kerja sama pertahanan dan militer, meliputi pelatihan maupun latihan bersama, pertukaran instruktur dan latihan untuk Kopassus serta Marinir," ujarnya.
Hal lainnya yang menjadi topik pembicaraan antara lain, pertukaran pandangan tentang  perkembangan situasi keamanan  di Laut China  Selatan, yang berisi ajakan kepada semua pihak untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan itu dengan menghormati code of conduct di Laut China Selatan. 

Selama di Hawaii, Menhan RI juga berkesempatan mengunjungi Squadron US Navy P-3C Orion sebagai satuan penerbang pengintai Keamanan Maritim Angkatan Laut AS.







Sumber : Harian Terbit
readmore »»  

Indonesia Minati 4 Helikopter Apache Chinook



Washington Dc (MI) : Indonesia berkeinginan untuk membeli empat buah helikopter tempur Chinook dari Amerika Serikat. 


Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riyacudu dalam rangkaian kunjungan kerja ke Pabrik Boeing di Philadelphia. Di pabrik tersebut diproduksi berbagai jenis helikopter tempur termasuk Apache Chinook. 



Dalam siaran pers Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan yang diterima redaksi (Minggu, 17/5) disebutkan bahwa sebelum melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, rangkaian kunjungan kerja Menhan RI diawali pertemuan dengan United States Pacific Command (US PACOM) Commander Admiral Samuel J. Locklear dan United States Army Pacific (US ARPAC) Commander, General Vincent K. Brooks, di Hawaii.



Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat dilakukannya peningkatan kerja sama pertahanan dan militer, meliputi pelatihan maupun latihan bersama, pertukaran instruktur dan latihan untuk Kopassus serta Marinir.



Hal lainnya yang menjadi topik pembicaraan antara lain, pertukaran pandangan tentang perkembangan  situasi  keamanan  di  Laut China Selatan yang berisi ajakan kepada semua pihak untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan itu dengan menghormati code of conduct di Laut China Selatan.  



Selama di Hawaii, Menhan RI juga berkesempatan mengunjungi Squadron US Navy P-3C Orion sebagai satuan penerbang pengintai Keamanan Maritim Angkatan Laut AS. 








Sumber : RMOL
readmore »»  

Ramai-ramai Selfie di Depan Pesawat Sukhoi



Jayapura (MI)Terik sinar matahari siang itu tidak menyurutkan niat puluhan warga Sentani dan sekitarnya melihat dari dekat 4 pesawat Sukhoi Su-27 dan Su-30 yang sengaja diparkir di hanggar Pangkalan TNI AU di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Pesawat yang didatangkan langsung dari Pangkalan Udara TNI AU di Makassar, Sulawesi Selatan itu memang sengaja dipamerkan kepada warga Jayapura dan sekitarnya selama 7 hari. Pesawat yang datang sejak 11 Mei 2015 ini akan mengakhiri misinya pada Senin 18 Mei 2015. 


Lina, seorang warga Kota Jayapura mengaku sengaja ingin melihat dari dekat pesawat Sukhoi yang sedang parkir di Jayapura. Dia rela menempuh jarak 25 kilometer dari rumahnya di Hamadi, Kota Jayapura untuk foto-foto dan melihat langsung pesawat tempur tersebut.


"Ya, memang sudah niat dengan teman-teman untuk melihat Sukhoi dari dekat. Walaupun tidak hobi dengan kedirgantaraan, namun saya penasaran dengan pesawat tempur ini. Saya senang sekali, bisa melihat langsung pesawat yang selalu menjaga wilayah udara NKRI ini," kata Lina yang ditemui di Sentani, Sabtu (16/5/2015).



Tak hanya melihat dari dekat pesawat bersama dengan pilotnya, Lina dan beberapa temannya juga melakukan foto di areal parkir pesawat itu.

"Ya, narsis juga salah satunya di depan pesawat ini. Rugi kalau nggak narsis," ucapnya sambil tertawa bersama dengan teman-temannya. 

Tidak hanya Lina, segerombolan anak sekolah berseragam SMP juga melakukan hal yang sama. Mereka sengaja mendatangi hanggar Lanud Jayapura untuk melihat dari dekat dan foto narsis dan selfie di depan pesawat yang juga sering dijadikan pesawat latih bagi penerbang baru. 


"Saya senang bisa melihat dari dekat pesawat canggih ini. Saya memang mempunyai cita-cita jadi penerbang dan ini pengalaman yang menarik bagi saya, terutama bisa ngobrol langsung dengan pilot Sukhoi-nya," kata Mathius siang itu. 


Tidak hanya menjadi ajang pameran saat di parkiran hanggar Lanud Jayapura, 4 pesawat ini juga sempat atraksi manuver di langit Jayapura. Di antaranya di sekitar Kantor Gubernur Jayapura, Perkantoran Ruko Dok II dan juga di daerah Sentani, Kabupaten Jayapura. 


"Keren sekali. Saya sempat kaget tadi ini ada pesawat apa yang sampai di depan Kantor Gubernur Papua melakukan atraksi meliuk-liuk di udara. Biasanya tidak ada peswat yang melintas di depan kantor pemerintahan ini," kata Magdalena Itaar, seorang warga Jayapura.





Operasi Sukhoi di Papua



Pangkalan Udara Jayapura sejak 11 Mei mendatangkan 4 Sukhoi dari Pangkalan Udara TNI di Makassar, salah satunya untuk melakukan operasi Lintas Maleo Perbatasan RI-Papua Nugini dan juga perbatasan Indonesia dengan Australia. Operasi tersebut dilakukan hingga ke Kabupaten Merauke, salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini. 

"Setiap hari ada 2 survei dengan menerbangkan 2 pesawat Sukhoi. Selama operasi ini tidak ada hal yang menonjol, hanya ada beberapa hal yang kita harus capai, salah satunya masyarakat Papua merasa ada kehadiran dari pesawat Sukhoi ini yang akan melindungi mereka, sekaligus memberi tahu kepada masyarakat luas bahwa Indonesia memiliki pesawat tempur Sukhoi yang cukup canggih," kata Komandan  Pangkalan Udara Jayapura Kolonel PNB I Made Susila, Sabtu (16/5/2015)

Pangkalan Udara Jayapura mengaku sengaja memamerkan 4 pesawat ini kepada masyarakat di Papua. Pihaknya memberi kesempatan kepada masyarakat untuk melihat secara dekat pesawat ini, bahkan dapat berbicara langsung dengan penerbangnya.

"Kepada adik-adik yang tamat SMA, jika mereka ingin menjadi penerbang seperti apa, bisa langsung berkomunikasi dengan penerbangnya," jelas Made Susila.


Susila mengatakan, 4 pesawat tersebut merupakan pesawat Multi Bull, dapat dipergunakan untuk bomber, untuk air to air, atau air to ground. Kru pesawat Sukhoi yang berjumlah 68 orang orang, masing-masing ada 8 penerbang dan 60 ground kru.

"Kecepatan maksimal pesawat ini bisa mencapai 2 mach, namun untuk operasi di wilayah timur ini, kecepatan maksimal yang digunakan hampir 1 mach. Untuk terbang rendah, pesawat ini dapat mencapai ketinggian 500 feet, sementara ketinggian maksimal mencapai 65.000 feet," tutur Susila.

Tidak hanya itu, pesawat ini juga dilengkapi persenjataan yang berat dan kelincahan yang tinggi. Peluncuran Su-27 dan Su-30 Flanker didesain sebagai pesawat tempur berperforma tinggi dengan sebuah sistem kontrol fly-by-wiredan kemampuan untuk membawa sampai 10AAM. Pesawat Su-27 dan Su-30 Flanker mempunyai manuverabilitas hebat.









Sumber : Liputan6
readmore »»