Tampilkan postingan dengan label JAT TNI AU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JAT TNI AU. Tampilkan semua postingan

Ruang Hampa Udara Ganggu Pesawat?


Jakarta (MI) : Seorang ilmuwan meragukan kemungkinan penyebab dua pesawat tim aerobatik Jupiter TNI Angkatan Udara bertabrakan saat mengikuti pameran dirgantara di Langkawi, Malaysia, adalah ruang hampa udara.
Menurut Panglima TNI Jenderal Moeldoko, saat dua pesawat naik secara bersamaan, ada ruangan hampa udara yang menyebabkan pesawat yang posisinya berada di atas tertarik ke bawah sehingga terjadi benturan.
"Jadi suatu saat pesawat naik, di sana ada ruangan hampa, ini yang di atas bisa turun, yang bawah bisa naik. Ini secara kasat mata sudah bisa dilihat," kata Moeldoko kepada pers (16/03)
Akan tetapi teori tersebut diragukan oleh astronom Prof. Dr. Bambang Hidayat di Bandung.
"Ruang hampa tidak akan dapat menarik apapun. Ruang masif yang bisa menarik benda. Kalau hampa, namanya saja hampa, kosong, tidak mempunyai massa," kata Bambang.
"Lagi pula kehampaan itu berapa luasnya. Kalau di dalam skala atmosfir saja pada ketinggian pesawat itu menjelajah, menurut pengetahuan saya tidak akan ada ruang hampa. Di atasnya pun juga tidak ada. Ruang hampa masih jauh sekali dari situ," jelasnya kepada BBC Indonesia.
Kerapatan
Lebih lanjut Prof. Dr. Bambang Hidayat menguraikan ruang yang tekanannya rendah sekali terdapat di wilayah antariksa.
Dalam akrobat yang dipertunjukkan oleh enam pesawat latih TNI di Langkawi pada Minggu (15/03) jarak antarpesawat sangat tipis, disebutkan hanya sekitar 10 sampai 20 sentimeter.
Ketika hendak melakukan manuver, dua dari enam pesawat itu saling menyerempet dan tabrakan.
Penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan, namun dari sisi ilmu pengetahuan, ruang hampa udara tidak berperan, demikian juga kemungkinan perbedaan tekanan udara.
Perkiraan faktor nonteknis dalam insiden tabrakan dua pesawat dalam manuver di pameran dirgantara di Langkawi menjadi menarik setelah sebelumnya pesawat AirAsia yang jatuh dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura akhir Desember lalu diduga melintasi wilayah yang di dalamnya terdapat awan cumulonimbus. Awan tersebut berpotensi merusak dan mematikan mesin pesawat.
Faktor alam lain yang bisa berperan menimbulkan gangguan bagi pesawat adalah perbedaan kerapatan udara, kata penasehat eksekutif Asosiasi Pilot Garuda, Shadrach Nababan.
"Perbedaan itu bisa cukup signifikan. Jadi misalnya kalau kita terbang di atas daratan dan kemudian menyeberang di atas lautan, kerapatan udara itu berbeda. Belum lagi ada pengaruh angin."







Sumber : KOMPAS
readmore »»  

Menhan Ryamizard dan Menteri Hishammuddin Jenguk 4 Pilot Jupiter



Langkawi (MI) : Dua pesawat millik TNI AU yang tergabung dalam tim aerobatik Jupiter tabrakan di udara saat berlatih untuk pameran dirgantara Langkawi, Malaysia. Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein dan Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu memastikan empat pilot yang ada di pesawat selamat.


Hishamuddin dan Ryamizard menjenguk keempat pilot tersebut di rumah sakit, Minggu (15/3/2015). Dari foto yang diupload oleh Hishammuddin, tampak para pilot Jupiter terbaring di ranjang dengan baju putih.



Salah satu pilot tampak berbincang dengan Ryamizard dan Hishamuddin. Dari kicauannya, Hishammuddin yang menjadi juru bicara Malaysia saat kecelakaan Malaysia Airlines MH370 ini, memastikan keempatnya dalam kondisi baik. 



"Just left the hospital with Pak Ryamizard. Thankful that all 4 pilots are safe, their spirits remain high," demikian isi twitt Hisham.



TNI AU belum merilis nama-nama para pilot yang kecelakaan. Namun dari testimoni sejumlah saksi di lokasi, pesawat yang terlibat kecelakaan adalah Jupiter 5 dan 6. Dari situs Jupiter, diketahui pilot dua pesawat itu masing-masing bernama Mayor penerbang Sri "Martin" Raharjo dan Mayor penerbang Romas "Condor".






Sumber : Detik
readmore »»  

Empat Pilot Pesawat Aerobik TNI AU yang Tabrakan Selamat


LANGKAWI (MI)Dua pesawat KT-1B Wong Bee milik TNI Angkatan Udara jatuh saat sesi latihan sebelum pagelaran Langkawi International Maritime & Aerospace Exibition (LIMA) 2015 di Malaysia, Minggu (15/3/2015).
Pesawat tersebut diketahui milik Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M Fuad Basya menerangkan, semula JAT diketahui sedang melakukan atraksi di udara. Namun secara tiba-tiba dua pesawat mengalami senggolan ketika beratraksi.

"Memang terjadi saling bersenggolan saat persiapan dalam pagelaran Langkawi Exibition. Sehingga dua pesawat itu jatuh dan terbakar. Yang satu jatuh di areal pegunungan yang satu di pemukiman," kata Fuad saat dihubungi, Minggu.
Beruntung, kata dia, empat personel pesawat itu, yang terdiri dari dua pilot dan co-pilot selamat. Mereka sempat menekan tombol kursi lontar sebelum pesawat jatuh ke tanah.
Namun, Fuad belum dapat memastikan siapa empat orang yang dimaksud. "Nanti saya kabari kalau sudah ada informasi. Yang jelas sebelumnya pesawat sempat eject," katanya.








Sumber : TRIBUNNEWS
readmore »»  

Kadispen TNI AU: Pesawat Aerobik TNI AU Tabrakan di Udara saat Gladi Resik


Langkawi (MI) : Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan, dua pesawat tim aerobatik kebanggaan TNI Angkatan Udara 'The Jupiters' mengalami kecelakaan di Langkawi, Malaysia, Minggu (15/3/2015) siang.
"Hari ini saat gladi resik dalam rangka pembukaan, ada enam pesawat latihan. Dua pesawat tabrakan di udara. Pilotnya keluar dari kursi pelontar. Mereka selamat semua tidak ada yang luka," kata Hadi saat dihubungi wartawan, Minggu (14/3/2015).
Namun, saat ini dia belum bisa menjelaskan lebih jauh terkait musibah yang terjadi.
"Saya belum dapat informasi jamnya. Langkah TNI, kita informasi dulu kita pembukaan Langkawi Internasional, berhenti," katanya.

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna melepas langsung keberangkatan Tim Jupiters pada event internasional pameran kedirgantaraan dua tahunan Langkawi International Maritime and Aerospece Exhibition 2015 (LIMA’15) di Pulau Langkawi, Malaysia dari tanggal 17 sampai 21 Maret mendatang.
Penampilan The Jupiters di Negeri Jiran tersebut merupakan penampilan yang kedua kalinya atas undangan pemerintah Malaysia. Rencananya mereka bakal menampilkan manuver andalannya seperti Jupiter Roll, Arraw Head Loop, Clover Leaf, Leader Benefit, Arraw Head Loop and Break Off, Half Cuban-Jupiter Wheel, Tanggo To Diamond Loop, Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, Kite Barrel Roll, jupiter Roll Back, Knife Edge dan Arraw Head Loop-Bomb Burst.
The Jupiters menggunakan pesawat bermesin propeler KT-1 Wong Bee pabrikan KIA Aerospace Korea selatan yang diawaki oleh para instruktur penerbang dari Skadron Pendidikan 102 Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta, dibawah pimpinan Komandan Skadik 102 Letkol Pnb Feri Yunaldi dan sebagai supervisor Komandan Lanud Adi Sutjipto Marsma TNI Yadi Indrayadi Sutanadika.
Sementara KSAU dalam arahannya menyampaikan bahwa, pada pelaksanaan demo udara tidak boleh sedikitpun punya perasaan terbiasa.

"Apalagi mengatakan bahwa kita sudah tampil dimana-mana, itu tidak boleh dikatakan oleh seorang penerbang. Apapun yang kita laksanakan adalah tugas, jadi tidak ada bahwa hal itu adalah biasa," kata KSAU.
Menurutnya, dengan niat baik dan doa yang tulus untuk melaksanakan aksi, dan jangan memaksakan pesawat jelejah yang cukup jauh, karena kondisi pesawat tidak dilengkapi peralatan jelajah jarak jauh.
"Setiap ada sesuatu yang kira-kira tidak mampu dan dapat membahayakan lebih baik delay," kata KSAU.
The Jupiters telah beberapa kali tampil pada event internasional diantaranya pada peringatan 100 tahun penerbangan Thailand, Langkawi International Maritime and Aerospece Exhibition 2013 (LIMA’13), 'THE 4th Brunei Darussalam International Defence Exhibition' (BRIDEX 2013), Singapore Airt Show 2014.








Sumber : TRIBUNNEWS
readmore »»  

Tim Jupiter Aerobatik TNI AU Tiba Di Malaysia


Langkawi (MI) : Sebanyak 8 Pesawat KT-1 B Woong Bee TNI Angkatan Udara yang tergabung dalam Jupiter Aerobatik Tim (JAT) tiba di Malaysia Jumat ( 13/3). Kedatangan Tim ini akan ikut berpartisipasi dalam Langkawi Internasional Maritime and Aerospace Exhibition 2015 dan JAT ini hadir dalam rangka memenuhi undangan Panglima Tentera Diraja Malaysia pada kegiatan tersebut.
Kegiatan akan berlangsung selama 5 Hari dari tanggal 17 s.d 21 Maret 2015, dan tim Jupiter . Pada misi kali ini dipimpin Oleh Komandan Lanud Adi Sutjipto Marsekal Pertama TNI Yadi I. Sutanantika dan Koordinator Letkol Pnb Arief Hartono, sedangkan Flight Leader Letkol Pnb Feri Yunaldi.
Kedatangan rombongan Tim Jupiter diterima Atase udara RI di Malaysia Kolonel Sus Bustan Jufri dan kedatangan Tim ini merupakan kali ke dua yang sebelumnya Tim Jupiter TNI-AU telah tampil pada tahun 2013 Lalu,pada kegiatan (LIMA’13) di tempat yang sama.







Sumber : TNI AU
readmore »»  

Tim Aerobatik TNI AU Akan Beraksi di Malaysia


Jakarta (MI) : Tim Jupiter Aerobatik TNI Angkatan Udara berangkat menuju Malaysia untuk mengikuti acara Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) Exibition 2015, yang akan diselenggarakan 17 hingga 21 Maret 2015 mendatang.

Keberangkatan anggota yang merupakan para instruktur di sekolah penerbangan Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto Yogyakarta tersebut dilepas oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna, Rabu, 11 Maret 2015.

"Harumkan nama bangsa Indonesia dengan gerakan akrobatik yang kalian tampilkan di dunia internasional," kata Marsekal TNI Agus Supriatna di shelterKT-1B Woong Bee, kompleks Lanud Adisutjipto.

Menurut jenderal bintang empat tersebut, kehadiran Tim Jupiter ke Langkawi merupakan permintaan langsung dari Malaysia, setelah sebelumnya pernah tampil di kegiatan serupa medio 2013 silam. 






Sumber : VIVA
readmore »»