Tampilkan postingan dengan label Kerjasama Pertahanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerjasama Pertahanan. Tampilkan semua postingan

Angkatan Udara Australia Jalin Kerjasama dengan TNI AU

Angkatan Udara Australia Jalin Kerjasama dengan TNI AU

SLEMAN (MI) : Delegasi Angkatan Udara Australia, Royal Australian Air Force (RAAF) yang dipimpin oleh Air Commander Royal Australian Air Force, Air Vice Marshal Gavin Tumbull, kunjungi Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Yogyakarta, Senin (25/5/2015).

Tujuan RAAF datang ke Indonesia terkhusus di jajaran TNI AU adalah untuk menjalin persahabatan kedua negara dan kunjungan kerjasama dalam bidang perkembangan pendidikan penerbang militer.
Delegasi Angkatan Udara Australia tersebut berjumlah 7 orang, disambut langsung oleh Danlanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Imran Baidirus.

Dalam kesempatan itu, Danlanud menjelaskan tugas-tugas pokok Lanud Adisutjipto.
Selain presentasi, pihak TNI AU juga memberikan kesempatan kepada delegasi dari RAAF untuk meninjau langsung ke spot yang menjadi tulang punggung penyelenggaraan Sekolah Penerbang Militer diantaranya Wingdikterbang dan Skadron Pendidikan.

“Kunjungan ini dapat menjadi sarana tukar menukar informasi yang berkaitan dengan Sekolah Penerbangan Militer kedua belah pihak baik TNI AU maupun Royal Australian Air Force” ujar Komandan Lanud Adisutjipto, Marsma TNI Imran Baidirus.

Dalam kunjungan tersebut, Komandan Wingdikterbang Kolonel Pnb Azhar Aditama, memaparkan di depan delegasi Angkatan Udara Australia tentang tahapah mencetak penerbang militer di pendidikan Sekbang di Lanud Adisutjipto. 
Sumber :  TRIBUNJOGJA
readmore »»  

Sekjen Kemhan – Wamenhan Jepang Bahas Tranfer Teknologi Peralatan Pertahanan

http://dmc.kemhan.go.id/images/uploads/347980110515-Sekjen-Terima-Wamenhan-Jepang.JPG

Jakarta (MI) : Disela-sela kunjungannya ke Indonesia, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Jepang Mr. Hideshi Takuchi melakukan kunjungan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Letjen TNI Ediwan Prabowo, S.Ip, Senin (11/5), di kantor Sekjen Kemhan Jakarta. Selama melakukan kunjungan kepada Sekjen Kemhan, ada beberapa poin yang menjadi pembicaraan kedua pejabat Kemhan masing-masing negara tersebut diantaranya yaitu mengenai perjanjian antara Indonesia – Jepang dalam transfer teknologi peralatan pertahanan.

Selain itu, pertemuan informal antara Menteri Pertahanan ASEAN dengan Menteri Pertahanan Jepang serta kebijakan keamanan maritim Indonesia dan hubungan antara Indonesia -Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan juga menjadi topik pembicaraan kedua pejabat Kemhan RI dan Kemhan Jepang tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Wamenhan Jepang didampingi Staf Divisi Kebijakan Internasional, Kemhan Jepang Ms. Yuko Seki, Atase Pertahanan Jepang untuk Indonesia Capt. Hiroshi Komiya dan Asisten Athan Jepang untuk Indonesia Ms. Kimiko Okita. Sementara itu Sekjen Kemhan didampingi Dirjen Strahan Mayjen TNI Yoedhi Swastanto, M.B.A dan Diranstra Ditjen Strahan Marsma TNI M. Sofiudin.   

Sebelumnya pada hari yang sama, Wamenhan Jepang juga melakukan pertemuan dengan Sekjen ASEAN di Sekretariat ASEAN dan Dubes Amerika Serikat di Kedubes Amerika, Jakarta.  









Sumber : DMC Kemhan
readmore »»  

Indonesia Komitmen Lanjutkan Kerjasama Pembangunan Pesawat Tempur KFX/IFX

http://dmc.kemhan.go.id/images/uploads/400876sekjen-terima-perwakilan-dapa-korsel.jpg

Jakarta (MI) : Program kerjasama pembangunan pesawat tempur KFX/IFX antara Indonesia dan Korea Selatan merupakan simbol hubungan baik antara kedua negara. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pertahanan  (Kemhan) mempunyai komitmen yang kuat dan sejauh ini kebijakan mengenai kerjasama program tersebut tidak berubah serta akan terus dilanjutkan.
Demikian dikatakan Sekretaris  Jenderal  Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemhan RI) Letjen TNI Ediwan Prabowo saat menerima perwakilan dari Aircraft Program Departement Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan, Baek Youn Hyeong, Kamis (30/4) di kantor Kemhan, Jakarta.

Sekjen Kemhan lebih lanjut mengatakan, program kerjasama pembangunan pesawat tempur KFX/IFX merupakan kerjasama yang sangat strategis antara Indonesia dan Korsel, dimana kedua negara memiliki hubungan baik yang panjang.

Untuk itu, kedua negara perlu membangun suatu mekanisme dan sistem yang tidak hanya melalui Business to Business (B to B) tetapi juga Government to Government (G to G). Hal ini diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan dan kendala dihadapi bersama dalam program kerjasama ini.
“Untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam implementasi kerjasama KFX/IFX, perlu adanya supervisi pemerintah dari kedua negara. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemhan telah memberikan arahan kepada pihak PT. Dirgantara Indonesia untuk melaksanakan program tersebut dengan baik”,  ungkap Sekjen Kemhan.

Selain program kerjasama KFX/IFX, Indonesia dan Korsel juga melakukan kerjasama pembangunan kapal selam. Terkait kerjasama kapal selam ini, Sekjen Kemhan juga berharap kepada pihak DAPA Korsel untuk mengikuti secara seksama kerjasama pembangunan kapal selam yang dilakukan antara PT PAL dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). 
Menanggapi hal diatas, perwakilan dari DAPA Korea Selatan, Baek Youn Hyeong mengungkapkan bahwa Pemerintah Korsel juga berharap kerjasama yang telah terjalin baik antara Indonesia dan Korsel dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan.

Pemerintah Korsel juga memiliki komitmen yang sama terkait kerjasama KFX/IFX.  “Korsel tidak hanya ingin menjual Alutsista saja, tetapi juga ingin bekerjasama dalam membangun kemampuan industri pertahanan di kedua negara” ungkapnya .

Diungkapkannya bahwa pihak DAPA Korsel saat ini sedang melakukan negosiasi dengan Korea Aerospace Industries untuk membicarakan berbagai permasalahan terkait dengan program kerjasama KFX/IFX. “DAPA Korsel juga telah melakukan pembicaraan dengan pihak PT. DI yang telah membuahkan hasil yang sangat bermanfaat bagi kelanjutan dan perkembangan program kerjasama KFX/IFX”, tambahnya.   







Sumber : DMC Kemhan
readmore »»  

Menhan Diundang Jadi Pembicara, RI-Rusia Perluas Kerjasama

Menhan Diundang Jadi Pembicara, RI-Rusia Perluas Kerjasama

Jakarta (MI) : Indonesia dan Rusia sepakat memperluas kerjasama di bidang pertahanan. Kerjasama kali ini memiliki prospek menggunakan mata uang nasional dan penggunaan sistem barter dalam transaksi antara Indonesia dan Rusia.

Menurut Kapuskom Publik Kemhan Brigjen Djundan Eko Bintoro, perluasan kerjasama tersebut disepakati saat Menhan Ryamizard Ryacudu diundang oleh Kementerian Pertahanan Federasi Rusia pada 16-17 April lalu. Pada kesempatan itu, Ryamizard juga diminta menjadi pembicara dalam Moscow Conference on International Security (MCIS) ke-4.

"Sehari sebelum mengadiri MCIS, tepatnya pada 15 April 2015, Pak Ryamizard mengadakan pertemuan bilateral dengan Menhan Rusia Jenderal Sergei K Shoigu," ucap Djundan di restoran di kawasan Thamrin, Jakpus, Kamis (7/5/2015).

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa prakarsa dan kesepakatan bersama untuk memperluas kerjasama bilateral bidang pertahanan, di mana sebagian telah dilaksanakan. Antara lain kerjasama pertukaran informasi dan peningkatan kerjasama di bidang dan pendidikan khususnya jenjang S2 dan S3.

"Kedua pihak sepakat untuk membentuk working group di bidang teknik militer pada Sidang Komisi Bersama ke-11 tahun 2016 dan mendorong agar MoU kerjasama bidang militer dapat diselesaikan dalam waktu dekat," kata Djundan.

"Bentuk working groupnya apa nanti saya perlu tanyakan dulu ke TNI, tapi sebelumnya kami juga beberapa kali menggelar latihan gabungan, seperti di Batam tahun lalu," sambung Jenderal Bintang 1 itu.

Tak hanya dengan Menhan Rusia, Ryamizard pun secara terpisah juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis V. Selain itu juga dengan CEO Rosoboronexport, Isaikin

"Membahas mengenai kerjasama di bidang penyediaan alutsista. Mereka menawarkan, salah satunya Sukhoi," tukas Djundan.

Pada pertemuan itu muncul prospek menggunakan mata uang nasional dan penggunaan sistem barter. CEO Rosoboronexport, kata Djundan, menyampaikan sinyal positif bahwa pihak Rusia melalui Rosoboronexport siap memberikan peluang kepada Indonesia untuk membeli alutsista dengan format G to G (government to government).

"Mereka bersedia memenuhi opsi-opsi yang diinginkan pemerintah Indonesia dalam proses pengadaan alutsista. Jadi ada imbal dagang (barter) melibatkan kementerian lain, Kalau enggak salah Kemendag. Jadi kita beli alutsista ke mereka, nah syaratnya mereka harus beli apa yang menjadi unggulan kita, misalnya Kelapa Sawit," jelas Djundan.

"Coba tanya ke Kemendag, katanya mereka punya 200 item yang bisa dijual. Kita bisa jual produk unggulan ke mereka. Seperti itu kesepakatannya, tapi masih digodok lagi," imbuhnya.

Saat berada di Rusia dan bertemu sejumlah pejabatnya, Menhan Ryamizard juga berkesempatan mengadakan pertemuan bilateral dengan Menhan Iran Brigjen Hossein Dehghan yang saat itu sedang berada di Rusia. Pertemuan itu disebut Djundan berkaitan dengan pembahasan peningkatan kerjasama militer meliputi pertukaran informasi, pendidikan, latihan bersama, serta pengadaan alutsista guna mendukung pengembangan kemandirian industei pertahanan Indonesia.

"Kerjasama yang baik antara Indonesia dengan Iran di bidang pertahanan diharapkan dapat dijadikan contoh untuk pengembangan kerjasama di bidang lainnya," pungkas Djundan.









Sumber : Detik
readmore »»  

Menhan RI Ryamizard Ryacudu Akan kunjungi Amerika Serikat


Jakarta (MI) : Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu akan melaksanakan kunjungan ke Amerika Serikat, sebagai upaya meningkatkan kerjasama bidang pertahanan kedua negara.

Mengawali kunker yang dimulai tanggal 7 sampai 15 Mei 2015 tersebut, Menhan akan melakukan pertemuan dengan United States Pacific Command (USPACOM) Commander, Admiral Samuel J. Locklear, dilanjutkan pertemuan dengan United States Army Pacific (USARPAC) Commander, General Vincent K. Brooks di Hawaii.

Siaran Pers Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Kamis (7/5) menyebutkan, sejumlah agenda yang akan dibicarakan dalam pertemuan tersebut, diantaranya penanganan isu-isu strategis regional tentang merebaknya ancaman nyata yang dihadapi tidak saja oleh Indonesia tetapi juga bangsa-bangsa di dunia, diantaranya terorisme, bencana alam (gempa bumi, erupsi gunung berapi dan tsunami), bencana akibat kelengahan manusia, pelanggaran perbatasan serta wabah penyakit seperti flu burung, Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), Middle East Respiratory Syndrome (MERS) serta ebola.

Topik lain yang akan dibicarakan adalah penanganan masalah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan pejuang asing (foreign terrorist fighters) yang tidak hanya mengancam keamanan dan stabilitas regional Timur Tengah saja, tetapi juga dapat meluas ke masyarakat sipil dunia.

Usai melakukan pertemuan di Hawaii, Menhan akan melanjutkan lawatannya ke Washington D.C untuk melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS. Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua Menhan akan membahas upaya-upaya dalam peningkatan kerjasama pertahanan yang telah berjalan, termasuk kerjasama sektor keamanan maritim.

Kerjasama bidang pertahanan RI dan AS selama ini telah terjalin dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari upaya peningkatan profesionalisme prajurit Angkatan Bersenjata kedua negara, dimana selama ini telah tergelar 200 jenis latihan bersama yang berbeda dan juga setiap tahunnya TNI mengirimkan personel 300 orang lebih ke Amerika Serikat terutama ke USPACOM, untuk mengikuti pelatihan militer dalam kerangka kerjasama Army to Army, Navy to Navy serta Airman to Airman.








Sumber : Rmol
readmore »»  

Kemhan Sebut Bisnis Alutsista dengan Prancis Tetap Berjalan


Jakarta (MI) : Sekjen Kementerian Pertahanan Letjen TNI Ediwan Prabowo menegaskan bisnis antara Indonesia dengan Prancis terkait alat utama sistem senjata (alutsista) tetap berjalan. Hubungan pertahanan dua negara diklaim tidak terpengar dengan eksekusi mati gembong narkoba yang juga diprotes Prancis.

"Sejauh ini Kementerian Pertahanan RI dengan Kementerian Pertahanan Prancis hubungannya baik," ujar Ediwan di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (28/4/2015).

Hubungan bisnis ini menurut Ediwan tetap berlangsung baik. Namun Kemhan akan tetap mengantisipasi adanya dampak bisnis senjata akibat eksekusi mati gembong narkoba. Seorang warga negara Prancis yakni Serge Areski Atlaoui juga masuk daftar eksekusi mati.

"Kita government to business. Bukan hanya government to government tapi juga government to business, di situ berlaku hukum bisnis juga," jelasnya.

Tapi bila kerjasama pembelian alutsista mendadak dihentikan, pemerintah akan menggugat dengan hukum kontrak bisnis yang sudah diteken dua negara.

"Antisipasi artinya kita mengambil langkah-langkah kalau kemungkinan sampai terburuk ada. Tapi harapan kita juga tidak ada, selama ini hubungan kita juga baik kok dengan Prancis, banyak kita kerjasama dengan Prancis," jelasnya.









Sumber : Detik
readmore »»  

Hadang pengaruh China di Natuna, Indonesia gandeng AS

 Hadang pengaruh China di Natuna, Indonesia gandeng AS
Jakarta (MI) : Media massa asing ramai membicarakan manuver Indonesia yang merapat ke Amerika Serikat di isu Laut China Selatan. Langkah TNI mengajak Angkatan Laut AS (US Navy) untuk latihan rutin di sekitar Natuna ditafsirkan sebagai upaya menghadang agresivitas klaim China terkait batas wilayah maupun ZEE.

Latihan militer dengan pasukan Negeri Abang Sam digelar sejak akhir pekan lalu di Batam, 480 kilometer dari Natuna. Ada 88 personil militer terlibat. Pesawat mata-mata P-3 Orion milik AS turut disertakan untuk simulasi menghadang kapal laut maupun kapal selam.
"Itu latihan kedua dengan AS," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Manahan Simorangkir, seperti dikutip dari Reuters.


Kerja sama TNI AL-US Navy direncanakan berlangsung rutin hingga 2016. Turkish Weekly menafsirkan kebijakan militer ini sebagai upaya politis mengamankan kepentingan Indonesia di Natuna. Tajuk yang dipakai adalah 'Mengganggu Beijing: AS dan Indonesia akan menggelar latihan tempur rutin di Laut China Selatan'.

Dihubungi terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memastikan Indonesia bukan pihak yang berkepentingan pada konflik Laut China Selatan. "Tapi kami ingin menambah kekuatan militer di sana, kalau bisa mencakup darat, laut, dan udara," ujarnya.
Di sisi lain, AS mengakui latihan bersama dengan TNI AL merupakan upaya menyeimbangkan situasi Laut China Selatan yang sekarang didominasi China. Kebijakan ini sejalan dengan rencana Negeri Adi Daya itu menambah 60 persen armada laut di kawasan pasifik.
"Amerika adalah kekuatan utama di Pasifik, dan akan terus seperti itu," kata Menteri Pertahanan AS Ashton Carter.
 

Indonesia sejauh ini belum bersengketa langsung dengan RRC. Sebelum isu peta China dengan sembilan garis titik-titik menyinggung Natuna pada 2009, Vietnam dan Filipina lah yang sering perang urat saraf dengan Negeri Tirai Bambu.
China sengaja melakukan manuver agresif di Laut China Selatan. Negara komunis itu menempatkan tiga kapal perang di Atol Laut James Shoal, Malaysia. Salah satunya adalah Kapal Induk Liaoning, yang mampu mengangkut belasan jet tempur J-15 (varian Sukhoi Su-33).
Sumber : Merdeka
readmore »»  

Afrika Selatan Inginkan Kerjasama Pertahanan Lebih Dekat Atas Dasar Kesamaan


Jakarta (MI)Afrika Selatan berkeinginan untuk melakukan kerjasama dibidang pertahanan secara lebih dekat lagi dengan Indonesia atas dasar kesamaan. Kesamaan kedua negara itu baik sisi sejarah, kultur budaya serta kekuatan ekonomi dan kekuatan militer terbesar yang ada di wilayah Afrika dan di Asia Tenggara.
Demikian dikatakan Dubes Afrika Selatan untuk Indonesia, PA. Sifuba, Kamis (2/4) di Kantor Kemhan, Jakarta saat melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu
Dubes menuturkan, terlebih lagi kerjasama pertahanan RI dan Afrika Selatan telah didasari oleh penandatanganan MoU yang dilakukan pada tahun 2008 lalu. Kerjasama berjalan dari waktu ke waktu dan ditandai saling kunjungan beberapa pejabat pertahanan dan kelompok industri pertahanan dari kedua negara.
Menurut Dubes Sifuba, Afrika Selatan memiliki kompetensi di bidang industri pertahanan yang kuat dan modern serta menghasilkan produk militer yang baik. “Beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah juga sudah menggunakan, serta termasuk untuk membantu Indonesia dalam kepentingan misi perdamaian PBB,” Kata Dubes Afrika Selatan yang bertugas di Indonesia sejak awal 2014 tersebut.
Disela-sela perbincangan, Dubes memberikan apresiasi kepada kebijakan pertahanan yang dikeluarkan Menhan salah satunya mengenai strategi untuk memperkuat poros maritim di wilayah Indonesia. Sehubungan dengan itu menurut Dubes, Afrika Selatan memiliki pengalaman yang cukup baik dan industri kemaritiman yang cukup kuat, oleh dasar itu pihak Afrika Selatan ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan Indonesia.
Pada kesempatan pertemuan tersebut Dubes Sifuba menyampaikan kepada Menhan, bahwa Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma direncanakan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia dan ikut hadir dalam Konfrensi Asia Afrika ke-60 yang diselenggarakan pada tanggal 19-24 April 2015 di Jakarta dan di Bandung. Saat kunjungan kenegaraannya Presiden Afrika Selatan juga menginginkan berkunjung ke beberapa industri peralatan militer di Indonesia. kunjungan ini dimaksudkan untuk mencari peluang dalam meningkatkan hubungan kerjasama pertahanan kedua negara.
Sementara Menteri Pertahanan Afrika Selatan Nosiviwe Naluthando Mapisa-Nqakula yang akan mendampingi Presiden Afrika Selatan juga direncanakan akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Menhan RI. Pertemuan antar Menhan tersebut digunakan untuk membahas masalah-masalah yang menyangkut kepentingan bersama guna memperkuat hubungan bilateral pemerintah Afrika Selatan dan Indonesia.
Sementara itu Menhan RI Ryamizard Ryacudu merespon sangat baik atas rencana kunjungan Menhan Afrika Selatan ke Indonesia tersebut. Pihaknya akan menjadwalkan pertemuan kedua Menhan serta menyusun bahan pembahasan yang akan dibicarakan saat kunjungan Menhan Afrika Selatan nanti. Menhan, Ryamizard Ryacudu berharap pertemuan tersebut dapat berjalan dengan baik. 








Sumber : DMC Kemhan
readmore »»  

Indonesia Miliki Trend Pertahanan yang Cukup Baik


Jakarta (MI)Indonesia memiliki trend politik, ekonomi dan diplomatik serta pertahanan yang cukup baik. Hal tersebut dapat membuat hubungan yang baik antara Indonesia dan Inggris menjadi lebih baik lagi. Demikian diungkapkan Dubes Inggris untuk Indonesia H.E. Mr. Moazzam Malik saat bertemu dengan Menhan Ryamizard Ryacudu di kantor Kemhan Jakarta, Senin (30/3).
 Lebih lanjut dikatakan Dubes Inggris bahwa hubungan yang terjalin saat ini dapat dilihat melalui kerjasama yang telah dibangun antara tentara Inggris dengan TNI AD dan TNI AL. Berdasarkan pengamatannya selama lima bulan bertugas di Indonesia, Dubes Inggris melihat bahwa hubungan antara Inggris dan Indonesia saat ini menuju kearah yang lebih baik.
 Dikatakannya bahwa masa depan Inggris sangat terkait dengan negara-negara besar seperti Indonesia. Dubes Inggris menyampaikan harapannya kepada Menhan untuk dapat melakukan kerjasama di bidang kemaritiman, terlebih Indonesia saat ini sedang memfokuskan pada bidang kemaritiman. Untuk itu melalui kedatangannya kepada Menhan kali ini diharapkan dapat lebih meningkatkan hubungan kedua negara di masa depan.
Tidak hanya itu disampaikan Dubes Inggris bahwa pihaknya bersedia untuk melakukan kerjasama di bidang cyber security dengan harapan Menhan RI dapat menjadi koordinator di bidang cyber security ini.
Sejalan dengan Dubes Inggris, Menhan menyampaikan pandangannya yang sama dengan Dubes Inggris bahwa Indonesia banyak belajar dari Inggris dalam segala bidang khususnya bidang kelautan.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan juga menyampaikan bahwa saat ini konsep pertahanan Indoensia leb ihm enitikberatkan pada perdamaian. Untuk itu Kemhan lebih memfokuskan pada perdamaian. Segala bentuk perselisihan haruslah diselesaikan secara damai, bukan diselesaikan secara kekerasan.
Menurut Menhan seperti disampaikan dalam pertemuan Menteri-menteri Pertahanan ASEAN ke-9 atau ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) yang baru saja berlangsung di Langkawi, Malaysia, tanggal 15-17 Maret 2015, bahwa ancaman yang dihadapi Negara-negara ASEAN adalah sama yaitu ancaman teroris. Selanjutnya disusul ancaman bencana, wabah penyakit seperti Ebola, cyber, pelanggaran wilayah perbatasan dan narkoba. Menhan mengatakan bahwa semua itu merupakan hakekat pertahanan Indonesia saat ini, karena ancaman-ancaman tersebut dapat mengganggu pertahanan secara umum.







Sumber : DMC Kemhan
readmore »»  

Menhan Harapkan Patroli Perdamaian Antarnegara di Laut Cina Selatan



JAKARTA (MI) : Terkait klaim yang dilakukan Cina terhadap sebagian besar wilayah Laut Cina Selatan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, menginginkan adanya patroli perdamaian yang melibatkan negara-negara di sekitarperairan tersebut. 

Patroli ini nantinya diharapkan bisa mengurangi potensi ketegangan yang sebagian besar wilayahnya diklaim milik Cina. 

Sebelumnya, Cina sempat melakukan klaim dengan sembilan garis putus-putus di sebagian besar Laut Cina Selatan. Klaim Cina ini berkaitan dengan gagasan Cina kembali membangun Jalur Sutra Abad 21. Namun, klaim Cina ini langsung mendapat tentangan dari sejumlah negara-negara ASEAN, termasuk dari Vietnam dan Filipina.

Sebagai negara terbesar di kawasan ASEAN, Indonesia hingga saat ini dianggap belum menunjukan sikap yang tegas terkait sengketa wilayah tersebut. Ryamizard menyebutkan, Indonesia memang tidak secara langsung terlibat di sengketa wilayah, tapi sengketa itu melibatkan negara-negara tetangga Indonesia. 

Ryamizard menginginkan adanya kerja sama antarnegara untuk melakukan patroli perdamaian. Hal ini pun sudah disampaikannya secara terbuka saat mengikuti pertemuan antara Menteri Pertahanan se-ASEAN di Myanmar dan Langkawi, Malaysia. Patroli perdamaian ini nantinya diharapkan bisa mencegah terjadinya konflik secara terbuka antara negara-negara yang bersengketa.

''Artinya, kami mencegah kalau terjadi konflik menggunakan kekerasan bersenjata. Itu harus dihindari. Jangan sampai menggunakan senjata, bahaya itu. Kami tidak ingin, namanya negara memang ada pasang surutnya, tapi jangan sampai menggunakan kekuatan bersenjata,'' kata Ryamizard usai bertemu Dubes Singapura Amil Kumar Nayar, di Kedubes Singapura untuk menyampaikan rasa belasungkawa atas kematian Mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew, Kamis (26/3).







Sumber : REPUBLIKA
readmore »»  

Jepang-Indonesia Sepakat Kerja Sama Pertahanan



Tokyo (MI) : Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo pada hari, Senin, 23 Maret 2015, untuk membina hubungan erat di bidang ekonomi dan pertahanan. Ini adalah upaya Tokyo mencari teman untuk menghadapi Cina di kawasan Asia.


Kedua negara sepakat bekerja sama dalam keamanan pesisir pantai dan investasi Jepang yang lebih besar di Indonesia.



"Kami ingin memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran kawasan ini dan masyarakat internasional dengan memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia, yang seperti Jepang, adalah negara maritim dan demokrasi," kata Abe pada Jokowi saat mereka memulai pembicaraan.



Kedua pemimpin juga mengadakan pembicaraan two plus two untuk mempromosikan kerja sama keamanan dalam bidang isu internasional dan pertahanan.  



Kunjungan Jokowi ke Tokyo adalah bagian dari perjalanan selama seminggu ke Jepang dan Cina, yang bertujuan menarik investasi dan membina hubungan politik yang lebih erat.






Sumber : TEMPO
readmore »»  

Kunjungan Command and Staff College Diharapkan Jadi Awal Hubungan RI- Oman



Jakarta (MI) : Melalui kunjungan perwira siswa peserta Command and Staff College (CSC) ke Indonesia untuk yang pertama kalinya ini dapat menjadi awal yang baik bagi kedua negara untuk lebih meningkatkan hubungan kerjasama dalam segala bidang khususnya bidang militer dan pertahanan.
Demikian harapan Dubes Kesultanan Oman untuk Indonesia Al-Sayyid Nazar bin Al-Julanda bin Majid Al-Said saat mendampingi 48 peserta Command and Staff College (CSC) Kementerian Pertahanan Kesultanan Oman melakukan kunjungan ke Kemhan RI, Senin (23/3). Selama di Kemhan RI, delegasi CSC yang dipimpin Commandant of the Command and Staff College,Air Commodore Nasser Hamdoon Alharthi menerima paparan dari staf Dirkersin Ditjen Strahan Kemhan tentang postur pertahanan Indonesia dan isu-isu lainnya yang berkembang di Indonesia.
Pada hari yang sama sebelum menerima paparan, Dubes Kesultanan Oman untuk Indonesia diterima Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan Mayjen TNI Witjaksono, M.Sc. Selama lima hari di Indonesia mulai tanggal 23-27 Maret 2015, delegasi CSC direncanakan akan melakukan kunjungan ke Museum Nasional di Jakarta dan mengunjungi industri pertahanan di Bandung.






Sumber : DMC Kemhan
readmore »»  

Kunjungi Jepang dan Tiongkok, Jokowi Utamakan Isu Pertahanan



Jakarta (MI) : Presiden Joko Widodo bersama Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi akan mengunjungi Jepang dan Tiongkok pada 22-28 Maret 2015. Pada kunjungan kerja itu, Indonesia akan menandatangani nota kesepahaman dengan kedua negara dari bidang ekonomi hingga bidang pertahanan.
"Tujuan utama meningkatkan kerja sama antar Indonesia dengan Jepang dan Tiongkok utamanya di bidang ekonomi. Dalam kunjungan di Jepang diharapkan adanya beberapa kesepakatan terkait dengan perdagangan investasi dan kerja sama pertahanan," kata Jubir Kemlu RI Arrmanatha Nasir, di Kantor Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2015)
Adapun lanjut Tata, kerja sama pertahanan yang akan ditandatangani meliputi, capacity building serta alutsista. Presiden juga akan menerangkan terkait poros maritim di mana dibuka kesempatan bagi pengusaha Jepang untuk membangun 24 pelabuhan, tol laut, serta infrastuktur.
"Terkait peace keeping operation juga. Karena di Sentul ada peace keeping center, kerja sama mereka," jelas dia.
Dalam kunjungan kerja pada 22-25 Maret 2015 di Tokyo, Jepang itu Presiden Jokowi juga akan bertemu dengan Kaisar Jepang Akihito serta Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Sementara Menlu juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan rekannya selama kunjungan ini.


Sedangkan terkait pertemuan di Tiongkok, akan dibahas upaya menangani cyber crime, narkoba. Namun dalam pertemuan ini tidak akan membahas permintaan ekstradisi secara khusus.








Sumber : Metrotvnews
readmore »»  

TNI AL Perkuat Kerja Sama Dengan Angkatan Laut Kerajaan Belanda


Den Helder (MI) : TNI AL dan Angkatan Laut Kerajaan Belanda (Koninklijke Marine) sepakat untuk saling memperkuat kerja sama. Kerja sama kedua institusi pertahanan matra laut tersebut dituangkan dalam Nota Saling Pengertian (MoU), ditandatangani Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Indonesia Laksamana TNI Ade Supandi, SE dan Kasal Belanda Letnan Jenderal Marinir Rob Verkerk, bertempat di Markas Besar Angkatan Laut Kerajaan Belanda, Den Helder, Balanda, Selasa (10/3).

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di anjungan perang Belanda JSS Karel Doorman, disaksikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo dan Atase Pertahanan RI untuk Kerajaan Belanda Kolonel Laut (T) Edy Sulistyadi.
Bidang-bidang kerja sama yang akan ditingkatkan berdasarkan MoU antar Angkatan Laut RI dan Belanda ini mencakup antara lain tukar menukar informasi, latihan bersama, pendidikan dan pelatihan, dukungan logistik dan pertukaran kunjungan. MoU ini juga sebagai upaya peningkatan kerja sama yang selama ini telah dilakukan berdasarkan prinsip saling menghormati, saling percaya dan saling menguntungkan, sesuai kebijakan poros maritim yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

Dalam kunjungan kerjanya ke Belanda selama 3 hari (7-10 Maret 2015), Kasal selain ke Den Helder juga telah melakukan kunjungan ke Vlissingen untuk meninjau perkembangan proyek pembangunan dua kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan Indonesia untuk memperkuat armada tempur TNI AL. Pembuatan dua kapal perang jenis PKR ini bekerja sama dengan PT. PAL Indonesia sebagai mitra utama dalam rangka alih teknologi yang dilakukan melalui skema joint operation. Hal ini direalisasikan melalui skema pembangunan 6 modul yang mana 4 modul dikerjakan di PT PAL Surabaya dan 2 modul dikerjakan di Belanda. Kemudian proses integrasi modul dilaksanakan di PT PAL Surabaya dilanjutkan tahapan uji fungsi, baik di pelabuhan maupun di laut lepas, termasuk nanti proses penyerahan kapal-kapal tersebut.

Selama kunjungannya di Belanda, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E didampingi oleh Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.E., M.Hum., Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Ir. Harry Pratomo, dan Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut  (Kadisadal) Laksamana Pertama TNI Prasetya Nugraha.

Sementara itu Atase Pertahanan RI untuk Kerajaan Belanda Kolonel Laut (T) Edy Sulistyadi mengatakan bahwa hubungan pertahanan Indonesia-Belanda telah memiliki payung kerja sama dalam bentuk MoU Pertahanan, yang telah ditandatangani oleh Menhan RI dan Menhan Kerajaan Belanda di Den Haag pada 4 Februari 2014 lalu. "Sedangkan MoU antar kedua Angkatan Laut ini merupakan tindak lanjut atau pelaksanaan dari MoU Pertahanan dimaksud," imbuhnya. Sementara itu KUAI KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo, mengatakan bahwa Indonesia dan Belanda terus berupaya meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang, tidak hanya di bidang pertahanan.

 “Penandatanganan MoU kerjasama antara TNI AL dan Koninklijke Marine ini juga menunjukkan hubungan bilateral Indonesia-Belanda tidak terpengaruh oleh dinamika seputar penegakan hukum domestik Indonesia,” jelas Ibnu Wahyutomo.






Sumber : TNI AL
readmore »»  

Kerjasama Dephan RI dengan Kemenhan Jepang Sedang Digodok


TOKYO (MI)Kesepakatan bersama antara Kementerian Pertahanan Jepang (MOD) dengan kementerian pertahanan Indonesia sedang digodok secara aktif saat ini.
Bahkan Jepang memberikan prioritas pertama kepada Indonesia di samping kesepakatan dengan pihak negara Asean lainnya yang juga akan disiapkan Jepang.
"Jepang sangat memperhatikan Indonesia. Kesepakatan bersama Jepang-Indonesia sedang disiapkan dengan aktif dan berjalan terus dengan baik saat ini, namun bentuknya bukan MOU, hanya Memorandum," papar seorang pejabat MOD khusus kepada Tribunnews.com pagi ini (12/3/2015).
Memorandum tersebut menurutnya adalah yang pertama di antara negara-negara di Asean karena Jepang memang sangat melihat pentingnya kerjasama pertahanan dengan Indonesia, tambahnya lagi.
"Kapan selesai Memorandum tersebut kami belum bisa mengungkapkan tetapi saat ini sedang berjalan dengan baik dan aktif digodok bersama, moga-moga saja bisa tercapai dengan baik baik kedua negara pada akhirnya," ungkap sumber itu lagi.
Pembicaraan kesepakatan untuk kerjasama pertahanan kedua negara ini memang telah dilakukan sejak tahun lalu. Namun karena perubahan kabinet di Jepang dan perubahan kabinet di Indonesia, tertunda hingga saat ini.
Peluang untuk kerjasama kedua negara di bidang industri pertahanan kini terbuka lebar bagi kedua negara, terutama Indonesia yang berharap adanya bantuan kerjasama dari Jepang mengenai industri pertahanan di bumi nusantara ini.
Pihak Jepang tampaknya juga mempertimbangkan hal tersbeut, "Pada awalnya kita buat Memorandum ini saja lah dulu, nantinya apa yang akan dikerjakan juga bisa dibicarakan belakangan karena Memorandum ini adalah dasar hukum kerjasama kedua negara agar semakin baik lagi," lanjutnya.








Sumber : TRIBUNNEWS
readmore »»  

Indonesia Mendapatkan Lisensi Produksi 3 Jenis Senjata dari China



Peluncur roket laras banyak Type 90B MLRS (photo : Militaryphotos)

Kien Thuc (MI) : Indonesia akan mendapatkan teknologi produksi tiga senjata dari China termasuk Type 90B, meriam otomatis 30mm dan RCWS jenis UW-1.


Jurnal Kanwa (Kanada) melaporkan bahwa China North Industries Corporation (Norinco) telah memberikan lisensi produksi atas teknologi tiga senjata China kepada IndoMesin dari Indonesia, termasuk peluncur roket berlaras 40 dengan kaliber 122 mm Type 90B, sistem senjata remote control weapon station UW-1 dan meriam laut (naval gun) kaliber 30mm.

Senjata-senjata ini akan diproduksi di Indonesia dan akan melengkapi Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Dalam tahap awal Indonesia hanya bertanggung jawab untuk perakitan, sedangkan semua komponen dipasok oleh Norinco, di waktu kemudian Indonesia akan memproduksi sendiri. Namun senjata ini hanya diperbolehkan untuk digunakan oleh militer Indonesia, dan tidak diperbolehkan untuk ekspor.





UW-1 Remote Control Weapon Station (RCWS) buatan Norinco (photo : China Defense Mashup)


Dalam beberapa tahun terakhir, kerjasama militer - kerjasama teknis antara Indonesia dan China semakin menguat. Indonesia bukan hanya membeli sistem persenjataan China namun juga membeli teknologi produksi. Contohnya adalah dalam hal pengadaan rudal jelajah anti-kapal C-705, Indonesia membeli 18 set rudal dari China dan kemudian meminta lisensi produksi.

Peluncur roket Type 90B dirancang dari peluncur roket Type 81 yang telah ditingkatkan kemampuannya, berasal dari duplikasi China atas peluncur roket BM-21 Grad buatan Uni Soviet. Tipe 90B ditempatkan pada platform chasis kendaraan 6x6 roda ban jenis Beifang Benchi 2629. Roket dengan 40 laras ukuran 122 mm ini dapat mencapai jarak pada kisaran 20-40 km tergantung pada jenis roketnya.





Meriam 6 barrel 30mm jenis NG-18 buatan Norinco (photo : Kaskus Militer)


Perbedaan utama antara Tipe 90B dibandingkan dengan peluncur roket generasi sebelumnya terletak pada tambahan kendaraan pengintai artileri (artillery reconnaissance vehicles) yang secara signifikan meningkatkan ketepatan daya tembak MLRS ini.

Sedangkan UW-1 Remote Control Weapon Station (RCWS) dapatdiintegrasikan dengan senjata mesin ringan otomatis kaliber 14,5 mm atau 12,7 mm yang dilengkapi dengan peralatan surveilance modern termasuk kamera CCD warna dan alat bidik berpemandu inframerah.

Nama meriam otomatis 30 mm masih belum diketahui, namun menurut pejabat Indonesia senjata ini dapat menembak dengan kecepatan 320 putaran/menit, jangkauan maksimum 4.000 meter, dan dipasang pada kapal patroli kecil. Selain itu, informasi ini juga menyebutkan bahwa Indonesia sedang melakukan negosiasi untuk membeli teknologi meriam 76 mm dari China.







readmore »»  

Sistem Radar Terbang Erieye Bisa Dipasang di Pesawat Buatan PT DI


GOTHENBURG (MI)Perusahaan sistem pertahanan Swedia, Saab Group, menjelaskan, secara prinsip sistem peringatan dini dan kendali terbang (airborne early warning and control/AEW&C) Erieye buatannya bisa dipasang di pesawat-pesawat jarak menengah buatan PT Dirgantara Indonesia, seperti CN-235 dan CN-295.
Selama ini, sistem radar canggih AESA (active electronically scanned array) tersebut dipasang di atas platform tiga pesawat sipil, Saab 340 dan Saab 2000 yang bermesin turboprop serta Embraer E145 yang bermesin jet (turbofan).
Erieye berbasis Saab 340, misalnya, dipakai Angkatan Udara (AU) Swedia, Thailand, dan Pakistan. Sementara Erieye berbasis Embraer E145 dipakai AU Brasil dan Meksiko.
Lars Ekstrom, mantan perwira AU Swedia yang kini menjadi pejabat di bagian Pengembangan Bisnis Sistem Pengawasan Udara Saab, Senin (9/3), mengatakan, secara prinsip radar Erieye yang berbentuk seperti papan yang dipasang di atas badan pesawat tersebut bisa dipasang di platform CN-235 atau CN-295.
"Kami bersedia memasangnya di platform-platform baru, termasuk pesawat CN-235 atau CN-295," ujar Ekstrom kepada enam wartawan Indonesia, termasuk Kompas, di Gothenburg, Swedia.
Akan tetapi, Wakil Presiden dan Kepala Bagian Sistem Pengawasan Udara Saab Lars Tossman mengingatkan, proses pemasangan radar sistem Erieye di platform pesawat baru bukanlah proses yang bisa mudah dan cepat dilakukan. Bentuk radar yang besar dan dipasang di atas badan pesawat akan memengaruhi aerodinamika pesawat dan perlu dilakukan modifikasi desain sayap vertikal pesawat.
"Dan, itu membutuhkan tambahan dana hingga ratusan juta dollar AS, belum ditambah proses sertifikasi kelaikan udaranya yang bisa memakan waktu dan biaya lagi," papar Ekstrom.
Sistem AEW&C Erieye saat ini menjadi sistem peringatan dini udara yang paling laris di luar produk buatan AS. Sistem ini serupa dengan sistem AEW&C semacam E-2 Hawkeye yang digunakan, antara lain, oleh AS, Jepang, dan Singapura; atau Boeing E7A Wedgetail yang dipakai Australia.







Sumber : KOMPAS
readmore »»  

Menhan lakukan kunjungan kerja ke Spanyol


Madrid (MI) : Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, beserta delegasi mengadakan kunjungan kerja ke Spanyol.

Duta Besar RI untuk Spanyol Yuli Mumpuni Widarso kepada Antara London, Kamis, mengatakan kunjungan Menhan RI ke Spanyol kali ini merupakan langkah penting dan strategis dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Spanyol di bidang industri pertahanan. Selain sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama Bidang pertahanan yang ditandatangani oleh Menhan RI dan Menhan Spanyol, di Jakarta, pada tanggal 13 Februari 2013 lalu.

MoU tersebut telah dirintis kedua negara sejak tahun 2007 dalam rangka meningkatkan kerjasama baik dibidang ilmu pengetahuan terkait penggunaan sistem dan peralatan militer, maupun kerjasama operasi militer selain perang dan teknologi serta kerjasama dalam pengembangan industri penerbangan.

Pada saat ini, kerjasama Indonesia-Spanyol di bidang industri pertahanan yang telah berjalan adalah pembelian sembilan unit pesawat C-295 dimana tujuh unit pesawat diproduksi oleh Airbus Defence and Space di Sevilla dan dua unit lainnya sedang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia di Bandung. 

Selain itu, Indonesia juga tengah menjajaki pembelian tujuh unit C-295 lagi untuk melengkapi kekuatan satu skuadron dan pembangunan kapal latih untuk menggantikan KRI Dewaruci. 

Dalam kunjungan kerja ke Spanyol, Menhan juga menghadiri pameran teknologi keamanan dan pertahanan internasional "HOMSEC" ke-5, di IFEMA Madrid, yang berlangsung dari tanggal 10-12 Maret . 

HOMSEC 2015 dibuka Menteri Dalam Negeri Spanyol, Jorge Fernandez Diaz, dan dihadiri Duta Besar RI, Yuli Mumpuni Widarso, serta seluruh kalangan pelaku industri, Menteri dan Pejabat Tinggi di bidang pertahanan keamanan dari berbagai negara.

HOMSEC adalah pameran teknologi keamanan dan pertahanan internasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali di Madrid. Kegiatan utama pada HOMSEC terdiri dari konferensi dan workshop teknis, pertemuan bisnis serta pameran perusahaan dan produk-produk pertahanan.

HOMSEC 2013 sukses dengan kehadiran 8000 orang dari berbagai negara antara lain kalangan profesional dan 135 perusahaan peserta yang berpartispasi pada pameran sehingga merefleksikan peningkatan jumlah kehadiran masing-masing sebesar 82 dan 55 persen dari edisi sebelumnya. HOMSEC 2013 juga dihadiri 28 delegasi resmi dari kementerian dan angkatan bersenjata asing.

Selain mengunjungi pameran, Menhan dijadwalkan bertemu dengan Sekretaris Negara Bidang Pertahanan Spanyol, Pedro Argelles Salaverra, dalam rangka memperkuat kerjasama bilateral Indonesia-Spanyol di bidang pertahanan dan meninjau instalasi Airbus Defence and Space di Getafe yang memproduksi pesawat Eurofighter, pesawat angkut berat A400M dan pesawat Multi Role Tanker Transport (MRTT) A330.

Hubungan Dubes RI dan Dubes Spanyol di Jakarta juga sangat bagus. Dubes mengatakan bahwa tingkat hubungan yang sedemikian baik itu terus meningkat dan akan melibatkan pemangku kepentingan di negara masing-masing. Dubes merencanakan akan "mengawinkan" Pindad dengan mitra dari Spanyol.

Dalam kunjungan kerja ke Spanyol Menhan didampingi Mayjen TNI Rusmanto (Plt. Kabaranahan), Brigjen TNI Sisriadi (Dikersin), Brigjen TNI Ida Bagus Purwalaksana (Karo TU), Letkol Chb Iroth Sony (Interpreter), Kol. Laut (S) Yos Sumiarsa (Kabag Minmen), Letkol Czi Heru Prayitno (Kasubag Minmen), Kapten Pom Rindo Q. (ADC Menhan) dan Lettu Inf Imanuel Roy. Menhan dijadwalkan juga akan berkunjung ke Instalasi Airbus Defence & Space di Getafe dan meninjau instalasi pembuatan pesawat Eurofighter dan A400M. 











Sumber : ANTARA
readmore »»