Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan

Helikopter Sipil Malaysia Mendarat Tanpa Izin di Helipad Milik TNI AD

Helikopter Sipil Malaysia Mendarat Tanpa Izin di Helipad  Milik TNI AD

NUNUKAN (MI) : Helikopter milik penerbangan sipil Malaysia, jenis Bell 9M-YMH, Minggu (28/6/2015) nekat mendarat tanpa izin di heliped milik TNI Angkatan Darat .
Heliped milik TNI AD itu berada di Pos Kotis Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia, Desa Aji Kunjing, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah berbatasan darat secara langsung dengan Malaysia di Pulau Sebatik.

Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 521/ Dadaha Yudha, Letkol (Inf) Slamet Gunarso, memastikan, helikopter tersebut mendarat tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
“Karena itu helinya tiba-tiba turun, kemudian terbang lagi. Itu tanpa konfirmasi,” ujarnya, Senin (29/6/2015) kepada wartawan.

Dia belum bisa memastikan, siapa yang berada di dalam helikopter dimaksud? Namun dipastikan helikopter tersebut milik Malaysia.
“Kita tidak tahu siapa, darimana? Yang jelas heli turun kemudian terbang lagi ke arah Malaysia.
Kita tidak tahu awalnya darimana dia datang, begitu terbang, mengudara arahnya ke Malaysia, mungkin dari Sabah. Isinya siapa, kita tidak tahu,” ujarnya.

Dari laporan yang diterimanya, ada tiga orang yang berada di dalam helikpoter. Menindaklanjuti pelanggaran dimaksud, Slamet kemarin langsung melaporkan ke komando atas.
“Kita laporkan saja. Itu kan heli sipil. Apa perintah dari pimpinan? Itu kita laksanakan sehingga penyelesaiannya jelas,” ujarnya.

Informasi yang diterima TRIBUNKALTIM.CO, helikopter dimaksud mendarat sekitar pukul 08.40 setelah berputar-putar tiga kali di wilayah Kecamatan Sebatik Tengah.
Helikopter yang mendarat di instalasi militer TNI Angkatan Darat itu, menjadi perhatian sejumlah warga setempat. Mereka mengabadikan helikopter tersebut saat mendarat.
Namun tak sampai lima menit mendarat, helikopter dimaksud langsung terbang kembali setelah didekati prajurit TNI AD. Tidak ada seorangpun yang sempat keluar dari helikopter.


Medsos Dihebohkan dengan Foto Heli Malaysia Mendarat di Sebatik


Medsos Dihebohkan dengan Foto Heli Malaysia Mendarat di Sebatik


Sebuah foto yang menggambarkan helikopter Bell warna putih yang diduga milik Malaysia akan mengudara, sementara satu anggota TNI berusaha mendekat heli tersebut. Sementara, puluhan warga perbatasan Kecamatan Sebatik, Kalimantan Utara, terlihat menonton peristiwa itu.

Foto tersebut terlihat menjadi foto profil beberapa warga di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, dan menyebab melalui media sosial. Entah darimana foto tersebut, namun berdasarkan penelusuran Kompas.com heli tersebut diperkirakan mendarat di helipad milik Satgas Pamtas 512/ Dadaha Yudha yang baru beberapa hari lalu menggantikan Satgas Pamtas 433/Julu Siri.

“Katanya kejadiannya Minggu pagi pukul 08:40 wita,“ ujar salah satu wartawan media lokal Viqor di Nunukan, yang juga mendapat kiriman gambar melalui jejaring sosial, Minggu (28/6/2015).
Berdasarkan keterangan warga yang mengunggah gambar tersebut, helikopter Bell 9M-YMH milik Negara Malaysia tersebut terlihat berputar-putar sebanyak tiga kali di atas wilayah Sebatik Tengah dan Sebatik Utara Pualu Sebatik, Indonesia. Semula, heli tersebut akan mendarat di pematang sawah yang telah disiapkan di wilayah Sebatik, Malaysia.

Namun, karena hujan deras di malam sebelumnya, membuat helipad yang disiapkan tidak bisa didarati. Akhirnya, heli yang diduga milik perusahaan Sabah Air tersebut akhirnya mencari tempat pendaratan alternatif.

Heli yang kabarnya ditumpangi Mendagri Negara Malaysia Datuk Sri Ahmad Zaid Hamidi tersebut akhirnya mendarat di Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 521/Dadaha Yudha yang terletak di Desa Aji Kunig. Heli tersebut diperkirakan mendarat selama kurang lebih lima menit.

Selama lima menit itu, tidak ada satupun penumpang yang turun. Saat salah satu anggota TNI berusah mendekat, heli tersebut kembali mengangkasa menuju wilayah Malaysia. Komandan Satgas Pamtas 521/Dadaha Yudha, Slamet Winarto, hingga malam ini belum berhasil dihubungi untuk dimintai konfirmasinya.










Sumber : TRIBUNNEWS
readmore »»  

Prajurit Yonif 521/DY amankan perbatasan Indonesia-Malaysia

Prajurit Yonif 521/DY amankan perbatasan Indonesia-Malaysia

Nunukan (MI) : Prajurit TNI AD dari Batalyon Infantri 521/Dadaha Yudha (Yonif 521/DY) Komando Daerah Militer (Kodam) V Brawijaya, Jawa Timur, mengamankan wilayah perbatasan menempati 19 pos yang berada di antara Republik Indonesia dan Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Sebanyak 19 pos perbatasan tersebut berada sepanjang perbatasan dari Pulau Sebatik hingga Kecamatan Sebuku, yang berbatasan dengan Negeri Sabah, Malaysia, kemudian dari Kecamatan Lumbis Ogong hingga Kecamatan Krayan Selatan yang berbatasan dengan Negeri Sarawak, Malaysia.

Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 521/DY Letkol Inf Slamet Winarto saat tiba di Kabupaten Nunukan, Sabtu (20/6) sekitar pukul 14.00 Wita, menyatakan bahwa tugas dan tanggungjawab yang akan diemban sama dengan Batalion Infantri Lintas Udara Koamdo Cadangan Strategis TN AD (Yonif Linud Kostrad) 433/Julu Siri yang akan digantikannya.

Hanya saja, lanjut dia, wilayah penugasannya lebih luas dan panjang karena pengamanan perbatasan sebelumnya hanya dari Pulau Sebatik hingga Kecamatan Sebuku dengan menempati 15 pos perbatasan.

Ia mengungkapkan, misi utama yang akan dilakukan pertama adalah melanjutkan apa yang telah dilaksanakan prajurit Yonif Linud Kostrad 433/Julu Siri sekaligus menata internal prajuritnya selama bulan suci Ramadhan 1436 Hijriyah.

"Misi kami yang pertama adalah melanjutkan apa yang telah dilakukan batalion sebelumnya sambil menata kondisi prajurit selama bulan puasa ini," sebut Slamet Winarto.

Slamet Winarto juga menambahkan, bertambahnya pos perbatasan yang akan dijaga membuat jangkauan wilayahnya lebih luas, karena ada 4.000 patok perbatasan RI-Malaysia harus diamankan, sedangkan sebelumnya hanya menjaga 1.971 patok perbatasan.







Sumber : ANTARA
readmore »»  

Usai di Perbatasan, Yonif Linud 433/Julu Siri Berangkat ke Sudan

Usai di Perbatasan, Yonif Linud 433/Julu Siri Berangkat ke Sudan

NUNUKAN (MI) : Yonif Linud 433/Julu Siri Kostrad Makassar di bawah pimpinan Letkol (Inf) Agustatius Sitepu melakukan serah terima tugas pengamanan perbatasan Republik Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan kepada Yonif 521/ Dadaha Yudha dibawah pimpinan Letkol (Inf) Slamet Gunarso.

Acara ini digelar Minggu (21/6/2015) malam di Mako Satgas Pamtas RI-Malaysia Jalan Fatahillah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Agustatius mengatakan, usai melaksanakan tugas menjaga perbatasan, pihaknya Senin (22/6/2015) bertolak kembali ke Makassar.
“Kita akan mempersiapkan diri berangkat menjadi pasukan penjaga perdamaian di Sudan, Afrika,” ujarnya.

Selama 10 bulan bertugas menjaga perbatasan, Yonif Linud 433/Julu Siri Kostrad Makassar telah menorehkan sejumlah prestasi. Keberadaan pasukan ini sangat ditakuti para pelaku penyelundupan terutama minuman keras, sabu-sabu dan TKI illegal. Pasalnya, pasukan ini tak mengenal kompromi terhadap pelaku kejahatan.
Selama bertugas di Kabupaten Nunukan, tercatat sebanyak kurang lebih 13.000 botol minuman keras telah ditangkap dalam 53 kali operasi.

Selain itu 1,3 kilogram sabu-sabu dengan 20 pelaku ditangkap dari 18 kali operasi. Sebanyak 8 pucuk senapan laras panjang dan 2 pucuk pistol rakitan juga berhasil diamankan.
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal tak luput dari pantauan Yonif Linud 433/Julu Siri Kostrad Makassar selain tugas utamanya melakukan pengawasan 1.987 patok perbatasan.
Agustatius menjelaskan, dari sisi teritorial pihaknya juga memiliki andil yang signifikan.
“Dari sisi pendidikan kami menugaskan 30 prajurit sebagai guru bagi anak-anak sekolah yang tersebar di 10 sekolah di Nunukan,” ujarnya.
Anggota TNI Angkatan Darat ikut terlibat menjadi tenaga bantuan medis bagi pustu dan posko kesehatan.

Pihaknya berupaya berbaur dengan masyarakat melalui ajang pertandingan olahraga seperti bola voli dan tenis yang selalu diiringi dengan menularkan wawasan kebangsaan bagi masyarakat.
Tak cukup di tingkat lokal, di tingkat internasional, pihaknya ikut mengantar Pramuka Nunukan menjadi juara umum di Tawau, Malaysia.

''Kami bersyukur keberadaan kami bisa mengantar mereka sampai ke sana, menjadi motivasi dan penyemangat bagi pelajar,'' katanya.
Bertugas di Kabupaten Nunukan memberikan kesan yang baik bagi Agustatius dan anak buahnya. Daerah ini sudah dianggap sebagai rumah, karena respon positif dari pemerintah setempat dan masyarakatnya.

Bagi mereka, bertugas menjadi penjaga perbatasan merupakan energi untuk menjadi tentara tangguh, menjadi pelopor barisan terdepan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Namun disadari, dalam melaksanakan tugas-tugas di perbatasan tak semuanya bisa berjalan dengan mulus. Tugas sebagai tentara mengharuskan mereka memiliki fisik prima saat menempuh medan berat saat berpatroli. Risiko dipatok ular hingga kematian menjadi sahabat saat bertugas.
''Karena medan berat, ada anggota sakit, terlambat ditangani sampai meninggal di Seliku kemarin,'' katanya.

Duka yang dialami ini sepenuhnya dianggap sebagai ujian. Kedaulatan negara yang dipikul dipundaknya dirasakan lebih berat dari sekedar duka atas kehilangan salah satu prajurit terbaiknya.
Sitepu berpesan, pengganti pasukannya akan lebih baik dari mereka dengan terus menjaga keakraban sesama organisasi, pemda, seluruh lapisan masyarakat dan wartawan.

'Mereka merupakan mitra, menjadi kepanjangan tangan kami, terutama wartawan dari mereka sumber informasi bisa didapat dan dipelajari,'' ujarnya.







Sumber : TRIBUNKALTIM


readmore »»  

Tiba di Martapura, Jokowi Berseragam TNI



MARTAPURA (MI)Presiden RI Joko Widodo tiba bersama rombongan di titik pantau Pusat Latihan Tempur Kodiklat Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, Selasa (16/6/2015) sekitar pukul 10.36. Jokowi dan rombongan tiba dengan menggunakan mobil.


Kedatangannya lebih lama dari jadwal sebelumnya, yaitu pukul 09.30. Saat tiba, Jokowi tiba di Puslatpur, Jokowi mengenakan seragam TNI lengkap. Dia didampingi oleh sejumlah petinggi TNI.



Rencananya, hari ini, Jokowi akan menyaksikan demonstrasi latihan tempur TNI Angkatan Darat.

Sebelumnya diberitakan, latihan demonstrasi tempur melibatkan ribuan prajurit dan alat utama sistem senjata (Alutsista) yang digunakan dalam pelatihan.



Beberapa alutsista dikerahkan dalam mendukung latihan tersebut, seperti kendaraan tempur (Ranpur) berupa Tank Scorpion, Tank AMX 13, Tank Marder, Stormer, M113A1, Tank Jembatan Scorpion, AVLB dan Tank Leopard ditambah dengan Panser Anoa dan Panser Tarantula.



Selain itu dikerahkan juga puluhan unit pesawat udara dari penerbangan AD, seperti heli bolkow 105, 14 heli bell, 2 heli M1-17, 4 unit M135, dan 1 unit Cassa 212.



Latihan yang digelar TNI AD kali ini mengangkat tema "Brigade Tim Pertempuran (BTP) melaksanakan demonstrasi taktik pertempuran guna meningkatkan profesionalime prajurit dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI".







Sumber : KOMPAS
readmore »»  

Jokowi Akan Saksikan Latihan Tempur TNI di Martapura





PALEMBANG (MI) : Presiden Joko Widodo akan menyaksikan latihan demonstrasi pertempuran TNI Angkatan Darat di Pusat Latihan Tempur Kodiklat Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Selasa (16/6/2015).

Menurut Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Arh Saepul Mukti Ginanjar, Presiden direncanakan akan menyaksikan langsung latihan demonstrasi pertempuran tersebut. Dalam latihan demonstrasi tempur itu mengikutsertakan ribuan prajurit dan alat utama sistem senjata (Alutsista) yang digunakan dalam pelatihan.

 
 
Beberapa alutsista dikerahkan dalam mendukung latihan tersebut, seperti kendaraan tempur (Ranpur) berupa Tank Scorpion, Tank AMX 13, Tank Marder, Stormer, M113A1, Tank Jembatan Scorpion, AVLB dan Tank Leopard ditambah dengan Panser Anoa dan Panser Tarantula.
Selain itu dikerahkan juga puluhan unit pesawat udara dari penerbangan AD, seperti heli bolkow 105, 14 heli bell, 2 heli M1-17, 4 unit M135, dan 1 unit Cassa 212.


Latihan yang digelar TNI AD kali ini mengangkat tema "Brigade Tim Pertempuran (BTP) melaksanakan demonstrasi taktik pertempuran guna meningkatkan profesionalime prajurit dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI".
Sementara dalam jadwal yang diterima Antara, Presiden akan menghadiri latihan tempur tersebut sekaligus memberikan pengarahan. Acara itu juga akan dihadiri Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki serta pejabat dalam jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel lainnya.








Sumber : KOMPAS
readmore »»  

Mengintip Kawah Candradimuka Pasukan Kostrad


KARAWANG (MI) : Jarum jam masih menunjukkan pukul 03.00 WIB saat dentuman meriam langsung membuyarkan sekira 30 prajurit yang tengah tertidur pulas. Sejurus kemudian, mereka langsung bergegas merapikan tempat tidur dan segera berpakaian lengkap. Tak sampai lima menit, mereka sudah berbaris rapi menunggu instruksi pelatih di lapangan.

"Disini itu kawah candradimukanya pasukan Kostrad," ujar Perwira Seksi Operasional, Kapten Alipudin di markas Detasemen Pemeliharaan dan Latihan (Denharalat) Kostrad, Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (13/6/2015).

Di areal seluas 500 hektare itu, lanjut Alipudin, pasukan muda Kostrad dilatih sejak dini. Dimulai dari empat bulan awal untuk proses seleksi prajurit. Selanjutnya, mereka langsung digembleng selama tiga bulan.

"Seluruh prajurit Kostrad digodok disini, mulai dari seleksi sampai latihan sudah jadi," imbuhnya.

Tak cukup sampai disitu, setelah lolos sekaligus menjadi prajurit Kostrad, mereka langsung dilatih untuk menjadi personel infanteri intai tempur (Taipur). Adapun tugasnya, mereka berada di garda depan ketika terjadi peperangan.

"Itu yang latihan sekarang Taipur, mereka dilatih selama enam bulan," sambung sosok tegap yang mirip mantan Menhankampangab, Jenderal Wiranto itu.

Sedari pagi, para prajurit itu dipersiapkan untuk selalu sigap dan kuat. Sementara, materi yang diajarkan, bukan hanya ketahanan fisik, melainkan mental juga turut menjadi poin penggemblengan.

"Jadi bagaimana mereka menjaga rahasia saat disandera juga dilatih, intinya jangan sampai bocor," paparnya.

Alipudin lantas menceritakan, ide pembuatan kawasan latihan itu berawal saat Jenderal Purnawirawan Ryamizard Ryacudu menjabat sebagai komandan Yonif 305 Karawang. Lantaran pasukannya selalu menggelar latihan di pegunungan yang berada di barat daerah penghasil beras di Jawa Barat itu. Setelah Ryamizard menjabat sebagai Pangkostrad, ia langsung membebaskan kawasan tersebut.

"Dulu, sekira 1999. setelah beliau jadi Pangkostrad, daerah inilah dibebaskan sama Kostrad," sambungnya.

Pembangunan kawasan latihan lalu selesai pada 2001. Kostrad kemudian melengkapi fasilitas militernya dengan membangun barak, hutan simulasi perang, serta kawasan latihan fisik.

"Dirintis pembangunan sampai 2001. Disini spesialisasi latihan tingkat batalyon untuk tempur infanteri, lawan gerilya," bebernya.

Kini, tak hanya Kostrad, wilayah tersebut juga digunakan untuk matra lain guna meningkatkan kemampuan. Pantauan Okezone, Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) misalnya, juga melakukan latihan di kawasan tersebut.

"Iya, sering dipakai matra lain. Ini Pomal sedang berlatih disini," pungkasnya.









Sumber : Okezone
readmore »»  

700 Prajurit TNI Dilepas untuk Jaga Perbatasan Selama 9 Bulan

700 Prajurit TNI Dilepas untuk Jaga Perbatasan Selama 9 Bulan

BALIKPAPAN (MI) : Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaksanakan apel pelepasan pasukan Batalyon 521 dan 527, yang akan dikirim ke perbatasan Nunukan dan Tarakan. Apel tersebut digelar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (14/6/2015) pagi.
Pasukan ini merupakan pengganti dari pasukan Yonif 433 Kodam VII Wirabuana dan Batalyon Infantri 406 Candra Kusuma Purbalingga, yang saat ini melaksanakan tugas di perbatasan.

Prajurit TNI di perbatasan nantinya banyak membantu masyarakat yang kesulitan. Di sela waktu, mereka juga ikut membantu membangun rumah warga.
Diharapkan prajurit TNI betul-betul diterima oleh masyarakat sampai para prajurit diminta dipertahankan di daerah tugasnya.

Pangdam VI Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Benny Indra Pujihastono mengatakan, prajurit yang ditugaskan diharap bisa meredam konflik antar suku, premanisme dan bisa menjalin hubungan baik dengan kepala suku atau kepala adat.
Deteksi awal Ilegal logging wajib dilakukan, antisipasi perdagangan manusia, penyelundupan narkoba dan berbagai bentuk kegiatan kejahatan harus bisa diatasi dengan penuh tanggung jawab.

"Dua Batalyon ini menggantikan Yonif 433 dan Yonif 406. Mereka akan ditugaskan selama sembilan bulan," ujar Pangdam.
Sesuai jadwal, 700 prajurit dari dua Batalyon ini akan diberangkatkan Senin (14/6/2015) mendatang, menggunakan KRI Teluk Hading. Prajurit melakukan patroli patok perbatasan di 1017, patok sepanjang 1038 kilometer.
Sumber :  TRIBUNKALTIM
readmore »»  

Militer Amerika Serikat Bingung Pasukan Raider Latihan Berat


GARUT (MI) Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu berbagi pengalaman ketika pasukan Raider TNI AD terbentuk. Adanya pasukan Raider yang memiliki kualifikasi setara tiga prajurit infanteri biasa ternyata mengagetkan militer Amerika Serikat (AS). Pasalnya, masa pendidikan dan latihan yang dijalani pasukan Raider lebih berat ketimbang pasukan khusus AS.

"Amerika bingung, ini latihan apa. Mereka (AS) latihan 2,5 bulan. Dulu saya latihan enam bulan, (pasukan Raider) tiga bulan saya tambah lagi. Tentara itu latihan, latihan, latihan terus," kata Ryamizard ketika berkunjung ke Markas Batalyon Infantri 303/Raider Setia Sampai Mati, Garut, Jumat (12/6) petang WIB.

Batalyon Raider dibentuk pada 22 Desember 2003 ketika Ryamizard menjadi kepala staf Angkatan Darat (KSAD). Sebagai kekuatan penindak, satu batalyon raider ketika diterjunkan ke medan peperangan setara dengan tiga batalyon infanteri biasa.
Menurut Ryamizard, pasukan Raider harus terus menjaga motivasi tempur demi menjaga marwah sebagai pasukan khusus. "Tanpa semangat, itu seperti orang mati. Semangat menggebu-gebu itu melebihi alutsista," ujar Ryamizard.

Hanya, ia berpesan, agar latihan yang dijalani pasukan Raider perlu mendapat tambahan lagi. Misalnya, saran dia, pasukan Raider bisa bertahan di hutan dengan memakan ular cobra berbisa. Menurut mantan panglima Kostrad tersebut, latihan tambahan itu penting dilakukan demi menjaga kualifikasi pasukan khusus agar memiliki keunggulan dibandingkan militer negara lain.

Ryamizard pun menyebut, pasukan khusus Jepang ketika menjalani Perang Dunia ke-II melawan Barat, yang mengedepankan semangat membela negaranya dengan penuh ketulusan hati. "Saya terobsesi tentara Jepang saat Perang Dunia ke-II. Lebih baik mati daripada kalah perang. Yang baik apa pun dari negara lain kita contoh. Tak baik dari negara kita pun, tak perlu kita contoh," katanya.

Dia melanjutkan, pantang menyerah orang Jepang harus ditiru. Kehebatan tersebut sangat layak diterapkan oleh prajurit Raider. "Kalau boleh, Raider ini harus harakiri saja. Sanggup?" Seratusan prajurit Raider kompak menjawab, "Sanggup." 



Menhan Ryamizard: Satu Pasukan Raider Setara Tiga Tentara Infanteri


Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, di dalam satu batalyon pasukan Raider itu kemampuan dan keterampilannya setara dengan tiga pasukan batalyon infanteri biasa. Hal itu lantaran pasukan Raider termasuk bagian dari pasukan khusus, yang dilatih secara keras. Menurut dia, saat ini terdapat 20 batalyon Raider di seluruh Indonesia, di bawah naungan Kostrad.

"Satu batalyon Raider itu setara tiga batalyon. Kalau 20 batalyon itu benar-benar Raider, bangsa ini tak perlu takut lagi. Bayangkan, 60 batalyon digerakkan, itu luar biasa," kata Ryamizard saat mengunjungi Markas Batalyon Infanteri 303/Raider SSM di Cikajang, Garut, Jumat (12/6) petang WIB.

Ryamizard menjelaskan, pasukan Raider itu adalah pasukan Raid yang melaksanakan operasi penyergapan, penghancuran komando musuh, dan pembebasan tawanan dengan cepat dan senyap. Sehubungan dengan kemampuan pelaksanaan tugas tersebut, kata dia, pasukan khusus bukan hanya untuk menjadi kesombongan dan gagahan saja.

"Pasukan ini diperlukan untuk melaksanakan tugas yang sangat berbahaya yang tidak bisa dilakukan oleh pasukan infanteri biasa," kata mantan kepala staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.

Menurut dia, profesionalisme dan sikap dari pasukan Raider harus tetap dijaga dengan terus mengadakan latihan-latihan yang terampil. “Pasukan khusus dilatih sesuai dengan kemampuannya. Jadi latihan pasukan raid jangan sampai dicampurkan dan dengan latihan pasukan konvensional. Karena ini menjadi akan tidak professional,“ kata pendiri pasukan Raider itu.

Di depan seratusan prajurit yang dipimpin komandan Letkol Iwan Setiawan, Ryamizard berpesan bahwa dalam memenangkan peperangan, hal itu bukan lah dihitung dari kehebatan alutsista yang dimiliki. Dia melanjutkan, semangat kemenangan yang tercipta dari setiap pasukan militer bisa menjadi penentu kemenangan melawan lawan.

”Saya agak kecewa, jika semangat menggebu-gebu memaksakan alutsista yang besar-besar tanpa adanya semangat dari personelnya. Karena kalau tidak ada semangat dari orangnya, itu alutsista tidak akan berguna,” katanya.

Ryamizard juga menekankan kepada pasukan Raider untuk memegang teguh disiplin tempur. Terkait disiplin tempur, ia mengingatkan, pasukan Raider tidak boleh mempergunakan alat komunikasi di sembarang tempat saat melaksanakan tugas.
Contoh lain disiplin tempur yang dimaksud adalah faktor keamanan dalam penggunaan senjata tempur. Kalau ada pasukan Raider ketika mengosongkan senjata malah meledak, ia mempertanyakan pendidikan yang dijalaninya.






Sumber : REPUBLIKA
readmore »»  

Menteri Ryamizard: Kunci Kemenangan Perang Adalah Semangat, Bukan Alutsista!

http://www.rmol.co/images/berita/thumb/thumb_717906_03472013062015_ryamizard.jpg

Jakarta (MI) : Alat utama sistem pertahanan (Alutsista) hanya faktor tambahan dalam memenangkan perang. Faktor utama kemenangan perang adalah semangat pantang menyerah.

Hal itu sebagaimana disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di depan prajurit Brigade Infanteri 13 Galuh di Nyantong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (12/02) malam.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini mencontohkan kemenangan Vietnam dalam melawan Amerika. Lanjut Ryamizard, prajurit Vietnam hanya memiliki semangat pantang menyerah dan hanya memiliki senapan laras pendek, dibandingkan Amerika Serikat yang dipersenjatai dengan peralatan canggih

"Dia (tentara Vietnam) pake senjata pendek, itu semangat. Jadi semangat itu yang memenangkan perang," ujarnya.

Lebih jauh, Ryamizard menambahkan, semangat yang ditunjukkan prajurit Vietnam patut menjadi contoh bagi para prajurit Batalion infanteri 303/SSM. Sebab saat ini TNI belum membutuhkan alutsista yang canggih

"Jadi saya agak kecewa, dengan penambahan alutsista besar-besaran. Ini percuma saja kalau tidak ada semangatnya. Kalau alutsista lengkap, canggih tapi semangat bertempurnya nggak ada, nggak ada gunanya. Orang yang ada semangat nggak ada duanya. Senjata kalian cukup semangat, dan berkelahi tangan kosong," tegasnya.

Tak hanya memberikan wejangan, mantan Pangdam Jaya itu juga berpesan agar prajurit Raider tidak boleh menggunakan kekuatan untuk melawan rakyat. Sebab TNI dan rakyat harus bersatu untuk mengamankan Indonesia

"Tidak boleh berkelahi dengan rakyat, itu malu-maluin. Sama aja kamu melawan anak kecil. Apalagi anak kecilnya kamu keroyok. Saya minta Raider, tidak boleh main keroyokan dan berkelahi. Jangan pernah kalian tempeleng rakyat. Mengalah lah dengan rakyat," tegas Ryamizard.









Sumber :  RMOL
readmore »»  

Panglima TNI: 2016, Angkatan Darat Miliki Helikopter Chinook


SOLO (MI) : Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, rencana pembelian helikopter CH-48 atau lebih dikenal dengan nama Chinook baru terlaksana pada 2016.
"Anggarannya bukan tahun ini, tahun 2016," ujar Moeldoko di Solo, Kamis (11/6/2015) malam.
Moeldoko mengatakan, rencananya Chinook akan diserahkan untuk TNI Angkatan Darat sebagai bagian alat utama sistem persenjataan (alutsista). Selain itu, juga dapat difungsikan sebagai alat angkut.
"Untuk alat angkut berat, karena itu mobilitas sangat tinggi dan daya angkut personelnya baik. Satu peleton bisa itu," kata dia.

Moeldoko mengaku telah melihat kehebatan helikopter buatan Amerika Serikat itu seperti ketika beberapa bencana alam di Indonesia. Saat itu, sejumlah negara membawa bantuan menggunakan Chinook.
"Waktu tsunami Aceh, kita dapat bantuan dari Singapura dan Tiongkok memakai Chinook. Itu sangat luar biasa, cepat, dan mengangkut banyak orang," ujar dia.

Rencana pembelian helikopter dengan mesin ganda tersebut pertama kali diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Dia mengatakan, Chinook bakal melengkapi alutsista TNI. Harga helikopter Chinook ini ditaksir mencapai 30 juta dollar AS.
"Beli Chinook memang mahal, tetapi nyawa orang lebih mahal," ucap Moeldoko di kantornya, Rabu (3/6/2015) lalu.









Sumber :  KOMPAS
readmore »»  

TNI AD Akan Gelar Latihan Demonstrasi Pertempuran

TANK

PALEMBANG (MI) : Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan satuan tempur yang diorganisir dengan memadukan kerjasama antar kecabangan dan berbagai macam Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) yang ada, TNI AD akan menggelar Latihan Demonstrasi Pertempuran di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD Martapura  – Baturaja, Sumsel.

Latihan yang melibatkan Prajurit dan Satuan jajaran Angkatan Darat dari berbagai macam Kecabangan ini puncaknya dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2015, dan rencananya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan hadir untuk meninjau langsung kegiatan latihan tersebut. Tujuan digelarnya latihan ini, adalah untuk memberikan gambaran kerjasama seluruh kecabangan TNI AD dalam penerapan taktik kecabangan dengan menggunakan Alutsista terbaru TNI AD.

Selain itu, latihan terbesar dan pertama kali yang digelar oleh TNI AD ini, diharapkan untuk  meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam latihan tahun 2015 ini, beberapa Alutsista yang dikerahkan dalam mendukung latihan tersebut seperti Kendaraan Tempur (Ranpur) berupa Tank Scorpion, Tank AMX 13, Tank Marder, Stormer, M113A1, Tank Jembatan Scorpion, AVLB dan Tank Leopard ditambah dengan Panser Anoa dan Panser Tarantula.

Alutsista tersebut akan dicoba dalam medan yang sesungguhnnya. Latihan yang dipusatkan di Daerah Baturaja Sumatera Selatan ini melibatkan beberapa satuan dengan didukung oleh sejumlah perkuatan pendukung lainnya, termasuk satuan tugas  penerangan dengan mengikutsertakan beberapa wartawan dari media elektronik dan media cetak.




readmore »»  

Puluhan Alutsista TNI AD Memasuki Martapura


MARTAPURA (MI) : Puluhan Alutsista Milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) sudah tiba di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Martapura Kabupaten OKU Timur.
Dari pengamatan Sripoku.com, Kamis (11/6/2015), dalam satu minggu terakhir, terlihat Alutsista mulai dari Helikopter yang melintas dan memasuki puslatpur Martapura.

Demikian juga dengan puluhan tank Leopard yang sudah memasuki lokasi puslatpur, Tank Scorpion, Marder (tank pengangkut personil, red) Anoa, Meriam kaliber 106, roket, meriam kaliber 173, serta ribuan personil terlihat sudah berada di OKU Timur untuk mengikuti latihan tempur antar kecabangan yang akan dihadiri oleh presiden RI Ir Joko Widodo serta petinggi TNI AD.

“Kedatangan Presiden RI ke Puslatpur dalam rangka melihat demo pertempuran antar kecabangan TNI AD, sekaligus melihat kemampuan Alutsista terbaru yang dimiliki oleh TNI AD,” ungkap Pangdam II Sriwijaya melalui Kapendam Kolonel Syaepul Mukti dikonfirmasi melalui SMS beberapa waktu lalu.









Sumber :  TRIBUNNEWS
readmore »»  

Moeldoko Rancang Mobil Berperisai untuk TNI

Moeldoko Rancang Mobil Berperisai untuk TNI
Banda Aceh (MI) :  Saat berkunjung ke Kodam Is‎kandar Muda, Nangroe Aceh Darussalam, Panglima TNI Jenderal Moeldoko membagikan dua mobil militer rancangannya sendiri. Mobil ini dirancang khusus untuk beroperasi di daerah rawan.

"Mobil ini yang mendesain saya sendiri. Tenanan (serius) ini," ka‎ta Moeldoko di Markas Kodam Iskandar Muda‎, Jl Sri Ratu Safiatuddin No 1, Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam, Kamis (21/5/2015).‎

Moeldoko hadir di lokasi dalam rangka ‎pengarahan ke prajurit dan PNS segarnisun Banda Aceh. Mobil ini diperuntukkan bagi Batalyon Raider di bawah komando Kodam Iskandar Muda, juga dia mengatakan pihak TNI Angkatan Udara‎, Angkatan Laut, Marinir, hingga Paskhas diberi mobil ini.


Ada dua mobil yang sudah terparkir di halaman Markas Kodam Iskandar Muda. Rencananya jumlahnya akan ditambah. Tampak mobil ini berperisai depan dan samping.

"Kalau digunakan di daerah berbahaya, (perisai pelindung) yang di depan bisa dipindah ke samping agar prajurit bisa terlindung dari tembakan kanan-kiri‎," tutur Moeldoko.

Mobil ini berwarna hijau khas militer, mempunyai perisai bemper di depan dan di sebelah samping, tepatnya di bagian pintu depan. Perisai terbuat dari besi solid.

Mobil ini adalah Toyota Hilux yang dimodifikasi sedemikian rupa. Selain membagikan mobil ini, Moeldoko juga membagikan jam tangan, secara simbolis dibagikan ke sejumlah prajurit lewat acara ini.


Sumber : Detik
readmore »»  

Perwira Siswa TNI Diskusi Litbang Penerbangan dan Antariksa di LAPAN


Bogor (MI) : Dari total 310 bandar udara (bandara) di Provinsi Papua, 90 persen diantaranya mempunyai landasan kurang dari 800 meter. Sebut saja bandara di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya dan di Sinak, Kabupaten Puncak yang masing-masing memiliki panjang landasan 550 dan 565 meter dengan medan tanah keras. Untuk itu, LAPAN bekerjasama dengan instansi terkait mengembangkan pesawat N219 yang mampu beroperasi di landasan pendek untuk meningkatkan konektivitas daerah terpencil dan perbatasan di Indonesia.

“N219 dirancang memiliki kemampuan sebagai pesawat multi guna, tidak hanya sebagai pesawat pengangkut penumpang, tetapi juga bisa digunakan untuk misi pemantauan dan patroli perbatasan, evakuasi medis bahkan pesawat kargo,” ujar Kepala Bidang Aerodinamika Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) LAPAN Agus Aribowo. 

Hal tersebut disampaikan oleh Agus saat sesi presentasi dan diskusi kegiatan kunjungan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) XLII Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI tahun 2015 di Pustekbang LAPAN, Rumpin, Bogor, Selasa (19/5). Sebanyak 48 orang yang terdiri dari Pasis dan pendamping yang merupakan gabungan dari tiga matra darat, laut dan udara serta satu orang Pasis dari Mali, Afrika, antusias berdiskusi hasil litbangyasa penerbangan dan antariksa di LAPAN.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Teknologi Roket LAPAN Sutrisno menjelaskan mengenai tugas pokok, fungsi dan kompetensi utama LAPAN sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Ia menyambut baik kegiatan kunjungan tersebut, mengingat kerja sama sinergis antara LAPAN dengan TNI sudah berlangsung cukup lama. “Aplikasi kerja sama di bidang peroketan, seperti propelan, telah dilaksanakan dengan Dislitbang TNI AU sejak 2003 silam,” Sutrisno menjelaskan. 

Pada kunjungan tersebut, Komandan Korps Siswa (Dankorsis) Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Laksamana Pertama TNI Agung Prasetiawan M.AP., menjelaskan tujuan kunjungan untuk memberi pemahaman kepada para Pasis terkait pentingnya industri stategis serta menemukan solusi atas permasalahan terkait industri tersebut dalam rangka pertahanan negara. 

“Selain itu, kunjungan ini dimaksudkan untuk mendapatkan data-data primer yang akan dicocokkan dengan data-data sekunder yang telah dianalisa secara komprehensif oleh Pasis tentang sejauh mana peran serta dari industri strategis dalam mendukung kebutuhan TNI di bidang alutsista,” Agung menambahkan. 

Di bidang peroketan, Peneliti Pusat Teknologi Roket (Pustekroket) LAPAN Lilis Mariani memberikan presentasi tentang hasil litbangyasa teknologi peroketan mulai dari pengembangan roket sonda untuk mengukur parameter atmosfer hingga pengembangan roket pengorbit satelit (RPS) di masa mendatang. 

Kunjungan diakhiri dengan peninjauan fasilitas milik LAPAN, diantaranya laboratorium aerodinamika, aerostruktur dan stasiun bumi penerima data satelit TUBSAT. Lalu, demo terbang LSU-01 menjadi kegiatan pamungkas kunjungan tersebut.  









Sumber : LAPAN
readmore »»  

Temukan alat sadap Israel, personel TNI AD diganjar kenaikan pangkat



Jakarta (MI) : Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 20 prajurit TNI AD yang berprestasi berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) pada acara Apel Dansat TNI AD Terpusat TA. 2015. Mereka adalah para prajurit yang melaksanakan tugas dengan sangat baik.


"Semoga pemberian reward ini, dapat meningkatkan motivasi dan semangat pengabdian para perwira dan seluruh prajurit untuk selalu berprestasi dengan lebih baik lagi," kata Jenderal Gatot seperti dikutip dari website Kopassus TNI AD.



Prajurit yang dapat Prestasi kenaikan pangkat luar biasa adalah:



1. Personel Kostrad (1 anggota Yon 328) menemukan alat sadap Israel di perbatasan lebanon,



2. Personel kodam IM (2 orang Denintel kodam IM) gugur dalam monitor kelompok bersenjata di Aceh Utara.



3. Personel Kopassus atas nama Serka Sutrisno (Grup- 2 Kopassus) menurunkan tokoh di Papua Lambert Pekikir dan Militer Murib dan 19 pengikutnya. Selain itu tiga orang dimpimpin Sertu Slamet (Sat- 81 dan Grup-2 Kopassus) melumpuhkan Timika Wonda dan mendapatkan 2 pucuk senjata.



4. Personel kodam 1/ BB (babinsa) berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat dari tahun 2011 melalui kelompok petani delam pertahanan pangan. 



5. Personel Kodam II/Sriwijaya (babinsa) berhasil melumpuhkan perampok bersenjata api tanpa memperdulikan keselamatan dirinya.



6. Personel Kodam IV/ Diponegoro berhasil menggagalkan pengolahan pupuk subsidi 744 ton menjadi non subsidi dan dipasarkan di luar jawa,



7. Personel Kodam XIV Patimura, babinsa yang berhasil mengamankan 8 pucuk senjata pabrikan dari kelompok masyarakat.



8. Personel Kodam XVII/ Cendrawasih berhasil melumpuhkan Timika Wonda



9. Personel kodam XVII korem 713, berhasil kontak tembak di mulia dan melumpuhkan tokoh OPM Alusius Wonda dan mendapat 1 pucuk senjata.






Sumber : Merdeka
readmore »»  

Inilah Pesan KASAD saat Lepas Satgas Pengamanan Perbatasan RI - Malaysia


SURABAYA (MI)Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo melepas pemberangkatan satuan tugas pengamanan perbatasan RI Malaysia di Mako Yonif 527 Laba-Laba, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (19/5/2015).
Prajurit yang diberangkatkan sebanyak dua Batalyon atau setara 700 personel, 1 SSY Yonif 521 Macan Kumbang Kediri dan 1 SSY Yonif 527 Laba-LabaLumajang, ke perbatasan Nunukan Kalimantan Utara dan Malinau Kalimantan Timur menggantikan personel sebelumnya yang telah bertugas selama 9 bulan.
Yonif 521 Macan Kumbang menggantikan Yonif 433 Kostrad Makassar dan Yon 527 Laba-Laba menggantikan Yonif 405 Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah.
Menurut Gatot Nurmantyo, Yonif 527 Baladibya Yudha Lumajang merupakan batalyon terbaik dari jajaran Kodam V Brawijaya ketika di medan perang.
Gatot Nurmantyo mengatakan, prajurit yang bertugas di perbatasan agar bisa membawa diri, mendekati dan mencintai masyarakat, menjaga kehormatan TNI, Bangsa dan Negara.
"Selama di tempat tugas, jaga disiplin. Ini tugas negara, jaga perbatasan Negara dan laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dan jangan sampai ada pelanggaran sedikitpun," kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dijawab serentak oleh prajurit dengan kalimat “Siap”.
Jenderal Gatot menambahkan, jika ada pelanggaran patok batas, tangkap sebisa mungkin tidak dilukai dan kemudian diserahkan ke pihak Kepolisian guna proses pengusutan.
Kasad juga mengingatkan agar prajurit ikut mewaspadai kerawanan penyelundupan narkoba dan minuman keras, melalui perbatasan.
"Yang perlu kalian waspadai termasuk bahaya penyelundupan Miras dan Narkoba di perbatasan, camkan itu," lanjutnya.
Ditambahkan, prajurit yang berprestasi selama bertugas di perbatasan akan diproyeksikan untuk mengemban tugas mewakili pasukan penjaga perdamaian di luar negeri.






Sumber :    TRIBUNNEWS
readmore »»  

Membandingkan Kopassus dengan pasukan elite se-Asia


Merdeka (MI) : Bertempur tanpa rasa takut tapi tidak nekat, merangkul namun waspada, menjadi beberapa kata yang harus diingat bagi setiap calon prajurit Kopassus. Setiap calon anggota juga diwajibkan memiliki jiwa korsa atau kebersamaan yang tinggi, baik prajurit yang berpangkat tinggi maupun rendah.

Tak mudah untuk menjadi bagian dari pasukan elite TNI AD ini, mereka wajib melalui beberapa persyaratan, utamanya kemampuan fisik dan intelektual. Para recruiter tak semuanya berasal atas pilihan masing-masing kesatuan TNI AD, mereka yang memiliki minat untuk bergabung juga bisa menjadi bagian di dalamnya.

Meski begitu, latihan yang dijalani untuk menjadi seorang Kopassus sangat berat. Selain harus memiliki kondisi fisik yang sangat baik, mereka juga wajib memiliki kemampuan lain, seperti perkelahian hingga melempar pisau.

Dengan kemampuan yang mereka miliki inilah, seluruh anggota Kopassus dapat menjalani seluruh tugasnya dengan baik. Sebab, slogan mereka adalah 'lebih baik pulang nama daripada gagal di medan tugas'.

Tak hanya TNI AD, sejumlah negara di kawasan Asia juga memiliki banyak pasukan elite. Mereka ini hanya ditugaskan pada misi-misi yang tidak mungkin dijalani pasukan reguler, dan lebih banyak bergerak di belakang garis pertahanan lawan.

Berikut perbandingan Kopassus dengan pasukan elite se-Asia versi merdeka.com :


1.
Grup Gerak Khas (Malaysia)


Membandingkan Kopassus dengan pasukan elite se-Asia


Usianya memang lebih muda dari Kopassus saat berlangsungnya Konfrontasi, namun keduanya pernah saling berhadapan di belantara Kalimantan. Pasukan elite Tentara Diraja Malaysia ini berdiri sekitar tahun 1960-an atas prakarsa Menteri Pertahanan Tun Abdul Razak Hussein.

Pusat pelatihan pertama didirikan di Johor Baru. 40 Tentara Komando Marinir Inggris melatih 300 relawan, dan hanya 15 yang dianggap lolos selama enam bulan kursus Komando. Setelah dibentuk, pasukan elite ini bertempur dan memburu gerilyawan komunis di Sabah dan Serawak tahun 1969.

Mereka telah bertugas di berbagai negara dalam bendera pasukan perdamaian PBB. Termasuk di Mogadishu Somalia tahun 1993 saat helikopter Black Hawk Amerika ditembak jatuh milisi.

Hubungan baik dengan Inggris membuat pasukan ini rutin melakukan latihan dengan Special Air Service (SAS). Begitu juga Delta Force dan Navy Seal dari AS.

Berbeda dengan Kopassus, prajurit komando GGK ini mengenakan 'Baret Hijau' sebagai identitasnya.


2.
1st Commando Battalion (Singapura)


 Membandingkan Kopassus dengan pasukan elite se-Asia

1st Commando Battalion, atau Batalion Komando Pertama ini dibentuk akhir tahun 1969, dimulai atas prakarsa dua perwira SAF Mayor Clarence Tan dan Mayor James Chia. Kedua nama itu ditugaskan untuk mencari kandidat untuk dilatih dan ditugaskan sebagai pasukan elite pertama.

Kapten Tham Chee Onn diangkat sebagai komandan pertama dengan jumlah prajurit sebanyak 20 orang, dan mereka dilatih oleh sembilan perwira lainnya. Perekrutan berikutnya berlangsung pada awal 1970, dan 'baret merah' pertama kali digunakan seluruh prajurit setahun setelahnya.

Dengan slogan 'demi kehormatan dan kedigjayaan', setiap prajurit komando wajib menyelesaikan seluruh misi yang diberikan. Sama halnya dengan Kopassus, baret merah hanya diberikan bagi mereka yang lulus di setiap pendidikan.

Hingga kini, Batalion Komando Pertama telah menjalani tiga misi penting, di antaranya serangan empat teroris terhadap kompleks pengolahan minyak milik Shell. Operasi penyelamatan pengungsi Vietnam dan pembebasan sandera Singapore Airlines penerbangan 117.


3.
Baret hitam (Korsel)
 Membandingkan Kopassus dengan pasukan elite se-Asia


Battalion Khusus Pertama, didirikan sejak 1 April 1958 inilah merupakan pasukan komando dengan pelatihan yang sangat keras. Para anggotanya direkrut dari seluruh matra. Prajurit yang dianggap memiliki prestasi juga dibidik untuk ambil bagian dari pasukan berjuluk 'Baret Hitam' ini.

Bagi mereka yang akan menjadi Pasukan Khusus Republik Korea, setiap calon wajib memiliki kualifikasi terjun payung dan penyelaman. Tak hanya itu, proses latihan yang dijalani pun sangat berat, mereka berlatih di tengah temperatur dingin, dan berenang di sungai beku tanpa perlindungan apapun.

Baret Hitam memiliki sembilan batalion. Beberapa anggotanya kerap dilibatkan dalam unit 'Evergreen' yang bertugas dalam beberapa misi perdamaian di seluruh dunia. Bahkan pernah dilibatkan AS dalam Perang Vietnam dan misi pembebasan Irak.

Dalam penugasannya di Somalia, pasukan ini memiliki jasa besar dalam melakukan perbaikan infrastruktur serta pengawalan bantuan kemanusiaan. Mereka juga pernah terlibat bersama Interfet saat Timor Leste melepaskan diri dari Indonesia.

4.
Niru-ye Qods (Iran)
Membandingkan Kopassus dengan pasukan elite se-Asia


Niru-ye Qods atau Pasukan Quds merupakan pasukan komando terbesar yang dimiliki Iran. Sama halnya dengan Batalion Khusus Pertama di Korea Selatan, mereka menggunakan baret hitam sebagai identitasnya. Jumlah pasukannya diperkirakan mencapai 15 ribu prajurit.

karena menjalani sejumlah misi khusus, pimpinan pasukan hanya memberikan laporannya kepada Pimpinan Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pasukan yang dibentuk sejak 1980 ini merupakan bagian dari Garda Revolusi Islam Iran.

Seorang analisis perang memperkirakan, pasukan ini telah menyebar ke berbagai negara di Timur Tengah. Mereka disinyalir pernah terlibat dalam beberapa kisruh di negara-negara tersebut. Namun, salah satu keterlibatan yang diketahui khalayak ramai adalah upaya negeri ini memberangus ISIS.


5.
Para Commandos (India)

Para Komando bermula dari unit parasut Angkatan Darat India. Unit ini merupakan pasukan payung tertua di dunia, yang dibentuk sejak 27 Oktober 1941 dengan nama Brigade Parasut India ke-50.

Perang India dan Pakistan pada 1965 membuat pimpinan militer menyadari pentingnya keberadaan pasukan komando. Kemudian dibentuklah Pasukan Meghdoot yang beranggotakan sejumlah relawan dari berbagai unit militer. 
 


Dianggap sukses dalam menjalani berbagai misi, unit ini kemudian diubah menjadi unit komando, dan dimasukkan ke dalam Garda Brigade. Meski begitu, kualifikasi terjun payung menjadi element yang tidak dihilangkan dari pasukan ini.

Sejak dibentuk, pasukan ini telah menjalani sembilan operasi, mulai dari pembebasan sandera hingga menangani serangan teroris di Mumbai India.








Sumber : Merdeka
readmore »»  

5 Kemampuan pasukan elite TNI yang bikin dunia tercengang


Merdeka (MI) : Jumlah personel yang sedikit, ditambah proses rekrutmen yang berat membuat pasukan elite di semua kedinasan militer sangat disegani baik oleh lawan maupun lawan. Sebelum mendapat julukan elite tersebut, setiap prajurit kerap kali menghadapi latihan yang sangat berat, bahkan hingga di luar batas kemampuannya.

Alhasil anggota pasukan elite sudah barang tentu memiliki kemampuan yang sangat mumpuni, terutama selama menghadapi pertempuran. Kemampuan ini sangat jarang dimiliki tentara reguler, yang umumnya bergerak secara massal.

Dibanding pasukan reguler pula, pasukan elite ini kerap diterjunkan ke garis belakang musuh. Tujuannya tak lain adalah untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan, sekaligus memecah konsentrasi.

Berikut beberapa kemampuan elite TNI yang dirangkum merdeka.com :


1.
Napas pakai buluh bambu



Selain Kopaska, Pasukan Peleton Intai Tempur (Tontaipur) punya kemampuan bernapas dalam air. Cuma berbekal sebuah buluh bambu, mereka bisa tahan dua jam dalam air.

Jika musuh melihat dari atas, tak akan ketahuan ada Tontaipur yang sedang bersembunyi dalam air.

Dengan gerakan senyap, para prajurit ini pun akan melakukan serangan mendadak ke pertahanan musuh. Para prajurit ini pun bisa bergerak jauh ke daerah musuh untuk melakukan pengintaian.


2.
Lempar kapak dan pisau



Tak cuma senjata api, Kopassus juga mengandalkan senjata tajam untuk menyerang dan bertahan. Mereka ahli bertarung dengan pisau.

Setiap lulusan pendidikan komando berhak mendapat pisau komando. Selain bertarung, anggota Kopassus juga dilatih melempar pisau dan kampak.

"Jika pelurumu habis, maka bertempurlah dengan pisau. Jika pisau sudah tak ada, maka bertarunglah dengan tangan kosong."

Itu doktrin pasukan komando untuk bertarung habis-habisan dalam pertempuran. Selain Kopassus, kemampuan ini juga wajib dimiliki pasukan elite lainnya, seperti Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU.



3.
Menyusup di laut tanpa percikan

Sesuai namanya, prajurit Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dituntut memiliki kemampuan melakukan penyusupan ke daerah musuh tanpa diketahui. Salah satunya melakukan Renang Rintis.

Renang Rintis merupakan berenang jarak jauh dengan senyap tanpa ada percikan air dan gelembung udara. Dalam renang ini, para peserta tartih raider hanya memakai pelampung berjenis bola dan snorkel untuk melaksanakan penyergapan dalam jarak yang masih jauh, setelah hampir mendekati target, satu per satu peserta akan diturunkan dari perahu karet dan menuju target sasaran dengan cara berenang tanpa percikan air dan gelembung udara.

Yang memberatkan, seluruh prajurit wajib menggunakan pakaian PDL, serta membawa ransel, helm dan senjata. Kemampuan ini harus dimiliki mengingat salah satu operasi Raider bersentuhan langsung dengan berbagai medan, yakni rawa, laut, sungai dan pantai.


4.
Menembak dan naik motor dengan mata ditutup


 5 Kemampuan pasukan elite TNI yang bikin dunia tercengang

Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo mengecek kemampuan dasar keterampilan prajurit korps baret merah ini. Setiap prajurit komando wajib menguasai bela diri dan bertarung tanpa senjata. Kemampuan yang dicek berupa bela diri Merpati Putih dan lempar pisau dan kapak (lempika).

Para prajurit mendemontrasikan kemampuan lempar pisau dengan jarak 3 meter, 5 meter dan 6 meter sedangkan demontrasi Bela diri Merpati Putih, menghancurkan benda keras berupa beton, pelatlat cor, dan besi dragon. Mereka juga mengasah indra keenam dengan mata tertutup. Mulai menembak sasaran, membaca tulisan, hingga mengendarai sepeda motor dengan mata tertutup.

"Dengan kemampuan yang dimilikinya maka prajurit selalu siap sewaktu-waktu digerakkan untuk melaksanakan operasi khusus baik Operasi Komando, Operasi Sandhi Yudha maupun antiteror," tegas Agus.



5.
Berenang dengan tangan terikat
 5 Kemampuan pasukan elite TNI yang bikin dunia tercengang

Hellweek menjadi salah satu rangkaian pelatihan terberat selama berlangsungnya latihan pasukan elite TNI AL, Komando Pasukan Katak (Kopaska). Selain harus menyantap nasi komando yang merupakan hasil blenderan nasi, lauk pauk, telur mentah, minyak ikan dan terasi, para peserta juga wajib menyelam selama berjam-jam.

Tak sekedar menyelam, tangan seluruh calon prajurit Kopaska diikat dengan tali dan di dalam kolam renang. Meski ketinggiannya tidak terlalu dalam, mereka harus mampu mengatur waktu untuk mengambil napas dan menyelam.

Jika tak kuat pendidikan, prajurit disilakan berhenti. Tak ada paksaan sama sekali untuk mengikuti latihan Paska ini.








Sumber : Merdeka
readmore »»